IKN Dorong Robotika di Sekolah, Siapkan Siswa Hadapi Era Digital

Otorita Ibu Kota Nusantara atau IKN mulai mendorong pengembangan ekstrakurikuler robotika di sekolah-sekolah yang berada di wilayah ibu kota baru. Program ini menyasar kawasan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di era digital.

Langkah tersebut muncul seiring kebutuhan sekolah untuk membekali siswa dengan pemahaman teknologi sejak dini. Guru SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara, Ayu Desi Wilujeng, menilai pengenalan robotika penting agar peserta didik siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.

Pelatihan Guru Jadi Fondasi Program

Program ekstrakurikuler robotika tidak langsung berjalan di kelas, tetapi dimulai dari pelatihan guru. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN, Tonny Agus Setiono, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru secara teori dan praktik.

Pendekatan itu diharapkan membuat sekolah lebih siap membentuk kegiatan robotika yang berkelanjutan. Tonny juga menyebut peserta didik disiapkan agar bisa mengikuti berbagai kompetisi melalui program tersebut.

Perangkat Belajar Disiapkan untuk Praktik

Otorita IKN turut menyediakan perangkat pembelajaran untuk mendukung kegiatan siswa di sekolah. Peralatan yang disalurkan meliputi toolkit, trainer kit, serta dua jenis robot, yakni wall follower dan transporter.

Fasilitas itu digunakan agar siswa tidak hanya mengenal konsep robotika secara teori, tetapi juga dapat langsung mempraktikkannya. Program ini melibatkan 13 sekolah menengah pertama serta tujuh sekolah menengah atas dan madrasah aliyah di wilayah delineasi IKN.

Pendampingan Empat Bulan Bersama Perguruan Tinggi

Penguatan program juga dilakukan melalui pendampingan intensif selama empat bulan. Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, mengatakan pendampingan itu dilakukan bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Politeknik Negeri Samarinda.

Keterlibatan perguruan tinggi dinilai penting untuk menjaga mutu pelaksanaan program di sekolah. Dengan pendampingan tersebut, guru mendapatkan dukungan saat menerapkan materi robotika di lingkungan belajar masing-masing.

Mendorong Pola Pikir Inovatif dan Adaptif

Agung menegaskan bahwa robotika tidak hanya menyentuh kemampuan teknis siswa. Menurut dia, kegiatan ini juga membantu membentuk pola pikir inovatif, kolaboratif, dan adaptif yang dibutuhkan dalam menghadapi perubahan teknologi.

Arah kebijakan itu sejalan dengan kebutuhan pembangunan SDM di kawasan IKN yang menempatkan teknologi sebagai salah satu unsur penting. Di sekolah, robotika diposisikan sebagai sarana pembelajaran yang lebih luas, bukan sekadar kegiatan tambahan, karena memberi ruang bagi siswa untuk berlatih problem solving dan kerja tim secara langsung.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version