Para peneliti dari Cortical Labs berhasil menggabungkan biologi dan teknologi dengan memanfaatkan 800 ribu sel otak yang tumbuh dalam cawan petri untuk memainkan permainan Doom. Terobosan ini menjadi fenomena menarik yang mengejutkan dunia ilmiah sekaligus komunitas internet.
Cortical Labs, sebuah perusahaan bioteknologi asal Australia, memperlihatkan video pada platform YouTube yang memperlihatkan buktinya. Pada 2021, mereka sudah berhasil melatih 800.000 sel otak untuk bermain game Pong, dan kini telah maju ke Doom—menjadikan sistem mereka, CL1, sebagai komputer biologis pertama yang bisa menjalankan kode game.
Perbedaan Kompleksitas Antara Pong dan Doom
Menurut tim dari Cortical Labs, permainan Doom jauh lebih kompleks dibandingkan Pong. Pong memiliki hubungan langsung antara pergerakan bola dan dayung, sehingga input dan output berjalan linear. Sebaliknya, Doom memerlukan pengolahan yang lebih rumit untuk memahami lingkungan permainannya.
Untuk mengatasi hal ini, mereka menerjemahkan dunia digital game ke dalam bahasa listrik yang dipahami oleh neuron. Penggunaan microelectrode arrays membantu mereka untuk merangsang sekaligus membaca aktivitas listrik neuron secara real-time. Hal ini memungkinkan interaksi yang dinamis dan pelatihan perilaku sel otak agar bisa merespons permainan Doom.
Reaksi dan Respons dari Internet
Video inovatif ini segera viral dan mendapat beragam respons dari warganet. Sejumlah netizen memberi komentar dengan kagum dan penuh humor. Salah seorang pengguna menyarankan adanya kompetisi antara cawan petri dengan Digital Signal Processor (DSP) untuk melihat siapa yang lebih cepat mengalahkan permainan Doom. Ada pula yang menyebut pencapaian ini sebagai awal dari kisah seperti film Terminator.
Meski demikian, Cortical Labs memberi penegasan bahwa sel otak tersebut belum mampu menandingi kemampuan pemain manusia dalam waktu dekat. Ini menunjukkan bahwa meskipun terobosan ini sangat mengesankan, masih ada banyak perjalanan pengembangan yang harus ditempuh sebelum menerapkannya secara praktis.
Teknologi dan Metode yang Digunakan
Berikut beberapa poin penting terkait proses eksperimen:
- Sel otak yang digunakan berjumlah sekitar 800.000 dan ditumbuhkan di media khusus cawan petri.
- Microelectrode arrays (MEA) dipakai sebagai sarana komunikasi antara neuron dan komputer digital.
- Aktivitas listrik neuron dibaca dan dirangsang sebagai bahasa pengendali game.
- Sistem CL1 menjalankan kode digital dalam bentuk biologis untuk mengontrol permainan Doom.
Eksperimen ini membuka jalan baru bagi pengembangan komputer biologis yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan mekanisme otak asli. Potensi aplikasi kedepannya sangat luas, mencakup bidang riset otak, teknologi medis, hingga pengembangan interaksi otak-mesin yang lebih maju.
Dengan kemampuan untuk mempelajari dan menginterpretasi lingkungan digital secara biologis, sistem ini menjadi contoh nyata dari integrasi neurobiologi dan teknologi informasi. Penelitian berkelanjutan diharapkan dapat memperbaiki performa sistem agar bisa menangani problem solving yang lebih rumit di masa depan.
Terobosan dari Cortical Labs ini pun mengundang diskusi lanjutan mengenai etika dan batasan penelitian yang menggunakan jaringan sel otak hidup dalam konteks teknologi. Para ahli tetap memantau perkembangan ini secara seksama dengan harapan dapat memberi manfaat optimal tanpa menghilangkan nilai kemanusiaan.







