Gempa besar yang mengguncang New Madrid, Amerika Serikat, pada 16 Desember 1811 masih dikenang sebagai salah satu peristiwa seismik paling misterius dalam sejarah modern. Saat itu, warga tidak hanya merasakan guncangan kuat, tetapi juga melihat rangkaian kejadian ganjil yang membuat banyak orang menganggapnya sebagai tanda kiamat.
Di tengah malam dan dalam kondisi yang serba terbatas, orang-orang menyaksikan Sungai Mississippi seolah melambat lalu tampak berbalik arah. Lonceng gereja yang jauh, bahkan dari Boston, ikut terdengar berdentang tanpa sebab yang langsung bisa dijelaskan, sementara cahaya biru dan hijau muncul di langit tanpa disertai hujan atau badai.
Gempa yang Mengubah Cara Dunia Memahami Ancaman Bumi
Peristiwa New Madrid kemudian menjadi salah satu contoh penting bahwa gempa besar tidak selalu terjadi di batas lempeng tektonik. Anggota Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN) Daryono menyebut gempa itu sebagai gempa intralempal, yakni gempa yang terjadi di tengah lempeng benua.
“Gempa New Madrid adalah gempa intralempeng yang justru terjadi di tengah lempeng benua. Ini yang membuatnya unik sekaligus membingungkan pada masanya,” ujar Daryono, Sabtu (28/3/2026).
Pernyataan itu penting karena selama ini banyak orang lebih mengenal zona subduksi seperti di Indonesia, Jepang, atau Cincin Api Pasifik sebagai sumber gempa besar. Padahal, sejarah New Madrid menunjukkan wilayah yang tampak stabil pun masih menyimpan risiko yang serius.
Retakan Purba di Dalam Kerak Bumi
Sumber gempa New Madrid berada pada struktur geologi purba bernama Reelfoot Rift. Struktur ini terbentuk ratusan juta tahun lalu, saat benua Amerika Utara hampir terbelah.
Daryono menjelaskan, retakan purba itu ibarat luka lama di kerak bumi yang tidak benar-benar hilang. Meski tidak aktif seperti batas lempeng, zona ini tetap dapat menyimpan energi dan melepasnya kembali dalam skala besar ketika tekanan mencapai titik tertentu.
Kondisi seperti ini yang membuat gempa intralempeng sulit diprediksi dan kerap mengejutkan. Gempa besar bisa muncul di wilayah yang secara kasat mata tampak jauh dari sumber bahaya geologi yang lazim dikenali publik.
Mengapa Mississippi Seolah Berbalik Arah
Salah satu kisah paling terkenal dari gempa New Madrid adalah fenomena Sungai Mississippi yang tampak mengalir mundur. Secara ilmiah, peristiwa itu kini dipahami sebagai dampak deformasi dasar sungai akibat guncangan kuat.
“Permukaan tanah bisa terangkat atau turun secara tiba-tiba, sehingga aliran air tampak berubah arah,” kata Daryono.
Artinya, air tidak benar-benar melawan gravitasi secara permanen, tetapi bentuk permukaan tanah berubah sangat cepat saat gempa. Perubahan itu cukup untuk membuat arus sungai terlihat aneh bagi warga yang menyaksikannya langsung.
Tanah Memuntahkan Air dan Pasir
Selain sungai, warga juga melihat tanah mengeluarkan air dan pasir. Fenomena tersebut sekarang dikenal sebagai likuifaksi, yaitu kondisi ketika tanah jenuh air kehilangan kekuatannya akibat getaran kuat.
Saat likuifaksi terjadi, tanah yang semula padat dapat berubah seperti lumpur. Kondisi ini berbahaya karena bisa merusak bangunan, memiringkan fondasi, dan membuat permukaan tanah turun secara tiba-tiba.
Fenomena ini juga membantu menjelaskan mengapa banyak saksi mata pada 1811 merasa seolah permukaan bumi bergerak tak terkendali. Pada masa itu, belum tersedia pengetahuan geologi modern untuk menerangkan kejadian tersebut secara cepat dan meyakinkan.
Cahaya Misterius di Langit
Salah satu bagian paling dramatis dari cerita New Madrid adalah munculnya cahaya biru dan hijau di langit. Kini, para ilmuwan mengenal fenomena itu sebagai earthquake lights atau cahaya akibat gempa.
Daryono menyebut, tekanan ekstrem pada batuan dapat memicu kelistrikan alami yang tampak sebagai kilatan cahaya. “Gesekan dan deformasi batuan, terutama yang mengandung kuarsa, dapat menghasilkan muatan listrik yang terlihat sebagai cahaya,” ungkapnya.
Temuan ini menunjukkan bahwa sejumlah kisah yang dulu dianggap supranatural sebenarnya bisa dijelaskan melalui proses fisika dan geologi. Namun, penjelasan ilmiah itu tidak mengurangi besarnya dampak psikologis yang dialami masyarakat pada masa tersebut.
Mengapa Peristiwa Ini Masih Penting Dipelajari
Berikut beberapa alasan gempa New Madrid tetap relevan dalam riset kebencanaan modern:
- Gempa ini membuktikan bahwa wilayah di tengah lempeng pun bisa menghasilkan gempa besar.
- Fenomena aneh seperti sungai berbalik arah, likuifaksi, dan cahaya langit dapat dijelaskan lewat sains.
- Peristiwa ini memberi gambaran bahwa ancaman gempa tidak hanya muncul di daerah yang sudah dikenal aktif secara tektonik.
- Studi atas New Madrid membantu ilmuwan memahami potensi gempa intralempeng di berbagai belahan dunia.
- Catatan sejarahnya menjadi pengingat bahwa bencana besar sering kali datang dari wilayah yang dianggap aman.
Daryono menegaskan, gempa New Madrid harus dibaca sebagai peringatan bahwa stabil secara tampilan tidak selalu berarti aman dari bahaya geologi. “Ini pengingat bahwa ancaman gempa tidak hanya ada di tepi lempeng, tetapi juga bisa muncul di wilayah yang tampak aman,” tegasnya.
Pertanyaan yang Masih Belum Terjawab
Meski berbagai fenomena dari gempa 1811 kini sudah dijelaskan secara ilmiah, satu hal penting masih menjadi teka-teki besar, yaitu kapan kejadian serupa akan terulang. Dalam ilmu kegempaan, bagian ini memang paling sulit dipastikan karena proses akumulasi dan pelepasan energi tidak mengikuti jadwal yang bisa dibaca dengan pasti.
“Yang paling sulit dalam ilmu gempa adalah memprediksi waktu. Kita bisa memahami mekanismenya, tetapi kapan energi itu dilepaskan kembali, itu yang belum bisa dipastikan,” kata Daryono.
Karena itu, gempa New Madrid tetap dianggap bukan sekadar kisah lama tentang kiamat, melainkan pelajaran ilmiah tentang bumi yang terus bergerak di bawah permukaan. Dari sungai yang tampak berbalik arah hingga cahaya yang muncul di langit, semuanya kini menjadi bagian dari pemahaman modern tentang bagaimana planet ini menyimpan dan melepaskan energi secara tiba-tiba.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com