8 Mei Hari Keledai Sedunia, 7 Kemampuan Keledai yang Diam-Diam Jauh Lebih Cerdas

Setiap 8 Mei, perhatian dunia tertuju pada Hari Keledai Sedunia atau World Donkey Day. Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga ajakan untuk melihat keledai sebagai hewan yang selama ini banyak membantu kehidupan manusia.

Di balik citra yang kerap dianggap lamban dan keras kepala, keledai justru menyimpan kemampuan yang mengejutkan. Sejumlah studi dan lembaga seperti Britannica, Animal Diversity, NSW Government, hingga Open Sanctuary Project menunjukkan bahwa hewan ini punya kecerdasan, daya tahan, dan kemampuan sosial yang kuat.

Berpikir sebelum bertindak

Salah satu kemampuan paling menonjol dari keledai adalah kebiasaannya menilai situasi sebelum bereaksi. Saat melihat tanda bahaya, keledai kerap diam sejenak alih-alih langsung kabur.

Sikap itu sempat disalahartikan sebagai keras kepala, padahal sebuah studi di Applied Animal Behavior Science pada 2021 menemukan bahwa keledai membuat keputusan berdasarkan penilaian risiko. Open Sanctuary Project menjelaskan bahwa pola ini berkaitan dengan evolusi keledai di alam liar.

Daya ingat yang tajam

Keledai juga dikenal memiliki ingatan yang sangat kuat. Britannica menyebut keledai bisa mengingat tempat, arah, orang, perintah, dan peristiwa.

Jika pernah melewati suatu jalan, keledai dapat mengenalinya lagi di kemudian hari. Ia bahkan bisa menemukan tujuan dan pulang tanpa petunjuk tambahan, selama jalur itu pernah dikenali sebelumnya.

Mampu menyampaikan emosi

Keledai bukan hewan yang pasif secara emosional. Studi yang dilansir Sec. Animal Behavior and Welfare pada 2025 menunjukkan bahwa keledai mengekspresikan rasa sakit melalui perubahan ekspresi wajah.

Selain lewat wajah, bahasa tubuh keledai juga cukup jelas. Telinga yang ditarik ke belakang menandakan marah, telinga tegak ke depan menunjukkan kewaspadaan, dan kibasan ekor yang cepat bisa berarti ia sedang jengkel.

Tahan di medan sulit

Secara fisik, keledai punya tubuh yang dirancang untuk bertahan di lingkungan berat. Animal Diversity menyebut keledai liar Afrika hidup di wilayah gurun dan pegunungan dengan curah hujan rendah serta suhu yang keras.

Kuku keledai lebih kecil dan sempit, sehingga lebih mendukung keseimbangan daripada kecepatan. Struktur itu membuatnya mampu membawa beban berat di medan berbatu dengan pijakan yang mantap.

Keledai liar Afrika juga dikenal tahan terhadap dehidrasi tinggi, bahkan hingga 30 persen menurut Edge of Existence. Saat mendapat akses air, hewan ini dapat memulihkan kehilangan cairan dalam waktu singkat.

Berani menghadapi ancaman

Meski tampak tenang, keledai bisa sangat agresif saat terancam. Keledai adalah hewan teritorial dan kerap bertarung dengan sesamanya untuk mempertahankan wilayah.

Di alam liar, ancamannya datang dari predator seperti singa, singa gunung, serigala Etiopia, rubah, dan koyote. Karena itu, keledai memiliki naluri pertahanan diri yang kuat dan tidak ragu menggigit, menendang, atau mengejar ancaman.

Bisa menjadi penjaga ternak

Sifat teritorial itu membuat keledai punya potensi sebagai penjaga hewan ternak. Dengan pelatihan yang tepat, keledai dapat membantu melindungi hewan lain dari gangguan atau bahaya.

NSW Government menyebut keledai memiliki bidang pandang hampir 360 derajat untuk mendeteksi bahaya. Kemampuan ini membantu keledai memberi peringatan kepada kawanan dan hewan di sekitarnya.

Sosial dan dekat dengan manusia

Di sisi lain, keledai juga hewan sosial yang suka berinteraksi. Animalia mencatat bahwa keledai bisa memberi efek menenangkan pada hewan lain, termasuk anak kuda yang baru disapih.

Keledai juga kerap digunakan untuk mendampingi hewan yang lemah atau terluka agar stresnya berkurang. Dengan pelatihan yang baik, keledai bahkan bisa menjadi teman bagi anak-anak dengan keterbatasan mental dan fisik.

Dalam kawanan, keledai suka saling menyentuh moncong dan bersandar satu sama lain. Mereka juga merespons perlakuan lembut dan dapat membentuk ikatan kuat dengan pawangnya, tanda adanya kecerdasan emosional pada hewan ini.

Source: www.idntimes.com

Terkait