Lunar Outpost Tak Cuma Bikin Rover, Mereka Ingin Membangun Fondasi Kehidupan Di Bulan

Lunar Outpost tidak sekadar ingin membuat rover bulan berikutnya. Perusahaan asal Colorado itu sedang membangun posisi sebagai penyedia infrastruktur lunar, dengan Pegasus sebagai langkah awal yang paling terlihat.

Sinyal ambisi itu sudah muncul dari portofolionya yang makin padat. Lunar Outpost telah membuat rover Eagle, mengirim mini-rover robotik ke bulan lewat lander komersial, dan bahkan melahirkan kit Lego yang terinspirasi dari keduanya.

Bulan ini, perusahaan mengumumkan pendanaan $30 juta untuk mengembangkan Pegasus, rover yang lebih kecil dari Eagle. Dari konsep yang dibagikan perusahaan, Pegasus tampak lebih ramping dan menyerupai “moon buggy” NASA pada era Apollo.

Pegasus dan target misi berikutnya

Lunar Outpost menargetkan Pegasus dikirim pada akhir 2027. Pendaratan ke bulan dijadwalkan pada 2028, mengikuti timeline terbaru NASA untuk Artemis 4.

Langkah ini datang saat perusahaan sudah mengantongi lebih banyak misi rover bulan daripada gabungan perusahaan komersial lain. Itu membuat Lunar Outpost berada di posisi yang unik dalam pasar kendaraan penjelajah bulan yang masih berkembang.

Namun, perusahaan menegaskan bahwa rover hanyalah satu bagian dari strategi yang lebih besar. Lunar Outpost ingin membangun ekosistem infrastruktur di bulan, sekaligus robot-robot yang akan merakitnya.

Fokus pada infrastruktur, bukan sekadar eksplorasi

Vice President of Strategy Lunar Outpost, Michael Moreno, mengatakan perusahaan melihat dirinya sebagai lunar infrastructure company. Ia menekankan bahwa basis bulan tidak akan dibangun hanya oleh astronaut.

Menurut Moreno, pekerjaan itu akan dijalankan oleh tenaga robotik otonom. Ia menyebut ini sebagai keahlian utama Lunar Outpost.

Dalam penjelasannya, rover milik perusahaan ditujukan untuk konstruksi infrastruktur otonom, perbaikan permukaan bulan, pembangunan landasan lepas landas dan mendarat, penyimpanan energi, dan habitat. Semua itu diposisikan sebagai kebutuhan dasar untuk kehadiran manusia yang permanen di bulan.

MAPP, misi berawak, dan peran baru rover

Di luar Pegasus, Lunar Outpost juga terus mengembangkan MAPP, singkatan dari Mobile Autonomous Prospecting Platform. Mini-rover robotik pertamanya tidak sempat menjelajah bulan karena lander Intuitive Machines Athena terguling saat mendarat pada Maret 2025.

Meski begitu, perusahaan mengatakan empat misi MAPP lain sudah masuk rencana. Salah satunya akan terlibat dalam Artemis 4, yang akan menjadi kembalinya manusia ke permukaan bulan jika semuanya berjalan sesuai rencana.

Moreno mengatakan Lunar Outpost akan memasangkan MAPP rover dengan astronaut Artemis pada misi itu. Ia menyebutnya sebagai pertama kalinya dalam sejarah astronaut bekerja berdampingan dengan rover di bulan.

Perusahaan juga membayangkan rover MAPP bergerak bersama astronaut Artemis untuk mempelajari sifat permukaan bulan. Mereka akan membantu mengkarakterisasi regolith lunar dan memahami karakteristik material itu untuk mendukung tujuan sains dan membuka jalan bagi eksplorasi berikutnya.

Peluang besar di pasar bulan

Dorongan Lunar Outpost terjadi di tengah nilai ekonomi yang besar untuk pengembangan rover bulan generasi baru. NASA menyebut putaran kontrak lunar terrain vehicle terbarunya bernilai total $4.6 miliar hingga 2039.

Namun, Moreno menegaskan bahwa misi perusahaan bukan sekadar mengejar peluang bisnis dari gelombang investasi itu. Ia mengatakan dorongan kembali ke bulan sudah lama menjadi aspirasi manusia, dan bulan juga dipandang sebagai titik awal eksplorasi ruang angkasa dalam.

Dalam pandangan Lunar Outpost, langkah ke bulan adalah awal dari sesuatu yang lebih besar. Perusahaan melihatnya sebagai bagian dari jalan untuk menjadikan manusia spesies multi-planet.

Terkait