SpaceX menutup bulan dengan tiga peluncuran Starlink yang sukses dalam satu minggu terakhir. Ketiga peluncuran tersebut menambah total satelit Starlink di orbit Bumi rendah, memperkuat jaringan internet broadband global perusahaan.
Pada Selasa malam, sebuah roket Falcon 9 mengirim 29 satelit Starlink dari Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral Space Force Station, Florida. Peluncuran berikutnya dilakukan Rabu pagi dari Space Launch Complex 4 East, Vandenberg Space Force Base, California, dengan membawa 25 satelit baru ke orbit.
Detail Peluncuran dan Booster Falcon 9
Jumat pagi, Falcon 9 ketiga melepaskan 29 satelit Starlink tambahan dari lokasi peluncuran yang sama di Cape Canaveral. Semua peluncuran berjalan lancar dan satelit berhasil ditempatkan pada orbit yang ditargetkan. SpaceX juga berhasil mendaratkan kembali tahap pertama roket dengan mulus di kapal drone laut.
Booster roket yang digunakan pada peluncuran Selasa, bernama B1092, melakukan pendaratan ke-10 pada kapal drone “Just Read the Instructions” di Samudra Atlantik. Sementara booster B1093 dari peluncuran Rabu mendarat ke-11 di kapal drone “Of Course I Still Love You” di Samudra Pasifik. Booster terakhir, B1069, mencatat sejarah dengan penerbangan ke-30 saat mendarat di kapal drone “A Shortfall of Gravitas” di Atlantik.
Kontribusi Terhadap Jaringan Starlink
Dengan tambahan 83 satelit baru, jumlah total unit Starlink yang beroperasi kini melebihi 9.850 satelit di orbit rendah. Data ini berdasarkan pelacakan oleh Jonathan McDowell, ahli pelacak satelit terkemuka. Peningkatan jumlah satelit sangat penting dalam memperluas jangkauan layanan internet komersial Starlink.
Starlink menawarkan solusi konektivitas internet broadband di wilayah yang sulit dijangkau atau sama sekali belum memiliki akses internet. Layanan ini mendukung komunikasi seluler via satelit dan menyediakan koneksi wifi dalam penerbangan di beberapa maskapai.
Pencapaian dan Rangkaian Misi Booster
Booster Falcon 9 model B1092 dan B1093 menunjukkan kinerja optimal dengan masing-masing menyelesaikan 10 dan 11 misi peluncuran. Di sisi lain, B1069 merupakan booster paling veteran dengan 30 misi peluncuran termasuk tugas untuk satelit Starlink dan misi komersial lainnya seperti CRS-24 dan NROL-69.
Untuk konteks, beberapa misi terkenal yang telah dilaksanakan oleh booster-booster ini meliputi:
- CRS-24, NROL-69, dan USSF-36 untuk B1092
- Opsi misi T1TL-B dan T1TL-C yang difokuskan pada Starlink untuk B1093
- Peluncuran kritis yang mencakup satelit GPS III-7 serta sejumlah misi Starlink oleh B1069
Dampak terhadap Industri Antariksa dan Internet Global
Peluncuran rutin oleh SpaceX memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam menjaga arsitektur megakonstelasi Starlink dengan pengiriman satelit berfrekuensi tinggi. Keberhasilan mendaratkan booster-roket kembali juga menegaskan tren penggunaan teknologi roket yang dapat digunakan ulang, mengurangi biaya peluncuran secara signifikan.
Dengan total 25 misi Falcon 9 yang tercatat pada bulan ini, SpaceX memperkuat dominasinya di industri peluncuran ruang angkasa komersial. Kegiatan intensif tersebut turut mempercepat akses global terhadap internet berkecepatan tinggi bagi populasi yang selama ini terbatas oleh infrastruktur jaringan.
Pendorong utama Starlink dan peluncuran booster Falcon 9 yang berhasil adalah bagian dari strategi luas SpaceX untuk menghubungkan dunia secara digital sekaligus meneguhkan posisi sebagai pemain utama dalam eksplorasi ruang angkasa dan teknologi satelit komunikasi.
