Dua cruiser premium ini sama-sama bermain di level yang sulit disentuh motor lain, tetapi pendekatannya berbeda jauh. Ducati Diavel V4 RS mengejar rasa superbike dalam bodi cruiser, sedangkan Triumph Rocket 3 Storm R menonjol lewat torsi raksasa dan karakter muscle bike yang brutal.
Di pasar motor premium Amerika Serikat, perbandingan keduanya menarik karena sama-sama menggabungkan tenaga besar, teknologi modern, dan tampilan mencolok. Bedanya, satu terasa lahir untuk pengendara yang mengejar respons agresif di putaran atas, sementara yang lain memikat lewat dorongan instan dari putaran rendah.
Ducati bermain di wilayah power cruiser berjiwa superbike
Diavel V4 RS memakai mesin Desmosedici Stradale V4 1.103cc 16-klep pendingin cairan yang diambil dari keluarga Panigale V4 dan Streetfighter V4. Output-nya mencapai 182 hp pada 11.750 rpm dan 120 Nm pada 9.500 rpm.
Karakter mesin ini sangat agresif dan eksplosif saat putaran naik. Sensasinya lebih dekat ke superbike daripada cruiser tradisional, apalagi Ducati memasang suspensi Ohlins, rem Brembo Stylema, dan komponen performa tinggi lain untuk mendukung gaya berkendara agresif.
Secara visual, Diavel V4 RS tetap membawa siluet berotot khas Diavel. Ban belakang besar, tangki kekar, dan banyak komponen serat karbon memperkuat kesan eksklusif sekaligus sporty.
Handling menjadi salah satu keunggulan utamanya. Bobot yang relatif ringan untuk kelasnya dan sasis aluminium modern membuat motor ini terasa lebih lincah dibanding banyak power cruiser lain.
Diavel V4 RS juga dibekali paket elektronik yang sangat lengkap. Fitur yang tersedia mencakup Cornering ABS, Ducati Traction Control, Wheelie Control, Launch Control, Quickshifter, dan riding mode berbasis IMU enam sumbu.
Kombinasi performa superbike dan ergonomi cruiser menjadi nilai jual paling kuat. Ducati juga memasarkan motor ini mulai 39.995 USD atau sekitar Rp 717,2 jutaan.
Triumph mengandalkan mesin terbesar dan torsi paling brutal
Rocket 3 Storm R memakai mesin inline 3 silinder 2.458cc DOHC 12-klep pendingin cairan. Tenaganya tercatat 181 hp pada 7.000 rpm, tetapi torsinya jauh lebih besar, yakni 225 Nm pada 4.000 rpm.
Mesin ini disebut sebagai mesin motor produksi massal terbesar di dunia saat ini. Karakternya sangat berbeda dari Ducati karena hampir seluruh tenaga terasa hadir sejak putaran rendah.
Saat throttle dibuka, Rocket 3 memberi dorongan besar tanpa perlu memaksa mesin bekerja di rpm tinggi. Sensasi ini menjadi salah satu daya tarik utamanya dan sulit ditemukan pada motor lain di pasar.
Desainnya mengusung konsep muscle bike dengan proporsi besar, tangki berotot, dan ban belakang raksasa. Meski dimensinya besar, chassis aluminium dan suspensi Showa premium membantu handling-nya tetap lebih baik dari yang banyak orang bayangkan.
Fitur elektroniknya juga lengkap, termasuk Cornering ABS, Traction Control, Cruise Control, Riding Mode, TFT Display, Hill Hold Control, dan Keyless Ignition. Triumph menjual Rocket 3 Storm R mulai 26.695 USD atau sekitar Rp 478,5 jutaan.
Perbedaan paling jelas ada di karakter berkendara
Di atas kertas, tenaga kedua motor ini hanya terpaut tipis. Namun Ducati menyalurkan performanya dengan putaran mesin tinggi dan rasa lebih sporty, sedangkan Triumph memusatkan kekuatannya pada torsi besar yang langsung terasa sejak awal.
Dari sisi pengendalian, Diavel V4 RS unggul dalam kelincahan dan karakter yang lebih tajam. Rocket 3 Storm R justru menawarkan stabilitas dan dorongan mesin yang sangat besar, dengan handling yang mengejutkan untuk motor sebesar itu.
Perbedaan ini membuat keduanya menyasar selera yang berbeda. Diavel V4 RS cocok untuk pembeli yang ingin cruiser dengan rasa superbike, sementara Rocket 3 Storm R lebih pas bagi mereka yang mencari muscle cruiser dengan torsi terbesar dan sensasi akselerasi yang sangat khas.
