7 Alasan Anjing Makan Kotorannya Sendiri: Naluri, Stres, Penyakit, dan Apakah Normal?

Banyak pemilik anjing merasa kebingungan atau bahkan khawatir ketika melihat anabulnya memakan kotorannya sendiri. Meskipun menjijikkan bagi manusia, perilaku ini ternyata cukup umum terjadi pada anjing. Jadi, apakah perilaku makan kotoran anjing ini normal? Jawabannya tergantung pada alasan di balik kebiasaan tersebut.

Perilaku makan kotoran pada anjing disebut coprophagia. Menurut penelitian dan pengamatan ahli hewan, anjing memiliki sejumlah alasan alamiah maupun psikologis yang menyebabkan perilaku ini. Berikut ulasan lengkap mengenai tujuh alasan utama kenapa anjing melakukannya.

1. Naluri Alami dari Induk Anjing
Induk anjing secara naluriah menjilati dan memakan kotoran anak-anaknya agar mereka tetap bersih dan terhindar dari parasit. Kebiasaan ini membantu menjaga kesehatan anak anjing sekaligus membuat sarang tetap bebas bau agar tidak mudah diketahui predator. Beberapa anak anjing meniru perilaku ini hingga mereka dewasa.

2. Mencari Perhatian dari Pemilik
Anjing yang merasa kurang diperhatikan terkadang melakukan berbagai cara mendapat reaksi dari pemiliknya. Makan kotoran merupakan salah satu perilaku yang bisa memancing perhatian pemilik, terutama jika kamu bereaksi keras. Ini mirip seperti perilaku negatif lain, misalnya menggigit barang atau melompat, yang bertujuan mendapatkan perhatian.

3. Kondisi Kesehatan yang Tidak Stabil
Jika perilaku memakan kotoran muncul secara tiba-tiba dan disertai gejala seperti penurunan berat badan, muntah, atau lesu, ini bisa menandakan gangguan kesehatan. Penyakit pada saluran pencernaan, hati, hingga gangguan otak berpotensi memicu perilaku tersebut. Segera konsultasikan ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

4. Pola Makan yang Kurang Memenuhi Nutrisi
Menurut jurnal Veterinary Medicine and Science, anjing yang rakus dan suka makan lebih cenderung mengonsumsi kotorannya. Hal ini terjadi jika anjing belum merasa kenyang atau kekurangan nutrisi penting. Menyusun pola makan yang teratur dan berkualitas baik sangat penting untuk mencegah kebiasaan ini.

5. Stres dan Kebosanan
Perilaku coprophagia juga dapat muncul sebagai respons terhadap stres kronis, kecemasan, atau kebosanan. Anjing yang terlalu lama dikurung di kandang atau sering terisolasi cenderung menunjukkan kebiasaan ini. Latihan intens atau hukuman yang keras juga bisa memicu stres sehingga perilaku makan kotoran muncul.

6. Meniru Perilaku Induk
Selain naluri bersih-bersih induk, anak anjing secara alami meniru induknya. Biasanya, induk berhenti memakan kotoran anak-anaknya saat mereka mulai makan makanan padat. Namun, beberapa anak anjing tetap meneruskan kebiasaan makan kotoran ini hingga dewasa tanpa pengendalian yang tepat dari pemilik.

7. Faktor Kegemaran pada Tekstur atau Bau Kotoran
Indra penciuman dan pengecapan anjing jauh berbeda dengan manusia. Mereka bisa mendeteksi bau lemak, protein, ataupun bahan lain dalam tinja yang dianggap lezat oleh mereka. Biasanya mereka menyukai tinja yang masih segar atau bertekstur padat. Memakan kotoran juga merupakan cara bagi anjing untuk mengeksplorasi lingkungan menggunakan mulutnya.

Melansir The Kennel Club, perilaku ini seringkali bukan hal berbahaya, namun bisa menimbulkan risiko kesehatan. Kotoran bisa mengandung bakteri patogen, virus, ataupun telur parasit yang berpotensi menyebabkan infeksi serius. Oleh karena itu, pemilik wajib selalu memonitor dan memastikan anjing tidak rutin memakan kotorannya.

Jika perilaku ini muncul mendadak atau ditunjang gejala susulan, dianjurkan membawa anjing ke dokter hewan. Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah ada masalah kesehatan seperti gangguan pencernaan, infeksi parasit, atau penyakit pankreas yang mendasari.

Beberapa pertanyaan penting yang dapat membantu mengidentifikasi penyebab kebiasaan ini antara lain:

  1. Apakah anjing makan kotoran saat lapar?
  2. Apakah waktu dan pola makannya sudah teratur?
  3. Apakah makanan yang diberikan sudah cukup bergizi dan mengenyangkan?
  4. Apakah anjing mengalami stres atau perubahan lingkungan baru-baru ini?

Mengetahui alasan yang tepat memungkinkan pemilik mengambil langkah yang sesuai. Contohnya, memperbaiki pola makan, meningkatkan stimulasi mental dan fisik agar anjing tidak bosan, atau berkonsultasi untuk pengobatan jika ada gangguan kesehatan. Mencegah kebiasaan ini juga penting untuk menjaga kebersihan rumah dan kesehatan anjing itu sendiri.

Dengan pemahaman yang tepat, pemilik dapat membantu anjing kesayangannya melewati kebiasaan makan kotoran yang cukup mengganggu ini. Tetap perhatikan perubahan perilaku dan kesehatan anjing secara rutin agar perilaku ini tidak berkembang menjadi masalah serius. Jika ragu, konsultasi dengan dokter hewan adalah langkah terbaik untuk menjaga kesejahteraan anabul secara efektif.

Berita Terkait

Back to top button