
NASA baru saja mencatat tonggak penting dalam pengembangan pesawat supersonik dengan keberhasilan penerbangan perdana X-59 pada akhir Oktober. Pesawat eksperimen ini mengurangi kebisingan ledakan sonik dari tingkat mencengangkan 105 desibel seperti pada Concorde, menjadi hanya sekitar 75 desibel—setara suara pintu mobil tertutup keras di jalanan.
Larson, pilot uji coba, menerbangkan X-59 dari Palmdale ke Edwards Air Force Base, melakukan serangkaian tes kendali dasar. Hasilnya menunjukkan akurasi simulasi komputer selama 15 tahun sangat tinggi, membantu desain kendali penerbangan berfungsi tepat sasaran.
Desain Unik untuk Meredam Ledakan Sonik
Bentuk X-59 yang aneh bukan tanpa alasan. Hidung pesawat yang memanjang mencapai 38 kaki dirancang khusus untuk memecah gelombang kejut sebelum sampai ke tanah. Mesin diposisikan di atas sayap untuk mengarahkan gelombang suara ke atas, bukan ke bawah. Konsep ini bisa diibaratkan seperti seni lipat suara (acoustic origami) untuk mengurangi gangguan di wilayah permukiman.
Tiga Tahap Pengujian Menuju Regulasi Baru
Pengujian X-59 bakal dilangsungkan dalam tiga fase agar data kuat untuk menghapus larangan terbang supersonik di jalur darat yang sudah diberlakukan FAA sejak 1973.
- Fase pertama akan menguji pesawat pada kecepatan Mach 1,5 dan ketinggian 60.000 kaki selama tahun mendatang.
- Fase kedua menggunakan 125 stasiun perekaman otomatis yang disebar sepanjang 30 mil untuk merekam gelombang akustik secara ilmiah.
- Fase ketiga menguji langsung penerbangan di atas pemukiman untuk mengumpulkan tanggapan masyarakat terhadap kebisingan model baru.
Peter Coen, manajer integrasi misi, menegaskan bahwa upaya ini merupakan titik awal nyata setelah perjalanan panjang selama 15 tahun menyempurnakan teknologi.
Masa Depan Perjalanan Supersonik Komersial
Apabila pengujian komunitas menunjukkan hasil yang memuaskan, FAA dan otoritas penerbangan internasional berpotensi menetapkan standar baru untuk penerbangan supersonik pada tahun 2030. Pesawat komersial yang mengadopsi prinsip low-boom seperti X-59 bisa mulai beroperasi pada paruh kedua dekade 2030-an.
Dengan keberhasilan ini, perjalanan antar wilayah di Amerika Serikat yang sebelumnya memakan waktu puluhan jam bisa dipangkas menjadi hanya sekitar tiga jam. Regulasi yang menghambat supersonik terbang di jalur darat selama hampir lima dekade bisa tercabut.
Keberhasilan X-59 membuka peluang revolusioner dalam industri penerbangan global. Pasar supersonik yang beku sejak era pemerintahan Carter berpeluang bangkit kembali, menghadirkan era baru perjalanan udara cepat dan nyaman.
Selain itu, teknologi peredaman ledakan sonik dari X-59 menawarkan manfaat signifikan dalam mengurangi polusi suara, meningkatkan kualitas hidup masyarakat di jalur penerbangan dengan kecepatan tinggi.
Penerbangan supersonik damai tanpa gangguan kebisingan bukan lagi mimpi, melainkan langkah nyata yang tengah diuji di langit Amerika. NASA menunjukkan bahwa inovasi panjang dan riset mendalam mampu menghadirkan terobosan yang tak hanya memajukan ilmu penerbangan, tetapi juga mengubah cara manusia berkelana di udara secara fundamental.









