Hamadan Kota Tertua Dunia Dari Iran, Misteri Megah Kastil Seribu Ruang dan Warisan Abadi Ecbatana

Hamadan adalah salah satu kota tertua di dunia yang memiliki sejarah panjang sejak beberapa abad sebelum Masehi. Terletak di barat Iran, kota ini berdiri di kaki Gunung Alvand dengan tata kota yang membentuk alun-alun berbentuk bintang. Sejarahnya yang kaya membuat Hamadan dikenal sebagai kota kuno dan pusat kebudayaan penting yang terus hidup hingga saat ini.

Kota ini awalnya dikenal dengan nama Ecbatana dan didirikan oleh Deicos, raja pertama Kerajaan Media dari bangsa Iran kuno. Laman sejarah mencatat, pada abad ke-6 SM, Hamadan sudah menjadi ibu kota yang makmur dan megah. Sejarawan Yunani, Polybus, bahkan menyebutnya lebih kaya dan lebih cantik daripada kota-kota lain di zamannya. Istana-istana Ecbatana memiliki benteng kokoh yang berdiri di atas teras buatan tanpa tembok yang mengelilinginya.

Eksistensi Hamadan di Masa Lalu
Hamadan pernah menjadi pusat penting kerajaan Akhemenid antara tahun 430 hingga 355 SM. Kota ini juga dikenal sebagai lokasi kuil api Zoroaster pertama yang dibangun pada abad ke-6 SM. Selain itu, Hamadan menjadi pusat pembelajaran dan keilmuan Yahudi selama periode Talmud. Islam masuk ke Hamadan setelah penaklukan Arab pada 642 M, yang terjadi setelah kemenangan dalam Pertempuran Nahavand. Meski sempat hancur akibat invasi Mongol pada abad ke-13, Hamadan berhasil dibangun kembali di bawah Dinasti Safavid pada abad ke-16.

Beragam Situs Bersejarah di Hamadan
Hamadan menyimpan banyak titik peninggalan bersejarah yang mencerminkan warisan berbagai dinasti besar seperti Media, Akhemenid, Parthia, Sassanid, dan Islam. Salah satu situs yang paling terkenal adalah Hegmanateh, yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak Juli. Lokasi ini mendokumentasikan sisa-sisa peradaban kuno yang masih tampak lewat teks-teks dan reruntuhan.

Selain itu, ada juga Prasasti Akhemenid Ganjnameh yang diukir dalam tiga bahasa berbeda, yakni Elam, Babilonia, dan Persia kuno, di permukaan batu setinggi dua meter di Gunung Alvand. Prasasti tersebut berisi catatan silsilah raja-raja Akhemenid, termasuk Darius I dan Xerxes. Patung Singa Batu Parthia juga menjadi ikon penting yang menunjukkan pengaruh berbagai dinasti Iran di Hamadan. Patung ini memiliki panjang sekitar 2,5 meter dan lebar 1,5 meter, melambangkan kekuatan dan kejayaan masa lalu.

Iklim Hamadan yang Berbeda dengan Daerah Lainnya
Iklim di Hamadan cukup ekstrem dengan suhu yang bervariasi secara signifikan. Pada musim panas, suhu dapat mencapai 30 derajat Celsius, namun saat musim dingin suhunya turun drastis hingga mencapai -5 derajat Celsius. Bulan dengan curah hujan tertinggi rata-rata mencapai sekitar 315 mm, menjadikan musim semi sebagai periode basah. Sebaliknya, bulan-bulan musim panas merupakan waktu paling kering, khususnya pada bulan Juli.

Tokoh-Tokoh Penting dari Hamadan
Hamadan menghasilkan berbagai tokoh besar yang berpengaruh dalam sejarah Iran. Pendiri kota, Deicos, adalah raja pertama bangsa Media yang memiliki peran penting dalam pembentukan peradaban. Selain itu, terdapat Mandana, Ishtovigo, dan Cyrus Agung yang semuanya berkontribusi pada kejayaan dan perkembangan wilayah ini.

Setelah penyebaran Islam, Hamadan terus melahirkan sosok-sosok terkenal seperti Babe Taher, penyair abad ke-10 yang sangat dikenal di dunia sastra Iran. Khajeh Rashid al-Din Fazlulllah, ilmuwan, dokter, dan menteri pada abad ke-13, serta Mir Sayyid Ali Hamdani, seorang mistikus dan cendekiawan abad ke-14, juga berasal dari kota ini. Pada masa lampau, Hamadan merupakan salah satu titik persinggahan penting di Jalur Sutra, faktor yang sangat menunjang keuntungan ekonomi dan perkembangan perdagangan.

Kini, Hamadan dikenal sebagai pusat produksi dan penjualan karpet Persia yang mendunia. Hal ini sekaligus mencerminkan warisan budaya dan ekonomi yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Dari situs kuno hingga karya seni tradisional, Hamadan tetap menjadi saksi hidup perjalanan sejarah bangsa Iran dan dunia.

Sebagai salah satu kota tertua di dunia, Hamadan tidak hanya menawarkan warisan arkeologis dan sejarah yang kaya. Kota ini memperlihatkan bagaimana tradisi, budaya, dan peradaban kuno mampu bertahan dan berkembang meskipun banyak perubahan terjadi sepanjang waktu. Dengan berbagai situs bersejarah dan tokoh penting yang pernah menetap di sini, Hamadan tetap menjadi destinasi penting bagi para peneliti sejarah dan wisatawan yang ingin menelusuri akar peradaban dunia.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait

Back to top button