Panel Surya Di Atas Kanal, Janjikan Air Hemat Dan Listrik Raksasa Namun Mahal

California sedang menguji ide yang bisa mengubah dua masalah besar sekaligus: krisis air dan kebutuhan energi. Menutup saluran irigasi dengan panel surya berpotensi menghasilkan listrik bersih dalam skala besar sambil menekan kehilangan air akibat penguapan.

Studi dari University of California memperkirakan penutupan sekitar 4.000 kilometer kanal dengan panel surya dapat menghasilkan 13GW listrik per tahun dan menghemat 63 miliar galon air. Jumlah air itu disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga lebih dari dua juta orang setiap tahun.

Hasil awal dari proyek percontohan

Uji coba skala kecil bernama Nexus dibangun untuk melihat apakah konsep ini benar-benar bekerja di kondisi nyata. Instalasi 1,6 megawatt itu berada di kanal yang dioperasikan Turlock Irrigation District.

Setelah satu musim irigasi penuh, bagian kanal yang tertutup panel menunjukkan penurunan penguapan sebesar 50 hingga 70%. Pertumbuhan alga juga turun 85%, yang dapat menekan biaya perawatan kanal dan pembersihan pompa air.

Naungan panel turut menjaga suhu panel lebih rendah dibandingkan instalasi di darat. Kondisi itu meningkatkan output listrik sekitar 2,5 hingga 5%.

Mengapa California tertarik

California memiliki jaringan kanal yang luas dan berada di wilayah yang rutin menghadapi kekeringan berat. Dalam skema ini, listrik juga dihasilkan tepat di lokasi kebutuhan pertanian, sehingga mengurangi rugi transmisi dari ladang surya yang jauh di gurun.

Dari sudut pandang lain, konsep ini juga relevan untuk kebutuhan pusat data. Kanal yang ditutupi panel bisa menghasilkan daya bersih di tempat yang dibutuhkan, mengurangi kebutuhan jalur transmisi baru, dan menyisakan air hasil penghematan penguapan untuk pendinginan.

Satu pusat data dapat memakai jutaan galon air setiap tahun. Dengan demikian, air yang tidak hilang ke atmosfer dapat dipakai untuk kebutuhan yang lebih produktif.

Biaya tetap menjadi hambatan utama

Meski manfaatnya besar, proyek semacam ini masih menghadapi perlawanan. Tantangan terbesar ada pada biaya, karena kanal top solar memerlukan struktur baja berat yang membentang di atas lebar saluran air.

Struktur penopang itu saja dapat menyumbang hingga 40% dari total biaya proyek. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan ladang surya konvensional di atas tanah.

Kritikus juga menilai kanal dirancang untuk distribusi air, bukan sebagai fondasi infrastruktur industri. Mereka menyoroti bahwa akses rutin untuk pengerukan sedimen dan perbaikan akan menjadi jauh lebih rumit jika kanal tertutup panel di atasnya.

Sebagian pihak lain menyebut California masih memiliki banyak lahan gurun murah untuk panel surya biasa. Pilihan itu memang lebih sederhana dan lebih murah, tetapi tidak membantu menghemat air di negara bagian yang telah kehilangan 40% alokasi Sungai Colorado pada tahun ini.

Pertimbangan lingkungan dan langkah berikutnya

Penghematan air tidak selalu berarti tanpa konsekuensi. Menutup kanal dapat berdampak kecil terhadap kelembapan lokal, tetapi juga bisa mengganggu ekosistem perairan dengan menurunkan kadar oksigen terlarut.

Karena itu, Nexus terus mengumpulkan data untuk menilai apakah California layak memperluas konsep ini. Keputusan akhirnya akan bergantung pada apakah manfaat energi dan air lebih besar daripada trade-off ekologis dan operasionalnya.

Berita Terkait

Back to top button