Kota-kota kuno yang tenggelam menyimpan lebih dari sekadar reruntuhan di dasar air. Dari jejak jalan hingga patung, sisa-sisa itu masih membuka cerita tentang bagaimana manusia membangun, berdagang, dan bertahan sebelum kota-kota tersebut hilang dari permukaan.
Di berbagai wilayah dunia, beberapa kota pernah menjadi pusat kehidupan yang penting pada masanya. Namun, bencana alam, perubahan lingkungan, dan keputusan manusia membuat sejumlah permukiman itu tenggelam dan kemudian hanya tersisa sebagai petunjuk arkeologi yang tersembunyi di bawah air.
Jejak awal peradaban di bawah laut
Pavlopetri di lepas pantai Laconia, Yunani, diperkirakan berusia sekitar 5.000 tahun. Kota ini sering disebut sebagai salah satu kota bawah laut tertua yang pernah ditemukan dan memberi gambaran tentang kehidupan masyarakat awal di kawasan Mediterania.
Meski sudah lama berada di bawah air, tata kotanya masih bisa dikenali dengan jelas. Peneliti menemukan jejak jalan, bangunan, dan susunan permukiman yang menunjukkan bahwa Pavlopetri pernah menjadi tempat tinggal yang terorganisasi dengan baik.
Karena berasal dari periode Zaman Perunggu, situs ini menjadi penting bagi arkeolog. Pavlopetri membantu mereka memahami kehidupan dan perkembangan peradaban pada masa itu.
Kota pelabuhan yang pernah berjaya
Thonis-Heracleion pernah memegang peran besar sebelum Alexandria tumbuh sebagai kota pelabuhan utama Mesir. Kota ini menjadi gerbang perdagangan dari Laut Mediterania, tempat kapal-kapal dari berbagai wilayah singgah untuk menukar komoditas.
Letaknya yang strategis membuat Thonis-Heracleion tumbuh menjadi pusat perdagangan yang ramai. Kota ini kemudian tenggelam akibat gabungan gempa bumi, banjir, dan penurunan tanah.
Setelah hilang selama berabad-abad, kota ini nyaris terlupakan dari sejarah. Arkeolog bawah laut menemukannya kembali pada awal tahun 2000-an, lalu berbagai artefak seperti patung raksasa, reruntuhan kuil, dan prasasti kuno mulai mengungkap kisahnya.
Port Royal di Jamaika juga pernah mengalami masa kejayaan serupa. Pada abad ke-17, kota pelabuhan ini dikenal sebagai salah satu yang paling makmur di Karibia dan menjadi pusat perdagangan sekaligus tempat berkumpulnya para bajak laut.
Kemakmuran itu berakhir pada tahun 1692 saat gempa bumi besar mengguncang kota. Banyak bangunan runtuh, sebagian wilayah tenggelam ke laut dalam waktu singkat, dan ribuan orang tewas dalam bencana yang kemudian dikenang sebagai salah satu yang paling dahsyat dalam sejarah Karibia.
Kota yang sengaja ditenggelamkan
Berbeda dari kota-kota lain, Shicheng di Tiongkok tidak tenggelam karena bencana alam. Kota kuno yang telah ada sejak masa Dinasti Han Timur itu sengaja ditenggelamkan oleh pemerintah Tiongkok pada tahun 1959 saat pembangunan waduk untuk proyek pembangkit listrik tenaga air.
Kini, Shicheng berada di dasar Danau Qiandao atau Danau Seribu Pulau. Banyak bangunan, gerbang, dan ukiran batu di kota ini masih bertahan dalam kondisi yang cukup baik meski sudah terendam selama puluhan tahun.
Keutuhan peninggalannya membuat Shicheng dijuluki “Atlantis dari Timur”. Julukan itu menegaskan reputasinya sebagai salah satu kota tenggelam paling terkenal di dunia.
Misteri yang masih diperdebatkan
Dwarka menyimpan jenis cerita yang berbeda karena terkait dengan tradisi Hindu dan kisah Dewa Krishna. Selama berabad-abad, kisah tentang kota ini terus hidup dalam berbagai naskah dan tradisi Hindu.
Ketertarikan terhadap Dwarka meningkat setelah peneliti menemukan sejumlah struktur bawah laut di lepas pantai Gujarat, India, yang diduga berasal dari permukiman kuno. Namun, hingga kini para peneliti masih berbeda pendapat soal temuan itu.
Sebagian menilai struktur tersebut bisa menjadi petunjuk tentang kota yang disebut dalam tradisi Hindu. Sebagian lain menganggap bukti yang ada belum cukup kuat, sehingga usia dan asal-usul Dwarka masih menyisakan banyak pertanyaan.
Dari Pavlopetri hingga Dwarka, kota-kota tenggelam menunjukkan bahwa jejak peradaban tidak selalu hilang bersama air. Reruntuhan yang tersisa masih memberi petunjuk penting tentang kehidupan masyarakat masa lalu dan cara sejarah membentuk kota-kota yang pernah berdiri megah.
