Panel surya selama ini dikenal sebagai sumber energi bersih yang membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, sebuah studi baru menunjukkan manfaatnya jauh lebih luas karena teknologi ini juga berkaitan langsung dengan penyelamatan nyawa manusia lewat perbaikan kualitas udara.
Penelitian tersebut menyoroti bahwa penggunaan panel surya tidak hanya berdampak pada penurunan emisi, tetapi juga memberi keuntungan besar bagi kesehatan masyarakat. Dalam data yang dianalisis, panel surya disebut mampu mencegah ratusan kematian dini akibat polusi udara yang berasal dari pembakaran energi fosil.
Panel surya dan angka kematian dini
Studi yang ditulis Minghao Qiudi dan timnya berjudul Imported Solar Photovoltaics Contributed to Health and Climate Benefits In the United States dan dimuat dalam jurnal One Earth meneliti data dari 2014 hingga 2022. Fokus riset ini mencakup kesehatan masyarakat, kualitas udara, iklim, serta dampak ekonomi dari penggunaan panel surya.
Hasilnya cukup mencolok karena peneliti menemukan panel surya mencegah 595 kematian dini yang terkait dengan buruknya kualitas udara akibat bahan bakar fosil. Temuan ini memperlihatkan bahwa transisi energi bukan hanya soal efisiensi listrik, tetapi juga soal menekan risiko kesehatan yang muncul dari polusi udara.
Bagaimana panel surya bisa menyelamatkan nyawa
Panel surya bekerja dengan menghasilkan listrik tanpa proses pembakaran, sehingga emisi polutan udara bisa ditekan. Saat listrik dari batu bara, minyak, atau gas digantikan oleh energi surya, jumlah partikel berbahaya dan gas pencemar di udara ikut menurun.
Inilah yang kemudian berdampak pada kesehatan manusia, terutama pada sistem pernapasan dan jantung. Udara yang lebih bersih berarti paparan terhadap polusi ikut turun, dan dalam jangka panjang hal itu dapat menekan angka kematian dini.
Berikut dampak utama yang disorot peneliti:
- Emisi karbon dioksida berkurang secara signifikan.
- Kualitas udara membaik di wilayah pengguna panel surya.
- Risiko kematian dini akibat polusi udara menurun.
- Manfaat kesehatan muncul bersamaan dengan manfaat iklim.
Dampak lingkungannya juga besar
Selain manfaat kesehatan, studi itu menemukan panel surya menekan emisi karbon dioksida hingga 178 juta ton. Angka ini setara dengan penggantian 305 terawatt-jam tenaga dari bahan bakar fosil, sehingga dampaknya terasa besar pada upaya pengendalian perubahan iklim.
NOAA mencatat kadar karbon dioksida di atmosfer saat ini sudah lebih dari 50 persen di atas level sebelum Revolusi Industri. Kondisi ini penting diperhatikan karena konsentrasi CO2 yang tinggi ikut memicu naiknya permukaan laut, perubahan pola cuaca, dan tekanan iklim lain yang makin terasa di banyak negara.
Manfaatnya tidak berhenti di satu wilayah
Tim peneliti juga menilai dampak panel surya tidak hanya dirasakan di negara bagian yang mengimpor teknologi itu, tetapi juga di wilayah sekitarnya. Polusi udara memang bisa menyebar lintas batas, dan udara bersih juga dapat memberi efek serupa ke area yang berdekatan.
Artinya, manfaat energi surya bersifat menular ke wilayah lain dalam arti positif. Saat satu wilayah beralih ke sumber energi bersih, daerah di sekitarnya ikut merasakan penurunan polusi dan beban kesehatan yang lebih rendah.
Makna ekonomi dari energi surya
Penelitian itu juga mencatat bahwa pada periode tertentu, manfaat finansial dari panel surya setara dengan sekitar setengah biaya panel itu sendiri. Pada 2020, nilai gabungan manfaat iklim dan kesehatan disebut mencapai 28 miliar dolar AS atau sekitar Rp475 triliun.
Temuan ini memberi sinyal kuat bagi pembuat kebijakan, pelaku industri, dan rumah tangga yang mempertimbangkan energi surya sebagai investasi jangka panjang. Selain menghemat biaya energi, panel surya juga menawarkan keuntungan sosial yang sulit diukur hanya dari tagihan listrik.
Peneliti menekankan bahwa kerja sama global tetap penting karena rantai pasokan energi surya yang sehat dapat mempercepat adopsi teknologi ini. Di tengah ketegangan geopolitik dan kebutuhan transisi energi yang makin mendesak, panel surya tampil bukan hanya sebagai solusi lingkungan, tetapi juga sebagai instrumen perlindungan kesehatan publik yang nyata.
Source: www.idntimes.com






