Donut Lab Buktikan Baterai Solid-State Bukan Superkapasitor, Tantangan Klaim Revolusioner Masih Terbuka

Author: Qoo Media

Donut Lab, startup asal Finlandia, kembali merilis hasil uji ketiga terkait baterai solid-state buatannya. Pengujian terbaru ini fokus menjawab apakah baterai tersebut sebenarnya adalah superkapasitor yang disamarkan. Uji ini disebut sebagai “self-discharge performance test” yang mengukur kemampuan baterai mempertahankan energi saat dalam keadaan diam.

Sebelumnya, saat perkenalan produk di Consumer Electronics Show, spesifikasi baterai Donut Lab menghebohkan industri baterai. Mereka mengklaim baterai solid-state dengan kapasitas energi 400 watt-jam per kilogram, masa pakai hingga 100.000 siklus, serta waktu isi daya sekitar lima menit. Klaim ini memicu spekulasi karena energi yang sama pernah dicapai oleh superkapasitor dari Nordic Nano, perusahaan terafiliasi yang kini menghapus data tersebut dari situs resminya.

Perbedaan Baterei dan Superkapasitor

Baterai dan superkapasitor memang keduanya menyimpan energi, tetapi prinsip kerjanya berbeda. Baterai mengandalkan reaksi kimia di dalam sel untuk menyimpan energi. Sedangkan superkapasitor menyimpan energi dalam medan listrik, memungkinkan pengisian dan pelepasan daya yang sangat cepat. Namun, superkapasitor memiliki kelemahan besar: energi yang tersimpan cepat hilang saat dalam keadaan menganggur.

Untuk membuktikan baterainya bukan superkapasitor, Donut Lab dan VTT Technical Research Centre of Finland mengisi baterai hingga kapasitas 50 persen. Selanjutnya, baterai dibiarkan tanpa digunakan selama 240 jam. Hasilnya, baterai hampir tidak kehilangan tegangan dan mempertahankan hampir 98 persen energi seperti saat pengisian awal. Ini menunjukkan karakteristik khas baterai, bukan superkapasitor yang biasanya kehilangan daya secara cepat.

Donald R. Sadoway, Profesor Emeritus Material Chemistry dari Massachusetts Institute of Technology, mengonfirmasi bahwa baterai Donut Lab bukan superkapasitor. Menurutnya, superkapasitor memang mampu memberikan lonjakan daya tinggi dalam waktu singkat, namun tidak bertahan lama. Sadoway menilai baterai Donut Lab menunjukkan perilaku menyimpan energi seperti baterai konvensional.

Kritik dan Keterbatasan Data

Meski demikian, Sadoway mengingatkan bahwa laporan uji tersebut masih terlalu umum dan kurang detail untuk menguatkan klaim revolusioner Donut Lab. Selain itu, hingga kini belum ada bukti lengkap yang membuktikan bahwa baterai ini memang solid-state secara nyata. Donut Lab memang merilis serangkaian uji laboratorium selama beberapa minggu, seperti pengisian penuh dalam waktu di bawah 10 menit dan pengujian suhu tinggi hingga 100 derajat Celsius. Namun, uji ini hanya sebagian kecil dan dilakukan dalam siklus terbatas.

Para ahli baterai yang diwawancarai InsideEVs juga menyatakan skeptisisme terhadap hasil uji laboratorium ini. Menurut mereka, pengujian baterai pada skala laboratorium dan jumlah siklus terbatas tidak dapat menggambarkan performa sebenarnya di penggunaan nyata. Agar dapat dianggap valid secara praktis, baterai tersebut harus menunjukkan performa konsisten dalam ribuan siklus pengisian dan pengosongan pada level modul atau paket baterai lengkap.

Fakta Penting dari Uji Donut Lab

  1. Baterai solid-state Donut Lab mampu menyimpan energi hingga 400 Wh/kg.
  2. Masa pakai yang diklaim mencapai 100.000 siklus pengisian.
  3. Waktu pengisian penuh baterai sekitar lima menit.
  4. Kapasitas energi tetap tersimpan hampir 98 persen setelah 240 jam tidak digunakan.
  5. Hasil uji mengonfirmasi bahwa baterai berfungsi seperti baterai, bukan superkapasitor.
  6. Belum ada bukti detail dan uji jangka panjang yang mendukung klaim teknologi solid-state yang benar.

Meski kampanye pemasaran Donut Lab terus berjalan dengan memberikan pembaruan tiap minggu, tantangan terbesar mereka adalah membuktikan secara transparan dan menyeluruh teknologi di balik baterai tersebut. Perusahaan harus menghadirkan data kredibel dan independen untuk meyakinkan industri dan publik bahwa inovasi mereka bukan sekadar klaim pemasaran.

Pengujian terbaru ini setidaknya menghapus keraguan bahwa baterai Donut Lab adalah superkapasitor yang diklaim meniru teknologi solid-state. Namun, perjalanan menuju pengakuan teknologi baterai revolusioner belum berhenti sampai di sini. Industri baterai dunia masih menanti bukti nyata dan data validasi lebih mendalam sebagai bukti bahwa Donut Lab benar-benar membawa terobosan baru.

Terbaru