Lakhta Center, Gedung Tertinggi di Eropa yang Berputar 90 Derajat dan Tahan Cuaca Ekstrem

Lakhta Center menarik perhatian bukan hanya karena tinggi bangunannya, tetapi juga karena posisinya sebagai simbol arsitektur modern di tengah kota bersejarah. Gedung ini berdiri mencolok di Saint Petersburg dan langsung berbeda dari lanskap kota yang selama berabad-abad identik dengan istana, gereja, dan bangunan klasik.

Statusnya sebagai gedung tertinggi di Eropa membuat Lakhta Center punya tempat khusus dalam daftar pencakar langit dunia. Dengan ketinggian 462 meter dan 87 lantai, bangunan ini mengambil rekor pada 2018 setelah melampaui Federation Tower di Moskow.

Hingga kini, rekor itu masih bertahan. Tingginya yang hampir mencapai setengah kilometer membuat Lakhta Center tampak menonjol di antara gedung-gedung tinggi lain di Eropa.

Desain yang berputar dan mudah dikenali

Keunikan Lakhta Center juga datang dari bentuk menaranya yang berpilin atau twisted. Dari dasar hingga puncak, struktur bangunan ini berputar sekitar 90 derajat.

Desain tersebut terinspirasi dari bentuk es dan aliran air. Hasilnya, Lakhta Center tampil berbeda dari kebanyakan pencakar langit modern yang cenderung lurus dan kaku.

Fasad kaca di seluruh permukaan luar bangunan memperkuat kesan itu. Ribuan panel kaca memantulkan cahaya secara berbeda sepanjang hari, sehingga warna dan tampilannya tampak berubah mengikuti posisi matahari.

Efek pantulan itu membuat gedung ini terlihat berkilau dari kejauhan. Tidak heran jika Lakhta Center mudah dikenali meski berada di kawasan yang penuh bangunan lain.

Berada di tepi Teluk Finlandia

Lokasi Lakhta Center juga menjadi bagian penting dari daya tariknya. Gedung ini berdiri di tepi Teluk Finlandia, tidak jauh dari kawasan perkotaan Saint Petersburg.

Saint Petersburg dikenal sebagai salah satu kota paling bersejarah di Rusia. Di kota ini, arsitektur klasik masih sangat kuat, sehingga kehadiran Lakhta Center memberi kontras visual yang tajam.

Dari kejauhan, bangunan ini tampak mencolok di antara gedung-gedung yang umumnya lebih rendah. Perpaduan latar historis dan bentuk modern menjadikannya salah satu landmark yang mudah dikenali di kota itu.

Markas Gazprom dan pusat aktivitas bisnis

Lakhta Center dibangun sebagai kantor pusat Gazprom, salah satu perusahaan energi terbesar di Rusia. Sejak awal, kompleks ini memang dirancang untuk menjadi pusat kegiatan bisnis dan administrasi perusahaan.

Karena fungsi itu, Lakhta Center tidak sekadar dipandang sebagai landmark arsitektur. Gedung ini juga menjadi tempat kerja bagi ribuan karyawan.

Sebagian besar area di dalam kompleks digunakan untuk kebutuhan perkantoran dan operasional. Selain itu, gedung ini juga menampung berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Siap menghadapi cuaca ekstrem

Lokasinya di kawasan tepi Teluk Finlandia membuat Lakhta Center harus dirancang untuk kondisi alam yang menantang. Gedung ini menghadapi angin kencang dari arah laut serta musim dingin dengan suhu yang bisa jauh di bawah titik beku.

Untuk menjawab tantangan itu, digunakan berbagai sistem dan material khusus. Salah satunya adalah fasad kaca berlapis yang membantu mengurangi kehilangan panas saat musim dingin.

Bangunan ini juga dilengkapi sistem peneduh otomatis yang menyesuaikan kondisi cahaya matahari. Teknologi tersebut membantu menjaga suhu di dalam gedung tetap stabil dan mendukung efisiensi energi.

Keunggulan teknis itu membuat Lakhta Center tidak hanya unggul secara visual, tetapi juga secara fungsional. Di balik tampilan futuristisnya, gedung ini menunjukkan bagaimana arsitektur tinggi bisa menyesuaikan diri dengan iklim ekstrem tanpa kehilangan identitasnya.

Source: www.idntimes.com

Terkait