Kucing Himalaya sering disangka punya hubungan dengan pegunungan yang namanya sama. Padahal, ras ini lahir dari persilangan yang disengaja dan bukan dari asal geografis tertentu.
Anggapan itu menarik untuk diluruskan karena banyak ciri fisiknya justru berasal dari dua ras berbeda. Dari situ muncul kucing berbulu panjang, bermata biru, dan punya karakter yang membuatnya cepat menarik perhatian pecinta kucing.
Asal-usulnya bukan dari alam liar
Kucing Himalaya mulai dikembangbiakkan pada tahun 1930-an. Virginia Cobb dan Dr. Clyde Keeler dari Harvard Medical School mengembangkan ras ini dengan tujuan menggabungkan karakteristik Persia dan Siam.
Tujuan awalnya cukup jelas, yaitu menciptakan ras yang unik dan menonjol di pertunjukan kucing. Penampilannya yang mencolok kemudian membuatnya cepat populer di kalangan penggemar kucing.
Nama “Himalaya” bukan soal wilayah
Kucing Himalaya tidak memiliki kaitan langsung dengan Pegunungan Himalaya. Nama itu lebih merujuk pada kemiripan warna dan karakter fisik yang mengingatkan pada kelinci Himalaya.
Ras ini mewarisi bulu Persia dan mata biru dari Siam. Kombinasi itu menghasilkan tampilan khas yang berbeda dari banyak ras lain.
Baru diakui sebagai ras pada 1957
Meski proses pengembangbiakannya sudah dimulai lebih awal, pengakuan formal baru datang pada tahun 1957. Cat Fanciers’ Association atau CFA menetapkannya sebagai ras kucing yang diakui.
Pengakuan itu memperkuat posisinya sebagai salah satu ras yang menarik dan eksotis. Dalam kelompok Persia, Himalaya juga disebut sebagai bagian dari trah yang dikenal sebagai salah satu ras tertua.
Karakter tenang dan mudah dekat dengan manusia
Di luar penampilan, kucing Himalaya dikenal tenang dan setia. Sifat ramahnya membuat ras ini sering dipilih sebagai teman di rumah.
Kucing ini juga berorientasi pada manusia dan bisa mengalami depresi jika ditinggal sendirian terlalu lama. Meski tidak seaktif ras lain, Himalaya tetap cerdas dan bisa diajak bermain.
Bukan kucing yang tahan panas
Ada satu hal penting yang perlu diperhatikan calon pemilik, yaitu sensitivitasnya terhadap panas. Moncong yang pendek dapat meningkatkan suhu tubuh dan membuatnya lebih rentan kepanasan.
Seperti ras berwajah datar lainnya, Himalaya lebih nyaman di lingkungan yang sejuk. Menjaga rumah tetap dingin membantu mendukung kesejahteraan mereka.
Dengkuran yang terdengar berbeda
Kucing Himalaya juga punya dengkuran yang unik. Perbedaan itu muncul karena struktur wajahnya yang datar dan moncongnya yang pendek.
Catbandit menyebut, bentuk wajah seperti ini bisa membuat suara dengkurnya terdengar berbeda dari kucing dengan moncong lebih panjang. Dalam komunikasi kucing, dengkuran itu bisa menandakan kepuasan, relaksasi, atau kebutuhan tertentu.
Pernah tampil di layar dan media populer
Keindahan dan kepribadian Himalaya membuatnya sering muncul dalam acara TV, film, hingga media sosial. Ras ini dipilih karena tampilannya yang menarik dan karakternya yang mudah memikat penonton.
Beberapa film seperti Homeward Bound, seri Harry Potter, dan Meet the Parents Trilogy menampilkan kucing Himalaya. Kehadirannya di layar ikut memperluas daya tarik ras ini di luar dunia pecinta kucing.
Ada bentuk wajah yang berbeda
Tidak semua kucing Himalaya punya wajah yang sama. Ada tipe Doll-Face dengan hidung lebih maju dan biasanya lebih minim gangguan pernapasan.
Ada juga Ultra-Face atau Peke-Face yang memiliki wajah sangat datar. Tipe ini punya hidung yang sejajar atau sangat dekat dengan mata, mirip Persia pameran.
Struktur wajah datar dari ras ini juga membuatnya rentan terhadap masalah pernapasan, penyumbatan saluran air mata, dan masalah gigi. Selain itu, ada risiko genetik tinggi terkena Polycystic Kidney Disease atau PKD yang dapat merusak fungsi ginjal seiring bertambahnya usia.
Source: www.idntimes.com






