MacBook Neo menjadi salah satu produk Apple yang paling cepat terserap pasar pada 2026. Permintaan yang tinggi membuat perusahaan dikabarkan menaikkan target pengiriman global dari perkiraan awal 5 juta–6 juta unit menjadi 10 juta unit sepanjang tahun ini.
Lonjakan itu muncul setelah stok MacBook Neo di periode awal penjualan langsung habis. Apple kini harus menyesuaikan kapasitas produksi karena antusiasme konsumen jauh melampaui rencana awal distribusi.
Permintaan Melonjak di Luar Perkiraan Apple
Data dari laporan Bisnis.com menyebut MacBook Neo mengalami penjualan sangat kuat untuk periode April 2026. Perangkat yang dipasarkan di kisaran Rp12 juta–Rp13 juta itu laku keras di berbagai pasar dan membuat jadwal pengiriman mundur dari estimasi awal.
Executive Apple Tim Cook bahkan menegaskan bahwa sambutan pasar terhadap perangkat entry-level tersebut sangat besar. Ia mengatakan, “Kami mencatat pekan peluncuran terbaik yang pernah ada bagi pelanggan Mac pertama kali,” mengutip laporan 9To5Mac pada Jumat, 17 April 2026.
Kalimat Cook itu menunjukkan bahwa MacBook Neo tidak hanya menarik pembeli lama Apple. Produk ini juga berhasil menggaet konsumen baru yang sebelumnya belum pernah masuk ke ekosistem Mac.
Produksi Digenjot ke 10 Juta Unit
Apple disebut menyiapkan target pengiriman global hingga 10 juta unit pada 2026. Angka itu naik tajam dibanding estimasi awal internal perusahaan yang hanya berada pada rentang 5 juta sampai 6 juta unit.
Untuk mengejar permintaan, Foxconn dan Quanta sebagai mitra perakitan utama mulai memobilisasi kapasitas produksi. Kedua pabrikan asal Taiwan itu menerima pesanan tambahan dan harus mempercepat penyesuaian lini produksi.
Berikut ringkasan perubahan yang dilaporkan:
- Estimasi awal pengiriman: 5 juta–6 juta unit.
- Target baru pengiriman: 10 juta unit.
- Mitra produksi utama: Foxconn dan Quanta.
- Pemicu utama: permintaan pasar yang melampaui perkiraan awal.
Harga Murah Jadi Daya Tarik Utama
MacBook Neo menarik perhatian karena menjadi MacBook dengan harga paling rendah sejauh ini. Di tengah tren naiknya harga laptop dari banyak merek lain, strategi harga agresif Apple justru menjadi pembeda yang kuat.
Kondisi pasar juga ikut mendukung respons tersebut. Banyak produsen PC menaikkan harga produk mereka akibat kelangkaan chip RAM global, sehingga MacBook Neo tampil sebagai alternatif yang lebih terjangkau bagi konsumen.
Sebagai produk entry-level, posisi MacBook Neo sangat strategis. Perangkat ini tidak hanya menjangkau pengguna pelajar atau pekerja pemula, tetapi juga konsumen yang sebelumnya menunda membeli laptop Apple karena faktor harga.
Stok Masih Ketat, Pengiriman Mundur
MacBook Neo pertama kali diperkenalkan pada 4 Maret 2026 dan mulai tersedia di ritel pada 11 Maret 2026. Namun, stok pada masa peluncuran awal langsung habis dan hingga kini Apple belum sepenuhnya mengejar kebutuhan pasar.
Saat ini, situs resmi Apple masih menampilkan estimasi pengiriman antara 1 Mei hingga 8 Mei 2026. Waktu tunggu itu berlaku untuk semua warna serta dua opsi penyimpanan, yakni 256GB dan 512GB.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permintaan belum disuplai secara stabil. Di sisi lain, situasi ini juga menandakan Apple masih berada dalam fase penyesuaian produksi setelah melihat skala minat pasar yang sesungguhnya.
Tantangan Komponen dan Chip A18 Pro
Laporan Economic Daily News menyebut salah satu kendala utama ada pada ketersediaan chip A18 Pro. Chip itu merupakan hasil penyortiran dan jumlahnya disebut masih sangat terbatas untuk mendukung produksi massal.
Batas pasokan komponen ini membuat Apple berada dalam pilihan yang tidak mudah. Perusahaan bisa menghidupkan lagi lini produksi chip A18 Pro yang sebelumnya dihentikan, atau mempercepat penggunaan chip A19 Pro dalam skema produksi berikutnya.
Kendala semacam ini penting karena memengaruhi skala distribusi global. Jika suplai chip tidak stabil, Apple berisiko terus menghadapi keterlambatan pengiriman meski permintaan pasar tetap tinggi.
Dampak ke Pasar Laptop Global
Kehadiran MacBook Neo dinilai akan memengaruhi persaingan notebook di segmen harga bawah. Strategi harga Apple yang lebih agresif memberi tekanan tambahan bagi laptop Windows PC dan Google Chromebook.
Persaingan di kelas entry-level selama ini bertumpu pada harga, efisiensi, dan ketersediaan stok. Dengan MacBook Neo yang menawarkan pintu masuk lebih murah ke ekosistem Apple, peta pasar berpotensi bergeser jika pasokan bisa terus ditingkatkan.
Bagi Apple, momentum ini penting karena menyentuh basis pengguna baru. Jika produksi 10 juta unit benar-benar tercapai, MacBook Neo bisa menjadi salah satu penggerak pertumbuhan Mac paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Source: teknologi.bisnis.com






