Buffy Fish-Owl atau Ketupa ketupu adalah salah satu burung hantu paling unik di Asia Tenggara karena tidak hanya memburu hewan darat, tetapi juga memangsa ikan. Spesies ini hidup di sekitar sungai, rawa, dan mangrove, sehingga sering disebut sebagai burung hantu pemangsa ikan yang sangat bergantung pada ekosistem perairan.
Keunikan itu membuat Buffy Fish-Owl berbeda dari kebanyakan burung hantu lain yang umumnya berburu tikus atau hewan kecil di daratan. Dengan tubuh besar, mata kuning yang mencolok, dan kebiasaan berburu pada malam hari, burung ini menjadi predator yang efektif sekaligus menarik untuk diamati.
Burung hantu yang piawai berburu di air
Buffy Fish-Owl dikenal sebagai pemburu yang ahli menangkap mangsa di dekat air. Mengutip The Owl Pages, burung ini kerap memangsa ikan, katak, dan hewan air lain yang hidup di sekitar sungai atau rawa.
Cara berburu burung ini juga khas. Ia biasanya bertengger di dahan rendah dekat permukaan air, lalu menyerang dengan cepat saat melihat mangsa bergerak, sementara cakar yang kuat membantunya mencengkeram ikan dari air.
Tubuh besar dengan kemampuan berburu yang kuat
Dari sisi fisik, Buffy Fish-Owl tergolong burung hantu berukuran besar dan bertubuh kokoh. Britannica menyebut panjang tubuhnya dapat mencapai sekitar 40–48 cm, dengan rentang sayap yang cukup lebar.
Ukuran ini memberi keuntungan saat berburu, terutama ketika harus menyambar mangsa di air yang bergerak cepat. Mata kuning besarnya juga membantu saat kondisi pencahayaan minim pada malam hari.
Hidup di habitat yang sangat spesifik
Habitat utama Buffy Fish-Owl berada di wilayah yang dekat dengan air, termasuk sungai, rawa, dan hutan mangrove. IUCN Red List menjelaskan bahwa lingkungan seperti ini menyediakan sumber makanan yang memadai bagi spesies tersebut.
Burung ini cenderung bertengger di pepohonan yang tumbuh di tepi perairan. Dari posisi itu, ia bisa mengawasi pergerakan mangsa sebelum menyergap dengan tepat sasaran.
Aktif pada malam hari
Seperti banyak burung hantu lain, Buffy Fish-Owl merupakan hewan nokturnal. Ia aktif berburu saat malam karena kondisi yang lebih gelap dan tenang memberi peluang lebih besar untuk mengintai mangsa.
National Geographic menyoroti bahwa penglihatan dan pendengaran burung hantu sangat tajam, termasuk pada kondisi minim cahaya. Kombinasi indera itu membuat Buffy Fish-Owl mampu mendeteksi gerakan kecil di permukaan air dan meresponsnya dengan cepat.
Persebaran yang luas di Asia Tenggara
Spesies ini memiliki sebaran yang cukup luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Persebaran tersebut menunjukkan bahwa Buffy Fish-Owl mampu beradaptasi pada berbagai kondisi tropis yang masih memiliki habitat perairan sehat.
Berikut ringkasan fakta penting tentang Buffy Fish-Owl:
| Fakta | Keterangan |
|---|---|
| Nama ilmiah | Ketupa ketupu |
| Habitat utama | Sungai, rawa, mangrove |
| Jenis mangsa | Ikan, katak, hewan air kecil |
| Ukuran tubuh | Sekitar 40–48 cm |
| Aktivitas | Nokturnal |
| Persebaran | Asia Tenggara |
Meski sebarannya luas, kelestarian spesies ini tetap bergantung pada kualitas habitat alaminya. Kerusakan hutan, hilangnya pohon tepi air, dan pencemaran sungai dapat mengganggu rantai makanannya sekaligus mengurangi peluang hidup Buffy Fish-Owl di alam liar.
Karena hidupnya sangat terkait dengan ekosistem perairan, keberadaan Buffy Fish-Owl juga menjadi penanda penting bagi kesehatan lingkungan sekitar sungai dan rawa. Saat habitatnya terjaga, predator malam yang satu ini bisa terus menjalankan perannya sebagai pemburu ikan yang khas di kawasan tropis Asia Tenggara.
Source: www.idntimes.com






