Huawei memperkenalkan HarmonyOS 7 dalam konferensi pengembangnya di China dengan fokus besar pada tampilan antarmuka baru yang menyerupai efek kaca. Pembaruan ini juga dibarengi klaim peningkatan performa 15% dibanding HarmonyOS 6.1, sebuah kombinasi yang menempatkan desain visual dan kecepatan sistem sebagai sorotan utama.
Perubahan paling mencolok terlihat pada pendekatan visual baru yang menghadirkan nuansa mirip Liquid Glass. Huawei juga menekankan integrasi AI yang lebih dalam, menandakan bahwa HarmonyOS 7 tidak hanya mengejar tampilan, tetapi juga pengalaman penggunaan yang lebih aktif dan responsif.
HarmonyOS 7 disiapkan untuk ekosistem perangkat Huawei yang luas. Sistem operasi ini akan hadir di smartphone, tablet, komputer, perangkat wearable, dan perangkat Internet of Things.
Dengan cakupan tersebut, pembaruan ini bukan sekadar peningkatan untuk satu kategori produk. Huawei tampaknya ingin memastikan bahasa desain dan fitur cerdas yang sama bisa hadir lintas perangkat dalam satu ekosistem.
Efek visual jadi daya tarik utama
Salah satu elemen yang paling ditekankan adalah kemampuan sistem untuk mengubah berbagai tampilan menjadi efek 3D di layar. Efek ini disebut paling terlihat pada lock screen, yang menjadi area utama untuk menampilkan kedalaman visual tersebut.
Huawei juga memperbarui elemen antarmuka sistem seperti tombol dan slider agar tampil lebih transparan dan berkesan seperti kaca. Arah desain ini memberi identitas baru pada HarmonyOS 7, sekaligus membuat perubahan tampil jelas bahkan pada interaksi dasar sehari-hari.
Pendekatan visual tersebut menempatkan HarmonyOS 7 dalam tren antarmuka modern yang mengutamakan efek transparansi dan lapisan. Dalam praktiknya, pengguna akan melihat sistem yang terasa lebih hidup secara visual, terutama di bagian-bagian yang sering disentuh.
AI makin dalam masuk ke sistem
Selain desain, Huawei membawa penekanan kuat pada AI di HarmonyOS 7. Asisten bawaan kini dibekali kemampuan “agentic AI” yang terintegrasi langsung ke dalam sistem.
Menurut Huawei, asisten ini kini mendukung lebih banyak perintah di dalam aplikasi. Asisten tersebut juga disebut dapat menyelesaikan lebih banyak permintaan pengguna dibanding asisten AI biasa.
Huawei turut memperkenalkan opsi baru untuk pengeditan foto berbasis AI. Fitur ini menunjukkan bahwa AI di HarmonyOS 7 tidak hanya diarahkan untuk perintah suara atau otomasi tugas, tetapi juga untuk aktivitas kreatif yang lebih dekat dengan penggunaan harian.
Di level platform, Huawei menyebut HarmonyOS Intelligent Agent Framework 2.0 sebagai fondasi penting bagi pengalaman baru ini. Framework tersebut dibekali konsep “intent as a service” dan diklaim memiliki tingkat eksekusi tugas lebih dari 90%.
Huawei tidak merinci lebih jauh arti istilah tersebut dalam pengumuman singkatnya. Namun, perusahaan jelas ingin menonjolkan kemampuan sistem untuk memahami maksud pengguna dan mengeksekusi tindakan secara lebih langsung.
Klaim performa naik 15%
HarmonyOS 7 juga datang dengan klaim peningkatan performa 15% dibanding HarmonyOS 6.1. Huawei tidak menjelaskan secara rinci metode pengukuran yang digunakan untuk menghasilkan angka tersebut.
Meski begitu, arah peningkatannya cukup jelas. Sistem ini diharapkan memberi pengalaman yang lebih cepat dan mulus, terutama saat membuka aplikasi dan menjalankan game.
Bagi pengguna, angka performa sering menjadi ukuran penting setelah perubahan desain. Karena itu, klaim 15% ini berpotensi menjadi daya tarik besar jika benar-benar terasa dalam penggunaan sehari-hari di perangkat yang kompatibel.
Jadwal rilis dan tahap pengujian
Huawei menyatakan beta pengembang HarmonyOS 7 tersedia mulai hari ini untuk smartphone yang memenuhi syarat. Langkah ini memberi sinyal bahwa pengembangan platform sudah memasuki fase yang lebih terbuka, setidaknya bagi kalangan pengembang dan penguji awal.
Setelah fase tersebut, pembaruan final dijadwalkan meluncur pada musim gugur. Jadwal ini memberi waktu bagi Huawei untuk menyempurnakan fitur, stabilitas, dan kompatibilitas sebelum distribusi yang lebih luas.
Untuk saat ini, HarmonyOS 7 tampil sebagai pembaruan yang menyeimbangkan perubahan visual besar dengan dorongan kuat ke AI dan performa. Fokus pada efek kaca, elemen 3D, kemampuan asisten yang lebih luas, serta dukungan untuk banyak kategori perangkat menunjukkan bahwa Huawei sedang membangun pengalaman yang lebih terpadu di seluruh ekosistemnya.
