China semakin mendekati misi mengirim Taikonaut ke Bulan setelah keberhasilan uji coba terbaru roket Long March 10 yang dapat digunakan ulang serta sistem pendaratan darurat pesawat ruang angkasa Mengzhou. Pada uji coba tersebut, proses pemisahan tahap roket berlangsung lancar di titik tekanan aerodinamis maksimum (Max-Q). Selain itu, kapsul tanpa awak dan tahap pertama roket yang dapat digunakan ulang berhasil kembali ke Bumi dengan aman.
Dengan Amerika Serikat dan China sama-sama merencanakan ekspedisi berawak ke Bulan sebelum dekade ini berakhir, persaingan antariksa abad ke-21 ini semakin terlihat nyata. Komponen teknologi dalam uji coba ini menjadi bukti kesiapan China untuk melanjutkan program eksplorasi bulan dengan misi yang lebih ambisius di masa depan.
Keberhasilan Uji Roket Long March 10 dan Kapsul Mengzhou
Badan Antariksa Dirgantara China (CMSA) menyatakan bahwa peluncuran ini merupakan "terobosan signifikan dalam pengembangan program eksplorasi Bulan berawak" mereka. Meski begitu, pesawat ruang angkasa Mengzhou dan roket Long March 10 masih harus melalui berbagai uji kelayakan untuk penerbangan berawak. Keberhasilan misi ini menjadi bukti awal dari kemampuan teknologi inti untuk misi lunar mendatang.
Menurut laporan dari China Aerospace and Science Technology Corporation (CASC), uji terbang ini mengevaluasi sejumlah teknologi kunci secara tuntas. Di antaranya adalah keandalan pembakaran ulang mesin yang berulang, pengapian di ketinggian tinggi saat fase masuk kembali ke atmosfer, adaptasi dalam lingkungan gaya dan suhu kompleks, serta kontrol navigasi presisi tinggi saat kendaraan memasuki kembali atmosfer.
Skenario Darurat dan Penanganan Selamatkan Taikonaut
Pada tahap uji, setelah roket Long March 10 meluncur ke stratosfer, sistem aborsi otomatis pada Mengzhou diaktifkan saat melintasi Max-Q. Ini mensimulasikan kegagalan roket dan kebutuhan untuk mengamankan keselamatan Taikonaut. Kapsul Mengzhou kemudian menjauh dengan cepat dari roket dan melakukan pendaratan terjun payung ke laut, proses yang berlangsung sempurna tanpa hambatan.
Sementara itu, roket Long March 10 tetap melanjutkan perjalanan melewati atmosfer bumi dengan lintasan sub-orbital. Saat kembali memasuki atmosfer, roket menghidupkan kembali mesin dan melakukan pendaratan lembut di Laut China Selatan dekat kapal pengangkut yang sudah siaga. Ini menandai kemajuan besar dalam kemampuan reusable rocket serta kontrol mesin yang dihidupkan ulang.
Rencana Misi Mendatang Mengzhou dan Long March 10
China berencana meluncurkan uji orbiter Mengzhou menggunakan roket Long March 10A yang memiliki booster tahap pertama dapat digunakan ulang. Dalam misi tersebut, kapsul akan bertemu dan melakukan dok pesawat dengan stasiun luar angkasa China, Tiangong, yang sudah beroperasi di orbit Bumi. Misi ini dijadwalkan berlangsung pada bulan-bulan berikutnya sebagai langkah lanjutan menjelang peluncuran manusia ke Bulan.
Berikut ringkasan tahapan uji dan rencana yang dilakukan oleh China:
- Uji coba sistem aborsi kapsul dan pendaratan darurat yang berhasil saat fase Max-Q.
- Demonstrasi pendaratan ulang roket tahap pertama dengan pengapian ulang mesin di atmosfer.
- Persiapan misi orbit bersama stasiun luar angkasa Tiangong dengan roket Long March 10A.
- Penilaian kelayakan kapsul Mengzhou dan roket Long March 10 untuk penerbangan berawak.
- Pengembangan fasilitas permanen dan reaktor energi di permukaan Bulan sebagai target masa depan.
Kesuksesan uji coba ini menempatkan program antariksa China pada posisi strategis dalam persaingan global melakukan eksplorasi kendaraan berawak ke Bulan. Teknologi reusable rocket dan sistem penyelamatan kapsul yang matang memperlihatkan kesiapan teknologi China untuk tahap peluncuran berikutnya, meningkatkan peluang mereka untuk mengambil peran kunci di misi antariksa internasional dekade ini. Upaya ini juga menandai era baru persaingan dan kolaborasi eksplorasi luar angkasa, khususnya di Bulan yang menjadi fokus utama negara-negara besar saat ini.
