Johnson Space Center NASA, Tempat Lahirnya Misi Besar Dan Kalimat Legendaris Apollo 13

Johnson Space Center NASA bukan sekadar markas kerja. Tempat ini menjadi pusat pelatihan astronaut, pengendali misi, dan sejumlah fasilitas penting yang mendukung operasi luar angkasa NASA dari Houston.

Di balik reputasinya, Johnson Space Center punya sejarah yang lahir dari ambisi Amerika Serikat untuk mencapai Bulan. NASA memilih Houston pada September 1961, tak lama setelah Presiden John F. Kennedy menetapkan target pendaratan manusia di Bulan sebelum akhir dekade 1960-an.

Saat mulai digunakan pada 1964, fasilitas ini masih bernama Manned Spacecraft Center. Kawasan itu sebelumnya merupakan area peternakan, dan nuansa Texas masih terasa lewat keberadaan sapi Longhorn di sekitar kompleks.

Pusat latihan astronaut yang tak biasa

Salah satu fasilitas paling dikenal di Johnson Space Center adalah Neutral Buoyancy Laboratory. Kolam renang indoor raksasa ini dipakai untuk melatih astronaut menghadapi kondisi tanpa gravitasi dan simulasi spacewalk.

Kolam tersebut memiliki panjang sekitar 61 meter dan kedalaman lebih dari 12 meter. NASA menyebutnya sebagai salah satu kolam pelatihan terbesar miliknya.

Dalam latihan di dalam air itu, astronaut didampingi penyelam profesional. Fasilitasnya juga dilengkapi ruang kontrol, kamera bawah air, dan ruang medis untuk menjaga keamanan latihan sebelum misi dijalankan.

Makanan astronaut juga dirancang di sini

Johnson Space Center juga menjadi rumah bagi Space Food Systems Laboratory. Laboratorium ini bertugas mengembangkan makanan astronaut, mulai dari menyusun menu sampai menguji kualitas dan kemasan khusus.

Makanan untuk luar angkasa harus bergizi, tahan lama, dan tetap enak dikonsumsi di kondisi tanpa gravitasi. Karena itu, sejumlah makanan dibuat dalam bentuk kering atau dikemas khusus agar lebih praktis di orbit.

Salah satu detail yang menonjol adalah minuman Tang. Minuman yang identik dengan NASA itu masih digunakan astronaut di International Space Station hingga sekarang.

Ruang kontrol misi yang legendaris

Johnson Space Center dikenal luas karena Christopher C. Kraft Jr. Mission Control Center. Ruang kontrol ini menjadi pusat pemantauan berbagai misi luar angkasa NASA dan beroperasi 24 jam penuh.

Dari ruangan ini, tim NASA memantau kondisi International Space Station, mengatur jadwal misi, dan berkomunikasi langsung dengan astronaut. Mission Control juga memegang peran penting dalam persiapan misi besar, termasuk program Artemis yang dirancang membawa manusia kembali ke Bulan.

Reputasi ruang kontrol ini membuat Johnson Space Center melekat sebagai salah satu pusat paling penting dalam sejarah eksplorasi antariksa. Aktivitas yang berlangsung di dalamnya berdampak langsung pada keselamatan dan keberhasilan misi di luar angkasa.

Lahirnya kalimat ikonik dari misi Apollo 13

Nama Johnson Space Center juga tak bisa dilepaskan dari momen Apollo 13. Di ruang kontrol inilah kalimat terkenal “Houston, we’ve had a problem” muncul saat misi tersebut mengalami masalah serius pada 1970.

Saat itu, para astronaut mendengar ledakan kecil di pesawat luar angkasa dan segera melaporkan kondisi darurat ke Mission Control di Houston. Awalnya, kru Apollo 13 dan tim di Bumi belum mengetahui penyebab pasti gangguan itu.

Setelah diperiksa, pesawat mengalami kerusakan pada sistem oksigen dan listrik. Akibatnya, misi pendaratan di Bulan dibatalkan, dan tim NASA harus bekerja tanpa henti untuk membawa para astronaut pulang dengan selamat.

Dari pusat pelatihan hingga ruang kendali krisis, Johnson Space Center menunjukkan peran besar yang dijalankannya dalam perjalanan manusia menjelajahi luar angkasa. Kompleks ini tetap menjadi salah satu simpul utama NASA dalam mengelola misi, melatih kru, dan menjaga kesinambungan eksplorasi antariksa.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version