BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa bermagnitudo 7,7 terjadi di barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Peringatan itu disebarkan melalui aplikasi resmi dan media sosial BMKG, lalu mencakup 22 wilayah di lima provinsi yang berstatus Siaga dan Waspada.
Informasi awal BMKG menyebut gempa terjadi pada pukul 06.37.42 WIB dengan kedalaman 105 kilometer dan koordinat 5,69 LU – 125,05 BT. Pusat gempa berada sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, sementara peta BMKG menunjukkan episenter berada di perairan antara Filipina Selatan dan Sulawesi Utara.
Status peringatan dan wilayah terdampak
BMKG menetapkan sejumlah daerah dalam status Siaga, terutama di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. Wilayah yang masuk kategori ini antara lain Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara bagian utara, Minahasa bagian utara, Kepulauan Minahasa, Minahasa Selatan bagian utara, Bolaangmongondow bagian utara, Gorontalo bagian utara, Buol, Toli-Toli, Minahasa Utara bagian selatan, dan Minahasa bagian selatan.
Selain itu, wilayah dengan status Waspada tersebar di Sulawesi Utara, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur. Daerah tersebut meliputi Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Halmahera, Donggala bagian utara, Minahasa Selatan bagian selatan, Kota Ternate, Kutai Timur, Kota Tidore, Bulungan, dan Nunukan.
Prakiraan waktu tiba tsunami
Dalam keterangan BMKG, perkiraan waktu tiba tsunami untuk wilayah terdampak berada pada rentang 06.51.55 WIB hingga 08.14.25 WIB. Urutan waktu yang dipantau menunjukkan Kepulauan Sangihe menjadi wilayah paling awal dalam daftar Siaga, disusul sejumlah wilayah lain di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur.
Peringatan dini itu juga menegaskan status P.D. Tsunami-1, yang berarti masyarakat di wilayah pesisir diminta mencermati informasi resmi secara berkala. BMKG menuliskan, “Peringatan Dini Tsunami untuk wilayah: GORONTALO, KALTIM, MALUT, SULTENG, SULUT,” sebagai bagian dari pembaruan yang dirilis sekitar tiga menit setelah gempa tercatat.
Gempa susulan ikut terpantau
Aplikasi BMKG juga memperlihatkan adanya gempa beruntun dengan magnitudo 5,3 hingga 6,0 di wilayah Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur, Maluku Barat Daya, dan Pulau Karatung di Sulawesi Utara. Rentetan aktivitas gempa itu memperkuat perhatian publik terhadap potensi dampak lanjutan dari gempa utama M7,7.
Sejumlah warganet di media sosial ikut melaporkan guncangan yang mereka rasakan. Ungkapan-ungkapan singkat tentang jendela dan pintu yang bergerak serta rasa pusing muncul di tengah situasi yang masih dipantau ketat oleh BMKG.
Gempa M7,7 ini membuat kewaspadaan di pesisir utara Sulawesi, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur meningkat, terutama pada wilayah yang telah masuk daftar Siaga dan Waspada tsunami. BMKG terus menjadi rujukan utama bagi masyarakat untuk memantau perkembangan peringatan dini dan perubahan status di daerah yang berada dalam zona terdampak.
Source: www.suara.com