Di sebuah pabrik di South Carolina, Amerika Serikat, manusia dibayar untuk mengawasi robot pekerja sepanjang hari. Robot bernama Digit yang merupakan robot humanoid sedang diujicoba menjalankan tugas di jalur perakitan pabrik Schaeffler di Cheraw selama delapan jam setiap hari.
Digit mengoperasikan mesin press stamping dari dalam ruang kaca plexiglass agar dapat diawasi secara langsung oleh pekerja manusia. Robot ini belum mampu mendeteksi keberadaan manusia di sekelilingnya sehingga harus ditempatkan di dalam kandang khusus sesuai aturan pengamanan mesin.
Peran Pengawas Manusia di Era Robot
Peran manusia di sini bukan sebagai operator mesin, melainkan pengawas atau "babysitter" bagi robot. Tugas utama mereka adalah memastikan robot bekerja dengan lancar tanpa gangguan. Kondisi ini menunjukkan adanya fase transisi di mana teknologi robot belum sepenuhnya mandiri.
Menurut Courtney Baines, insinyur teknologi produksi di Schaeffler, masih banyak potensi penggunaan robot humanoid yang ingin dikembangkan di berbagai lini produksi. Namun, dampak kepegawaian manusia dalam jangka panjang masih harus dipantau lebih lanjut.
Biaya dan Efisiensi Robot dibandingkan Manusia
Biaya pengoperasian robot Digit saat ini berkisar antara 10 sampai 25 dolar per jam, tergantung bagaimana pabrik menerapkannya. Agility, perusahaan pembuat Digit, menargetkan menurunkan biaya operasi robot menjadi sekitar 2 sampai 3 dolar per jam dalam waktu dekat.
Sebagai perbandingan, upah minimum pekerja entry-level di pabrik Cheraw adalah sekitar 20 dolar per jam. Dengan potensi penurunan biaya robot yang signifikan, perusahaan mungkin akan lebih memilih robot jika harga sudah cukup kompetitif.
Doug Thompson, salah satu pekerja manufaktur lama di pabrik tersebut, menyatakan bahwa efisiensi adalah fokus utama industri manufaktur. Perkembangan robotik diprediksi akan terus berlangsung tanpa henti.
Implementasi Humanoid Robot di Industri Manufaktur
Selain Schaeffler, perusahaan lain seperti Xiami di Beijing juga telah berhasil mencoba menerapkan robot humanoid dengan pengawasan serupa. Robot-robot ini juga ditempatkan dalam kandang plexiglass, namun perkembangan teknologi berpeluang menghilangkan batasan fisik tersebut.
Hal ini memperlihatkan tren pesat adopsi robot humanoid dalam manufaktur global. Robot ini semakin mampu melakukan tugas-tugas yang sebelumnya hanya bisa dilakukan manusia, mengubah lanskap tenaga kerja di pabrik-pabrik.
Daftar Keunggulan dan Tantangan Robot Humanoid di Pabrik
- Keunggulan:
- Mampu bekerja tanpa lelah selama berjam-jam.
- Meminimalkan risiko keselamatan manusia dengan pengendalian isolasi.
- Potensi pengurangan biaya operasional jangka panjang.
- Tantangan:
- Keterbatasan kemampuan mendeteksi dan berinteraksi dengan manusia.
- Penempatan di ruang tertutup mengurangi fleksibilitas kerja.
- Dampak sosial dan ekonomi terhadap tenaga kerja manusia.
Perlu dipahami, peran manusia tidak hilang secara total, tetapi bergeser menjadi pengawas dan teknisi yang memantau performa robot. Tahap awal seperti ini juga penting untuk menjamin keselamatan serta kelancaran integrasi robot di lingkungan kerja.
Ke depan, jika teknologi robot bisa beradaptasi dan beroperasi bersama manusia tanpa batasan fisik, maka kehadiran robot humanoid menjadi semakin dominan. Namun, evolusi tersebut juga menuntut perhatian terhadap keseimbangan antara otomatisasi dan perlindungan tenaga kerja manusia agar industrialisasi berjalan berkelanjutan.









