Astronom Temukan Planet Mirip Bumi yang Lebih Dingin dari Mars di Jauh Galaksi

Para astronom berhasil mengidentifikasi sebuah planet berbatu baru yang dinamai HD 137010 b. Planet ini memiliki ukuran sedikit lebih besar dari Bumi dengan periode orbit hampir setara satu tahun Bumi.

HD 137010 b terletak sekitar 146 tahun cahaya dari Bumi dan mengorbit bintang katai oranye tipe K yang lebih dingin serta redup dibanding Matahari. Posisi planet di tepi luar zona layak huni membuat intensitas cahaya dan panas yang diterima dari bintangnya jauh lebih rendah daripada yang diterima Bumi.

Kemiripan Ukuran dan Orbit
Radius HD 137010 b diperkirakan sekitar 1,06 kali radius Bumi. Orbitnya berlangsung sekitar 355 hari, sangat mirip dengan satu tahun di Bumi. Hal ini menandai potensi planet ini sebagai planet berbatu yang mengorbit di jarak yang memungkinkan studi lebih lanjut tentang kemiripannya dengan Bumi.

Namun suhu permukaannya diprediksi sangat rendah, mencapai sekitar minus 68 derajat Celsius. Jika dibandingkan, suhu rata-rata Mars sekitar minus 65 derajat Celsius, sehingga HD 137010 b bahkan bisa lebih dingin dari Mars dan hampir menyerupai kondisi ekstrem di Antartika.

Atmosfer dan Potensi Kehidupan
Keberadaan sebuah atmosfer yang kaya karbon dioksida sangat krusial untuk kemungkinan planet ini dapat mendukung kehidupan. Efek rumah kaca dari atmosfer tersebut bisa memperhangat suhu permukaan sehingga air cair mampu bertahan.

Sebaliknya, atmosfer miskin karbon dioksida dapat menyebabkan planet ini mengalami kondisi es menyeluruh atau bola salju. Pemodelan atmosfer menunjukkan peluang bervariasi, yakni 40%-51% kemungkinan berada di zona layak huni versi konservatif hingga versi optimistis.

Zona Layak Huni dan Bintang Induk
Zona layak huni merupakan jarak dari bintang tempat air cair dapat eksis di permukaan planet. Posisi HD 137010 b yang berada di tepi zona ini memunculkan ketidakpastian soal kelayakannya.

Bintang induknya, tipe katai oranye, umumnya dianggap lebih ideal untuk menopang kehidupan dibanding bintang tipe kuning seperti Matahari. Bintang jenis ini memiliki usia lebih panjang, memberi waktu lebih lama bagi evolusi kehidupan, serta lebih umum dijumpai di galaksi Bima Sakti.

Status dan Konfirmasi Lanjutan
HD 137010 b saat ini masih berstatus sebagai planet kandidat karena deteksi hanya berdasarkan satu kali transit saat planet melintas di depan bintang induknya. Untuk memastikan keberadaan planet secara definitif, pengamatan transit berulang yang konsisten sangat diperlukan.

Transit tersebut terdeteksi selama misi K2 dari teleskop luar angkasa Kepler yang mengamati redupnya cahaya bintang selama sekitar 10 jam. Namun, orbit yang panjang menyebabkan transit jarang terjadi sehingga pengamatan lanjutan menantang untuk dilakukan.

Pengamatan Masa Depan
Teleskop TESS milik NASA dan CHEOPS milik Badan Antariksa Eropa diperkirakan bisa memberikan data tambahan yang membantu konfirmasi planet ini. Jika tidak, teleskop luar angkasa generasi baru yang lebih canggih akan dibutuhkan untuk mengamati transit berikutnya.

Berdasarkan pengetahuan saat ini, HD 137010 b merupakan kandidat planet terkecil yang berhasil ditemukan dari satu transit di sekitar bintang mirip Matahari. Ini juga menjadi salah satu planet seukuran Bumi dengan suhu paling dingin yang diketahui mengorbit bintang tipe katai oranye.

Penemuan HD 137010 b menambah pemahaman kita tentang keberagaman planet ekstrasurya dan membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai kondisi dan potensi planet yang mirip Bumi namun memiliki tantangan lingkungan ekstrem.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version