Sebagian besar serangga yang kita temui sehari-hari memiliki rentang hidup yang sangat singkat. Banyak dari mereka hanya bertahan hidup beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun, ternyata ada beberapa spesies serangga yang mampu hidup jauh lebih lama, bahkan mencapai puluhan tahun, mengejutkan banyak orang yang mengira serangga hanya berumur pendek.
Berikut ini adalah daftar tujuh serangga dengan usia terpanjang yang pernah terobservasi, lengkap dengan fakta menarik tentang cara mereka bertahan hidup selama puluhan tahun.
1. Cicada – Hidup hingga 17 Tahun
Cicada dikenal dengan suara nyaringnya yang khas saat musim panas tiba. Mereka menghabiskan sebagian besar hidupnya di bawah tanah sebagai larva selama 17 tahun sebelum muncul ke permukaan sebagai dewasa. Fase dewasa cicada sebenarnya sangat singkat, hanya sekitar dua hingga enam minggu untuk berkembang biak. Fakta ini dijelaskan oleh Live Science sebagai proses panjang namun penting bagi siklus hidup cicada.
2. Agrilus biguttatus – Umur mencapai 30 Tahun
Agrilus biguttatus adalah spesies kumbang yang terkenal sulit dikendalikan dan sering menyerang pohon oak. Menurut Michigan State University, kumbang ini dapat hidup hingga 30 tahun. Setiap fase hidupnya termasuk merusak lingkungan sekitar. Namun, satu generasi kumbang ini membutuhkan waktu dua tahun untuk berkembang dari telur hingga dewasa, dan betina hanya bertelur lima hingga enam telur.
3. Ratu Rayap – Berumur Sampai 15 Tahun
Ratu rayap memiliki peran vital dalam koloni rayap dengan kemampuan bertelur hingga 30 ribu telur selama hidupnya. National Public Radio menyebutkan bahwa ratu rayap mempunyai fisik yang jauh lebih besar daripada rayap biasa. Karena kedudukannya yang sangat penting, umur ratu rayap bisa mencapai 15 tahun, jauh lebih lama dibandingkan rayap pekerja dan rayap jantan.
4. Golden Buprestid – Mencapai Usia 51 Tahun
Kumbang Golden Buprestid memiliki warna metalik yang indah seperti banyak kumbang lain. Yang unik, kumbang ini bisa muncul dari furnitur kayu tua, yang menyimpan larvanya hingga puluhan tahun. Montana Public Radio menyatakan bahwa kumbang ini mampu bertahan hidup di dalam kayu selama 20 hingga 30 tahun, dan bahkan ada yang percaya bisa mencapai usia hingga 60 tahun. Ini menjadikannya serangga dengan usia tertua yang dikenal manusia.
5. Ratu Semut Hitam (Lasius niger) – Usia Hingga 28 Tahun
Lasius niger biasa ditemukan di kebun-kebun Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Meskipun ukurannya kecil, ratu semut hitam ini mempunyai rentang hidup yang cukup panjang hingga 28 tahun. Nature Spot menjelaskan bahwa ratu semut aktif bertelur untuk menjaga populasi koloni dan meninggalkan larva serta pupa yang akan menjadi semut pekerja.
6. Tarantula – Hidup Sampai 36 Tahun
Tarantula sebenarnya bukan serangga melainkan sejenis laba-laba besar, tapi masuk dalam pembahasan karena umur panjangnya. Tarantula betina bisa hidup sampai 36 tahun, sedangkan jantan bertahan hingga sekitar 12 tahun. Menurut National Geographic, tarantula ini dapat melepaskan eksoskeleton dan mengganti organ dalamnya secara berkala. Mereka memangsa berbagai serangga serta hewan kecil seperti katak dan tikus.
7. Polypedilum vanderplanki – Kemampuan Bertahan Hidup Luar Biasa
Serangga yang dikenal sebagai sleeping chironomid ini hidup di daerah semi-kering Afrika Tengah. Meskipun secara fisik biasa saja, mereka punya kemampuan metabolisme yang sangat unik. National Agriculture and Food Research Organization menjelaskan bahwa larva dari jenis ini dapat bertahan kering selama bertahun-tahun. Bahkan, setelah kehilangan hampir 97 persen cairan tubuhnya, larva dapat hidup kembali bila diberi air setelah 17 tahun.
Fakta-fakta tersebut membuktikan bahwa tidak semua serangga memiliki umur pendek. Beberapa di antaranya justru bertahan lebih lama daripada hewan peliharaan pada umumnya. Kemampuan bertahan hidup yang unik serta adaptasi khusus membuat mereka dapat melewati masa-masa ekstrem dan berumur panjang. Jika ingin mengetahui lebih detail tentang siklus hidup dan perilaku tiap spesies, banyak video edukasi dan dokumentasi ilmiah yang bisa dijadikan referensi. Pengetahuan seperti ini membantu kita lebih menghargai keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita.
