Ethereum Bersiap Hadapi Ancaman Quantum, Upgrade Besar Ditargetkan Tuntas 2029

Ethereum Foundation menilai jaringan Ethereum senilai $260 miliar perlu mulai bersiap menghadapi ancaman komputasi kuantum sejak sekarang. Dalam roadmap baru yang dirilis, tim kuantum yayasan itu memperkirakan sejumlah peningkatan awal bisa selesai pada 2029 untuk memperkuat lapisan inti jaringan.

Peringatan ini datang bukan karena ancaman kuantum sudah terjadi, melainkan karena fondasi kriptografi blockchain dinilai akan rentan ketika komputer kuantum menjadi cukup kuat. Ethereum Foundation menegaskan bahwa pekerjaan teknis harus dimulai lebih awal agar jaringan tidak tertinggal saat risiko itu benar-benar muncul.

Mengapa quantum computing jadi perhatian serius

Komputasi kuantum dipandang sebagai ancaman nyata bagi sistem kriptografi yang dipakai blockchain, termasuk Ethereum dan Bitcoin. Secara teori, komputer klasik membutuhkan waktu sangat lama untuk menembus algoritma ini, namun komputer kuantum yang cukup maju dapat menghitung kunci privat jauh lebih cepat.

Para peneliti yang dikutip dalam referensi menyebutkan bahwa komputer kuantum berpotensi mengambil kendali dana dari sebuah dompet hanya dalam hitungan jam, bukan jutaan tahun seperti yang berlaku pada metode brute force di komputer tradisional. Ethereum Foundation juga menyatakan bahwa komputasi kuantum pada akhirnya akan mematahkan kriptografi kunci publik yang menjaga kepemilikan, autentikasi, dan konsensus di seluruh sistem digital.

Tahap awal perlindungan Ethereum

Yayasan Ethereum kini sudah membentuk tim khusus untuk menghadapi risiko ini. Tim tersebut merilis situs dan peta jalan teknis yang menjelaskan bagaimana beberapa kelompok pengembang menyiapkan jaringan agar lebih tahan terhadap ancaman kuantum.

Menurut penilaian internal tim, “cryptographically relevant” quantum computing belum akan hadir dalam waktu dekat, dan kemungkinan baru muncul dalam delapan hingga 12 tahun. Meski begitu, yayasan menilai transisi menuju perlindungan kuantum tidak bisa dilakukan secara mendadak karena perubahan pada protokol inti memerlukan waktu panjang dan pengujian berlapis.

Peta jalan itu juga menyebut bahwa jaringan pengembangan sudah mulai dipakai untuk menguji sebagian fungsi terkait quantum sejak Maret. Langkah ini penting agar pembaruan bisa diuji sebelum masuk ke jaringan utama.

Empat hard fork yang disiapkan

Ethereum Foundation mengusulkan empat hard fork sebagai bagian dari persiapan teknis. Setiap pembaruan punya fungsi berbeda, mulai dari keamanan validator hingga perlindungan jaringan lapisan dua.

  1. Fork “I”: menyiapkan public key yang aman terhadap serangan kuantum untuk validator jaringan.
  2. Fork “J”: menurunkan biaya gas untuk verifikasi tanda tangan quantum-safe.
  3. Fork “L”: meningkatkan kemampuan jaringan untuk mengekspresikan status blockchain ke dalam zero-knowledge proofs.
  4. Fork “M”: memberi perlindungan bagi jaringan layer-2 terhadap ancaman kuantum di masa depan.

Dua pembaruan pertama, “I” dan “J”, bahkan disebut sedang dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam Hegota fork yang diperkirakan hadir lebih lanjut tahun ini. Sementara itu, dua pembaruan lain diarahkan untuk memperkuat arsitektur Ethereum secara lebih luas.

Target 2029 dan dampaknya pada jaringan

Tim kuantum Ethereum Foundation menilai upgrade lapisan satu bisa rampung pada 2029. Namun migrasi penuh pada execution layer diperkirakan memerlukan beberapa tahun tambahan setelah tahap itu selesai.

Pernyataan resmi peneliti yayasan menegaskan, “Based on our team’s current assessment, layer 1 protocol upgrades could be completed by 2029, with full execution-layer migration taking additional years beyond that.” Artinya, target 2029 bukan akhir dari proses, melainkan tonggak awal sebelum migrasi menyeluruh selesai.

Tekanan yang juga dirasakan Bitcoin

Kekhawatiran serupa tidak hanya muncul di Ethereum. BlackRock sebelumnya secara eksplisit memasukkan komputasi kuantum sebagai faktor risiko dalam prospektus yang telah diamandemen untuk iShares Bitcoin Trust, sementara pengembang Bitcoin juga tengah menyiapkan proposal BIP360 untuk mengantisipasi risiko serupa.

Seorang peneliti komputasi kuantum, Pierre-Luc Dallaire-Demers, bahkan pernah memperkirakan bahwa komputer kuantum bisa memecahkan kriptografi Bitcoin dalam empat hingga lima tahun. Di sisi lain, para pengembang Bitcoin memakai pendekatan “prepared, not scared”, menandakan industri aset kripto kini bergerak dari sekadar wacana menuju langkah teknis yang lebih konkret.

Bagi Ethereum, roadmap kuantum ini menunjukkan bahwa keamanan jaringan senilai ratusan miliar dolar tidak lagi bisa bergantung pada asumsi lama. Dengan pengujian yang sudah berjalan dan hard fork yang mulai dirancang, pekerjaan besar untuk menyesuaikan Ethereum dengan era komputasi kuantum kini benar-benar sudah dimulai.

Exit mobile version