Anak kucing memang hampir selalu lahir dengan mata biru, dan ini bukan tanda ras tertentu. Warna itu muncul karena iris mereka belum memproduksi pigmen penuh pada masa awal kehidupan.
Seiring pertumbuhan, warna mata anak kucing akan berubah mengikuti perkembangan sel pigmen dan faktor genetik. Karena itu, biru yang terlihat saat lahir biasanya hanya bersifat sementara, meski pada sebagian ras warna biru bisa menetap hingga dewasa.
Mengapa mata anak kucing tampak biru saat lahir?
Warna biru pada mata anak kucing terjadi karena melanin di iris belum terbentuk optimal. Pada tahap ini, cahaya yang masuk ke mata tersebar dan memantulkan nuansa biru, bukan karena ada pigmen biru khusus.
Fenomena ini berkaitan dengan hamburan cahaya, atau yang dikenal sebagai hamburan Rayleigh. Proses ini membuat panjang gelombang cahaya yang lebih pendek tampak dominan, sehingga mata terlihat biru meski irisnya belum memiliki warna permanen.
Kondisi ini umum terjadi pada hampir semua anak kucing, baik yang kelak bermata hijau, kuning, cokelat, maupun biru. Karena itu, warna biru pada awal kehidupan tidak bisa langsung dipakai untuk menebak warna mata saat dewasa.
Tahap perkembangan mata anak kucing
Mata anak kucing tidak langsung terbuka sepenuhnya setelah lahir. Dalam referensi yang diberikan, mata mulai terbuka pada rentang usia 2 sampai 16 hari, lalu ketajaman penglihatan meningkat saat usia bertambah.
Pada usia sekitar 2 minggu, mata mulai terbuka. Saat memasuki usia 3 minggu, fokus penglihatan mulai membaik, meski anak kucing masih sangat bergantung pada induknya.
Berikut perkembangan umumnya:
- Usia 2–16 hari: mata mulai terbuka bertahap.
- Usia 3 minggu: penglihatan mulai lebih fokus.
- Usia 4–8 minggu: mata terbuka sempurna dan anak kucing mulai belajar banyak hal dari induk.
- Usia 6–7 minggu: warna mata mulai menunjukkan warna permanen.
- Usia 12–16 minggu: warna mata makin stabil, meski pada sebagian kucing masih bisa berubah.
Pada fase awal, anak kucing juga sangat rentan. Mereka membutuhkan kehangatan dari induk dan saudara-saudara sesama anak kucing untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.
Selain itu, mereka memerlukan asupan susu dari induknya sekitar setiap dua jam. Susu ini membantu mendukung pertumbuhan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka.
Kapan warna mata permanen mulai terlihat?
Perubahan warna mata biasanya mulai tampak saat anak kucing berusia 6 sampai 7 minggu. Pada masa ini, melanosit mulai aktif memproduksi melanin dan menentukan warna mata akhir.
Jumlah melanin inilah yang membentuk beragam warna mata, seperti hijau, kuning, kuning kecokelatan, cokelat, atau tetap biru pada kondisi tertentu. Pada sebagian kucing, warna mata masih bisa berubah atau menggelap sampai usia satu tahun.
Artinya, biru pada anak kucing bukan hasil akhir, melainkan bagian dari proses perkembangan. Perubahan ini berlangsung alami dan dipengaruhi genetik masing-masing kucing.
Bagaimana membedakan biru sementara dan biru permanen?
Tidak semua mata biru pada kucing memiliki arti yang sama. Kucing ras tertentu, seperti siam, memiliki gen yang mempertahankan warna biru seumur hidup.
Pada kucing dengan mata biru permanen, warna biasanya terlihat lebih intens dan tajam. Dalam cahaya redup, matanya bisa memantulkan kesan kemerahan, berbeda dari biru sementara pada anak kucing biasa.
Sebaliknya, mata biru pada anak kucing non-ras umumnya tampak biru keabuan atau biru muda dengan kesan berkabut. Saat usia bertambah, warna ini sering memudar dan muncul warna lain seperti emas, hijau, atau cokelat.
Pada banyak kasus, perubahan itu terjadi bertahap dan mulai terlihat jelas saat anak kucing memasuki usia beberapa minggu. Karena itu, pengamatan warna mata sebaiknya dilakukan setelah masa perkembangan awal lewat agar hasilnya lebih akurat.
Fenomena mata biru pada anak kucing menunjukkan betapa cepat tubuh hewan kecil ini berkembang dalam waktu singkat. Dari mata yang tampak seragam biru saat lahir, warna akhirnya bisa berubah menjadi sangat beragam sesuai genetik dan proses alami pembentukan pigmen.
Source: www.idntimes.com