
Girona bukan sekadar kota tua di utara Catalonia. Kota ini dikenal sebagai benteng sejarah yang berkali-kali diperebutkan karena letaknya strategis di jalur penghubung Semenanjung Iberia dan Eropa Tengah.
Posisi itu membuat Girona terus masuk dalam pusaran konflik sejak era kuno. Jejaknya masih tampak jelas lewat kota tua, dinding pertahanan batu berlapis, dan bangunan batu kuno yang tetap berdiri hingga sekarang.
Dari benteng Romawi ke kota Gerunda
Sebelum berkembang menjadi pemukiman padat, kawasan Girona dihuni oleh suku Indiketes. Sejarah formal kota ini dimulai saat Gnaeus Pompeius Magnus membangun benteng pertahanan segitiga pada 77 SM dan menamainya Gerunda.
Benteng itu berdiri di area perbukitan tinggi sebagai pos kontrol strategis dalam Perang Sertorian. Lokasinya dipilih untuk mengawasi jalur Via Augusta, yang menjadi akses jalan utama menuju Roma.
Sisa fondasi benteng kuno yang dikenal sebagai Força Vella masih dapat dilihat di area kota tua. Jejak ini menjadi pengingat bahwa Girona tumbuh dari fungsi militer, bukan dari pusat dagang biasa.
Pergantian kuasa di perbatasan
Setelah hegemoni Romawi melemah, kekuasaan atas Girona berpindah-pindah. Kendali kota sempat berada di tangan Visigoth sebelum jatuh ke pasukan Muslim Khilafah Umayyah pada 715.
Peralihan itu berlangsung damai dan tidak merusak struktur kota secara berarti. Namun, masa kekuasaan Arab di Girona hanya bertahan sekitar tujuh puluh tahun karena tekanan militer dari Kerajaan Frank di utara.
Pada 785, sekelompok bangsawan lokal yang menentang kepemimpinan Muslim menyerahkan kunci gerbang kota kepada Charlemagne. Peristiwa itu menandai awal integrasi Girona ke dalam wilayah pertahanan yang kemudian menjadi cikal bakal Catalunya.
Kota yang diuji perang besar
Letak Girona yang dekat perbatasan membuatnya terus menjadi target dalam konflik berikutnya. Dilansir Britannica, kota ini terlibat aktif dalam perang perebutan wilayah antara Spanyol dan Prancis sepanjang abad ke-17 hingga ke-18.
Pengepungan paling berat terjadi saat pasukan Napoleon Bonaparte menyerang selama tujuh bulan pada 1809. Meski digempur artileri berat, pertahanan lokal tetap bertahan dan dibantu oleh posisi Castell de Montjuïc di atas bukit.
Ketangguhan itu menjelaskan mengapa Girona sering disebut sebagai kota benteng. Lapisan pertahanannya bukan hanya simbol, tetapi juga bukti nyata dari riwayat panjang peperangan di wilayah perbatasan.
Pusat intelektual Yahudi di Eropa
Di tengah sejarah konflik, Girona juga pernah menjadi ruang tumbuh komunitas minoritas yang berpengaruh. Pembentukan kawasan El Call pada abad ke-12 menjadikan kota ini pusat studi Kabbalah terkemuka di Eropa.
Lorong-lorong sempit El Call diisi para intelektual yang mengkaji makna spiritual rahasia di balik teks suci. Masa keemasan itu berkembang di bawah tokoh besar seperti Nahmanides sebelum runtuh akibat persekusi pada akhir abad ke-14.
Aktivitas kajian resmi berhenti total setelah dekret pengusiran massal dikeluarkan oleh otoritas kerajaan Spanyol pada 1492. Pengosongan paksa itu justru membuat arsitektur asli El Call tetap terjaga dan terisolasi dari modernisasi.
Rekor gotik yang masih berdiri
Warisan sejarah Girona juga terlihat pada Katedral Girona di pusat kota. Pada 1416, para arsitek abad pertengahan memutuskan membangun ruang tengah tunggal tanpa kolom penyangga dengan bentang lebar mencapai 23 meter.
Struktur Gotik Catalan itu mencatat rekor sebagai ruang tengah Gotik terluas di dunia. Katedral tersebut dibangun bertahap di atas situs bersejarah yang sebelumnya merupakan bekas kuil Romawi dan masjid kuno.
Menara tingginya kini menjadi salah satu ciri paling ikonik di kota tua Girona. Bersama benteng, dinding Romawi, dan bangunan batu kuno, katedral itu memperkuat citra Girona sebagai salah satu kota bersejarah paling penting di Catalonia.
Source: www.idntimes.com








