7 Hewan yang Tak Gentar Api, Dari Beruang Hingga Ular yang Justru Mendekat

Api bukan selalu menjadi penghalau bagi satwa liar. Pada beberapa spesies, cahaya, panas, asap, atau keberadaan manusia di sekitar api justru memicu rasa penasaran dan membuat mereka mendekat.

Fenomena ini menarik karena memperlihatkan bahwa respons hewan terhadap api tidak seragam. Sebagian hewan menghindar, tetapi sebagian lain membaca api sebagai tanda adanya makanan, tempat hangat, atau peluang bertahan hidup.

Beruang hitam dan rakun sama-sama tertarik pada area sekitar api

Beruang hitam sering diasumsikan menjauh karena ada api unggun di dekat permukiman. Namun, hewan ini sebenarnya lebih waspada terhadap manusia, dan justru bisa mendatangi api karena mengira ada makanan di sana.

Rakun menunjukkan pola yang mirip. Hewan cerdas ini tahu manusia kerap membawa makanan, sehingga mereka tertarik ke rumah, kantor, pinggiran kota, hingga kamp hutan.

Saat melihat api atau cahaya, rakun bisa mendekat karena menduga ada manusia di lokasi itu. Bagi rakun, peluang mendapatkan makanan menjadi alasan utama untuk mendekat.

Kucing, serigala, dan ular punya respons yang lebih hati-hati

Kucing mungkin menghindari kobaran api yang besar, tetapi api kecil sering memancing rasa ingin tahu. Lilin, misalnya, bisa membuat kucing mengamati dari dekat dan mencoba menyentuhnya dengan cakar atau moncong karena tertarik pada gerakan dan cahaya yang berkedip.

Serigala juga tidak selalu gentar pada api unggun. Mereka menunjukkan campuran rasa ingin tahu dan kewaspadaan, lalu mendekat perlahan sambil berjalan melingkar untuk menilai situasi.

Perilaku serigala juga dipengaruhi arah angin dan tingkat kebisingan. Dalam banyak kasus, serigala bahkan justru mendekati sumber kebakaran.

Ular punya alasan berbeda lagi. Sebagai hewan berdarah dingin, ular mencari titik hangat untuk membantu memanaskan tubuh, sehingga tidak aneh jika ada ular menghangatkan diri di dekat api unggun.

Meski begitu, ular tetap akan menghindar jika terjebak kebakaran hutan. Jika api menyebar terlalu cepat, ular akan bersembunyi di bawah tanah sampai situasi aman.

Serangga juga ada yang justru mengejar api

Di antara hewan yang tidak takut api, kumbang api termasuk yang paling unik. Serangga ini menyukai api dan akan mendatangi kebakaran hutan untuk bertelur di pohon serta tanah yang terbakar.

Sebagian kumbang api bahkan menempuh jarak hampir 80 km untuk mencapai sumber api. Mereka juga mampu menyelinap di antara kobaran api, seolah bergerak mengikuti jalur yang paling aman.

Lalat tertentu juga punya perilaku serupa. Lalat dari genus Microsania, yang dikenal sebagai smoke flies, justru menyukai asap dan terbang mendekati sumber api saat hewan lain kabur.

Lalat ini membentuk kawanan di atas sisa pembakaran. Mereka disebut mampu menavigasi api aktif dengan indera yang luar biasa.

Mengapa api tidak selalu berarti bahaya bagi semua hewan

Respons berbeda ini menunjukkan bahwa api punya makna yang berlainan bagi tiap spesies. Ada yang melihatnya sebagai tanda makanan, ada yang memanfaatkannya untuk bertelur, dan ada pula yang mencari panas di sekitarnya.

Manusia sendiri telah mengendalikan api selama lebih dari 400.000 tahun. Sejak lama, api dipakai untuk memasak, berburu, membuat sesuatu, dan menakut-nakuti binatang buas.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua hewan tunduk pada efek itu. Beberapa justru sudah beradaptasi untuk membaca api sebagai bagian dari lingkungan yang bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait

Back to top button