
Walrus jarang terlihat seperti penghuni Arktik pada umumnya. Tubuhnya gempal, gadingnya panjang, dan suaranya keras, sehingga hewan ini langsung menonjol di antara es, air gelap, dan bongkahan beku di utara.
Di balik penampilan nyentriknya, walrus punya serangkaian adaptasi yang membuatnya tetap bertahan di lingkungan ekstrem. Dari lapisan lemak tebal hingga kumis sensitif, setiap bagian tubuhnya punya fungsi yang sangat spesifik.
Gading yang ternyata gigi
Salah satu ciri paling mudah dikenali dari walrus adalah gading putih yang menjuntai. Gading itu sebenarnya adalah dua gigi taring, dan baik walrus jantan maupun betina sama-sama memilikinya.
Rata-rata walrus memiliki 18 gigi, tetapi gading jantan cenderung lebih panjang dan lurus dibandingkan betina. Gading jantan dapat tumbuh hingga 39 inci, sedangkan gading betina mencapai 31,5 inci, dengan berat rata-rata 11–15 pon per gading.
Fungsinya bukan sekadar untuk makan. Walrus memakai gading untuk menunjukkan dominasi, membantu mengangkat tubuh dari air ke atas es atau pantai berbatu, serta berkelahi dan mempertahankan diri saat musim kawin.
Mesin hidup di perairan beku
Tubuh walrus didominasi lemak yang bisa mencapai sepertiga massa tubuhnya. Lapisan ini menjadi pelindung utama agar mereka tetap hangat saat berenang di perairan Arktik yang sangat dingin.
Dengan lemak setebal hingga 15 cm, walrus dapat bertahan pada suhu serendah -35C. Kulit berkerut mereka juga membantu mengurangi sirkulasi darah di air dingin, sehingga kehilangan panas bisa ditekan.
Walrus bahkan bisa mengontrol aliran darah ke anggota tubuhnya ketika perlu. Saat suhu terlalu ekstrem, mereka akan naik ke bongkahan es terdekat untuk menghemat energi.
Bisa tidur sambil mengapung
Walrus punya kebiasaan tidur sambil mengapung di air dingin. Kebiasaan itu dimungkinkan oleh kantung faring di tenggorokan mereka yang dapat mengembang dan membuat tubuh tetap mengapung secara vertikal.
Pola tidur walrus juga tidak biasa. Mereka bisa bertahan hingga 84 jam tanpa tidur jika perlu, tetapi pada kesempatan lain mereka dapat beristirahat sampai 20 jam berturut-turut setelah aktivitas yang menguras energi.
Ada dua subspesies utama
Walrus terbagi menjadi dua subspesies, yaitu walrus Atlantik dan walrus Pasifik. Walrus Atlantik pernah tersebar dari Arktik Kanada tengah ke timur hingga Laut Kara, lalu ke utara hingga Franz Josef Land dan ke selatan hingga Nova Scotia, Kanada.
Saat ini, enam populasi walrus Atlantik masih diakui berdasarkan pertukaran genetik dan pemisahan geografis. Beberapa populasi dimiliki bersama oleh Kanada dan Greenland, sementara populasi Svalbard-Frans Josef Land dibagi oleh Norwegia dan Rusia.
Walrus Pasifik juga terbagi ke dalam dua populasi yang diakui. Satu berada di Laut Laptev Rusia, sedangkan satu lagi terbagi antara Rusia dan Alaska di Laut Bering dan Chukchi.
Hidup berkelompok dan sangat berisik
Walrus menghabiskan sebagian besar waktunya dalam kawanan besar. Jumlahnya bisa puluhan, ratusan, bahkan ribuan individu, sehingga kehidupan sosial menjadi bagian penting dari perilaku mereka.
Walrus jantan sering membentuk kelompok terpisah saat musim non-kawin. Sementara itu, walrus betina dan anaknya tetap bersama untuk perlindungan dan menjaga ikatan sosial.
Komunikasi vokal juga menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka. Walrus jantan menghasilkan suara keras seperti lonceng di bawah air saat musim kawin untuk menarik betina dan menegaskan dominasi, dan suara kawanan ini dapat terdengar dari jarak lebih dari satu mil.
Kumis yang jadi alat pencari makan
Walrus lebih suka memakan moluska bivalvia. Untuk menemukannya, mereka menyelam di perairan dangkal lalu mencari di dasar laut dengan vibrissa atau kumis yang sangat sensitif.
Mereka memiliki 400–700 bulu kaku di moncong yang membantu mendeteksi makanan terkubur. Vibrissae ini bisa tumbuh hingga sepanjang satu kaki, tetapi biasanya menjadi lebih pendek karena bergesekan dengan pasir dan batu.
Saat menemukan mangsa, walrus menutup segel dengan bibirnya dan menggunakan lidah untuk menghasilkan vakum. Cara itu membantu mereka menghisap daging langsung dari cangkangnya dengan efisien.
Source: www.idntimes.com








