NASA berhasil melakukan terobosan teknologi dengan memprogram ulang chip Qualcomm Snapdragon 801 yang awalnya digunakan pada helikopter Mars untuk menjalankan rover Perseverance. Upaya ini dilakukan dari jarak 140 juta mil, menunjukkan kemampuan teknis luar biasa dalam mengendalikan dan memodifikasi sistem di planet lain. Chip yang disebut “ancient” dan sebelumnya tidak digunakan ini kini berperan penting dalam membantu rover menentukan posisi secara mandiri.
Perseverance menghadapi kendala dalam sistem navigasi autonominya yang membutuhkan panduan dari Bumi agar dapat mengetahui posisi tepatnya. Meskipun mampu mengidentifikasi area secara umum, rover tetap perlu arahan manusia untuk menghindari rintangan berbahaya. Masalah komunikasi yang memakan waktu hingga 24 menit sekali jalan serta keterbatasan frekuensi pengiriman data mempersempit jangkauan jelajah rover secara mandiri.
Pemanfaatan Chip Snapdragon 801 untuk Navigasi
NASA memanfaatkan chip Snapdragon 801 dari helikopter Mars yang pensiun untuk meningkatkan kemampuan lokasi rover. Helikopter tersebut berhenti beroperasi tahun ini, sehingga prosesor yang mendukungnya tidak digunakan lagi. Melalui pemrograman ulang yang dilakukan para insinyur, chip tersebut kini mengolah data navigasi Perseverance untuk menentukan posisi dengan akurasi sekitar 10 inci.
Langkah ini berjalan dengan cara rover mengambil gambar panorama 360 derajat di sekitarnya. Data visual ini lalu diolah oleh prosesor untuk membentuk representasi tampak burung dari lingkungan sekitar. Selanjutnya, representasi ini dibandingkan dengan peta permukaan Mars hasil satelit dalam misi orbitnya. Proses pencocokan gambar ini memungkinkan rover mengidentifikasi posisi permukaannya secara tepat di planet merah.
Teknologi Mars Global Localization sebagai Alternatif GPS
NASA menyebut teknologi pemetaan dan penentuan posisi ini dengan istilah Mars Global Localization. Sistem ini bertindak sebagai pengganti GPS di Mars tanpa memerlukan konstelasi satelit seperti di Bumi yang berjumlah 24 buah. Dengan sistem ini, rover dapat melangkah lebih jauh secara mandiri tanpa harus menunggu instruksi dari Bumi.
Vandi Verma dari NASA Jet Propulsion Laboratory menyatakan, “Ini seperti memberikan GPS pada rover. Sekarang Perseverance mampu menentukan lokasi sendiri di Mars.” Manfaat lain dari teknologi ini adalah memungkinkan rover menjelajahi wilayah luas lebih cepat, sekaligus memperbanyak data ilmiah dari eksplorasi mandiri tersebut. Potensi penggunaannya juga bisa diterapkan pada rover-rover lain yang membutuhkan eksplorasi luas dan cepat.
Keberhasilan Rekayasa Jarak Jauh NASA
Reprogramming chip Snapdragon 801 ini bukanlah pertama kalinya NASA menunjukkan kemampuan mengelola perangkat dari jarak planet yang sangat jauh. Misalnya, pesawat Voyager 1 yang diluncurkan pada 1977 sempat mengalami kerusakan memori. Para insinyur berhasil mem-bypass chip bermasalah tersebut dan mempertahankan operasionalnya hingga sekarang.
Voyager 1 saat ini berjarak sekitar satu hari cahaya dari Bumi, artinya satu perintah memerlukan waktu 24 jam untuk sampai dan 24 jam lagi untuk menerima balasan. Meski demikian, NASA tetap dapat mengendalikan dan memprogram perangkatnya dengan akurasi tinggi. Keahlian ini memperkuat kepercayaan bahwa misi Mars dapat terus dioptimalkan secara jarak jauh.
Langkah-langkah Teknis Pemrograman Ulang
- Melakukan analisis kondisi chip Snapdragon 801 yang tidak aktif.
- Merancang perangkat lunak baru agar chip dapat menerima dan memproses data navigasi.
- Mengirimkan kode program baru ke rover Perseverance dari Bumi.
- Menguji dan mengkalibrasi sistem navigasi menggunakan data gambar panorama dan peta satelit.
- Memantau hasil perbaikan posisi dan kemampuan jelajah rover secara mandiri.
Pemanfaatan kembali teknologi lama ini menunjukkan inovasi cerdas dari para insinyur NASA dalam memaksimalkan sumber daya yang ada. Keberhasilan ini diharapkan mempercepat dan memperluas eksplorasi permukaan Mars dengan cara yang lebih efisien dan mandiri. Sistem navigasi yang baru memungkinkan rover Perseverance mengoptimalkan misi ilmiah dan menjelajahi medan berbahaya tanpa perlu bergantung sepenuhnya pada instruksi dari Bumi.





