Dari Cere Hingga Gabus, 5 Ikan Ini Nyambi Hidup Di Selokan

Selokan sering dipandang sebagai saluran air kotor yang hanya membawa limbah rumah tangga dan air hujan. Padahal, di beberapa wilayah, selokan juga bisa menjadi ruang hidup bagi sejumlah ikan yang punya daya tahan tubuh luar biasa.

Ikan-ikan ini mampu bertahan karena adaptasi tertentu, mulai dari cara bernapas, jenis makanan, hingga kebiasaan hidup di air minim oksigen. Karena itu, keberadaan mereka sering mengejutkan warga, terutama saat selokan sedang surut atau sedang dibersihkan.

Mengapa Ikan Bisa Hidup di Selokan?

Selokan tidak selalu seragam kondisinya, karena ada yang masih mengalir, ada yang dangkal, dan ada pula yang tercampur lumpur. Dalam kondisi seperti ini, hanya ikan dengan ketahanan tinggi yang bisa bertahan.

Beberapa spesies bahkan dikenal mampu hidup di air keruh, tercemar, atau kandungan oksigennya rendah. Fakta inilah yang membuat selokan menjadi habitat tak biasa bagi ikan tertentu, meski lingkungan itu jauh dari ideal.

Lima Ikan yang Bisa Dijumpai di Selokan

  1. Ikan cere
    Ikan cere atau Gambusia affinis termasuk salah satu ikan paling umum ditemukan di selokan. Menurut FishBase, ukuran maksimumnya hanya sekitar 7 sentimeter, sehingga tubuh kecilnya memudahkan ikan ini bergerak di aliran air sempit.

Ikan ini kerap memakan jentik nyamuk dan invertebrata kecil lain. Asal alaminya berada di Amerika Utara dan Tengah, sehingga posisinya di Indonesia tergolong spesies introduksi dan berpotensi invasif.

  1. Ikan sapu-sapu
    Ikan sapu-sapu dikenal lewat tubuh ramping, sirip tajam, dan kulit keras yang membuatnya sulit dimangsa predator. Texas Invasives menyebut ikan ini sebagai spesies invasif yang bisa merusak lingkungan, menyebarkan penyakit, dan menekan satwa lokal.

Kemampuan bertahan hidupnya tinggi karena ikan ini bisa menyesuaikan diri di sungai, danau, rawa, hingga selokan yang tercemar. Namun, tidak semua sapu-sapu bersifat invasif, sebab ada juga jenis asli Indonesia yang hidup di habitat alami seperti hutan dan sungai tersembunyi.

  1. Ikan gabus
    Ikan gabus atau Channa striata mudah dikenali dari tubuh memanjang dan kepala datar. Animal Diversity Web menjelaskan bahwa ikan ini adalah predator yang memangsa banyak hewan, mulai dari ikan kecil, serangga, cacing, katak, hingga mamalia berukuran kecil.

Ikan gabus bisa hidup di air tawar, perairan payau, dan selokan keruh. Ukuran yang umum dijumpai berkisar 20 sampai 60 sentimeter, tetapi spesies ini bisa tumbuh hingga sekitar 1 meter.

  1. Ikan lele
    Ikan lele punya kemampuan adaptasi yang sangat terkenal karena bisa bertahan di air minim oksigen. Animalia mencatat, lele dapat bernapas dari udara, hidup di perairan hampir kering, dan bahkan mampu bergerak di daratan.

Makanan lele juga beragam, mulai dari ikan kecil, serangga, moluska, alga, tanaman air, hingga krustasea. Dalam konteks selokan, lele dumbo dan lele jawa sama-sama bisa dijumpai, meski preferensi habitatnya berbeda.

  1. Ikan sepat
    Ikan sepat dari genus Trichopodus lebih sering ditemukan di pedesaan atau selokan berair bersih, tetapi kadang juga muncul di selokan keruh. iNaturalist menyebut ukuran maksimal ikan ini sekitar 20 sentimeter, dengan ciri tubuh datar dan dua “rambut” panjang di bawah tubuhnya.

Ikan sepat berasal dari Asia Tenggara dan tersebar di Indonesia, Kamboja, Malaysia, Vietnam, hingga Thailand. Makanannya beragam, termasuk alga, cacing, dan udang kecil, sehingga ia cukup fleksibel dalam berbagai kondisi perairan.

Ciri Umum Ikan yang Bertahan di Selokan

IkanCiri utamaKebiasaan makanStatus di Indonesia
CereKecil, aktif, hidup berkoloniJentik nyamuk, invertebrata kecilIntroduksi
Sapu-sapuKulit keras, tahan kondisi burukAlga dan sisa organikAda yang invasif
GabusTubuh memanjang, predatorBeragam hewan kecilAsli Indonesia
LeleTahan oksigen rendah, suka lumpurOmnivoraAda yang asli, ada introduksi
SepatTubuh pipih, sirip seperti “rambut”Alga, cacing, udang kecilAsli Asia Tenggara

Selokan yang kotor memang bukan habitat ideal bagi ikan, tetapi beberapa spesies mampu bertahan karena tubuh yang kuat dan kemampuan beradaptasi yang tinggi. Di sisi lain, keberadaan ikan-ikan ini juga mengingatkan bahwa air yang tampak biasa di lingkungan perkotaan bisa menyimpan dinamika ekologi yang kompleks.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait

Back to top button