Korban Meninggal Topan di Madagascar Capai 38, 12.000 Jiwa Mengungsi dan Ribuan Rumah Hancur

Sedikitnya 38 orang meninggal dunia akibat siklon yang menghantam kota Toamasina, kota terbesar kedua di Madagaskar. Selain itu, lebih dari 12.000 warga terpaksa mengungsi akibat dampak bencana tersebut.

Siklon Gezani mendarat pada hari Selasa di pesisir timur Madagaskar dengan kecepatan angin mencapai 250 kilometer per jam. Badan Nasional Manajemen Risiko dan Bencana (BNRGC) mengonfirmasi 38 korban meninggal, enam orang masih hilang, serta 374 orang mengalami luka-luka.

Dampak Kerusakan di Toamasina

Pemukiman warga dipenuhi reruntuhan, serta puluhan ribu rumah mengalami kerusakan berat atau terendam banjir. BNRGC mencatat lebih dari 18.000 rumah hancur total dan lebih dari 50.000 lainnya rusak parah akibat angin kencang dan banjir. Jalan utama penghubung ke ibu kota, Antananarivo, juga terputus di beberapa titik, menghambat akses bantuan kemanusiaan.

Menurut pengamatan Badan Cuaca CMRS di Pulau Reunion, Toamasina terkena langsung bagian paling intens dari siklon ini. Ini merupakan salah satu siklon terkuat yang pernah terjadi di wilayah tersebut selama era satelit, sejajar dengan Siklon Geralda pada 1994 yang memakan korban jiwa hingga 200 dan mempengaruhi setengah juta orang.

Tindakan dan Bantuan Internasional

Pemimpin baru Madagaskar, Kolonel Michael Randrianirina, menyerukan solidaritas internasional demi menangani dampak yang melanda hingga 75 persen wilayah Toamasina dan sekitarnya. Prancis sudah mengirimkan bantuan berupa makanan dan tim penyelamat dari Pulau Reunion, yang berjarak sekitar 1.000 kilometer dari Madagaskar.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan kerusakan luas dan gangguan signifikan yang dialami ribuan orang, memaksa mereka meninggalkan tempat tinggalnya. Kondisi telekomunikasi di wilayah terdampak juga masih sangat tidak stabil.

Perkembangan Siklon dan Ancaman ke Mozambik

Setelah melanda Madagaskar, siklon tersebut melemah menjadi badai tropis namun masih bergerak melintasi pulau hingga Rabu malam. CMRS memperkirakan siklon ini akan kembali menguat saat memasuki Kanal Mozambik dan berpotensi menghadapi Mozambik bagian selatan pada petang Jumat.

Pihak berwenang Mozambik telah mengeluarkan peringatan mengenai angin kencang dan gelombang tinggi mencapai 10 meter. Masyarakat diimbau meninggalkan wilayah yang diperkirakan terkena dampak guna menghindari risiko bencana lebih lanjut.

Konteks Musim Siklon di Samudra Hindia

Musim siklon di Samudra Hindia barat daya biasanya terjadi antara November hingga April dengan rata-rata sekitar dua belas badai setiap tahun. Mozambik sendiri kini tengah berjuang menghadapi dampak banjir musiman yang telah menelan hampir 140 korban jiwa sejak awal Oktober, menurut Institut Manajemen Bencana Nasional setempat.

Situasi ini menegaskan kebutuhan akan kesiapsiagaan dan bantuan cepat untuk mengurangi risiko kerugian jiwa dan material yang lebih besar di wilayah yang rawan bencana. Pemerintah dan lembaga internasional terus memantau perkembangan siklon guna memberikan respons yang tepat sasaran.

Berita Terkait

Back to top button