Arcturus Klaim Bisa Pangkas Losses Grid Jadi Setengah, Tanpa Ubah Desain Lama

Arcturus mencoba menjawab salah satu masalah terbesar infrastruktur listrik dengan pendekatan material, bukan sekadar menambah pasokan logam. Startup ini mengklaim nano-infused metals buatannya dapat memangkas kerugian listrik di jaringan hingga separuh dengan cara mengurangi panas yang terbuang di konduktor.

Dorongan di balik teknologi ini datang dari tekanan besar pada kebutuhan tembaga dan aluminium. Menurut satu studi, dunia perlu memproduksi lebih banyak tembaga antara sekarang dan 2050 dibanding jumlah yang telah ditambang sepanjang sejarah manusia, sementara banyak tembaga dan lebih banyak lagi aluminium berakhir di jaringan listrik yang sudah menua, terutama di Amerika Serikat.

Masalahnya ada pada panas

Amir Mashal, pendiri sekaligus CEO Arcturus, menilai jaringan listrik kini berada pada titik tekanan baru akibat AI dan elektrifikasi hampir semua industri. Ia mengatakan kondisi itu membuat sistem energi menjadi terlalu terbebani dan terlalu stres.

Menurut Mashal, tembaga kehilangan konduktivitas saat suhunya naik. Semakin panas materialnya, semakin besar energi yang terbuang sebagai panas, dan masalah itu muncul berulang di banyak bagian dunia modern yang bergantung pada logam.

Arcturus menawarkan jalan berbeda dari sekadar menambah lebih banyak logam. Perusahaan itu menggunakan laser untuk memasukkan karbon nanomaterial ke dalam tembaga dan aluminium, sehingga konduktor bisa menghantarkan listrik lebih efisien.

Dengan material baru ini, kabel listrik dengan ukuran yang sama dapat membawa lebih banyak daya. Arcturus menyebut pendekatan itu sebagai pengganti langsung untuk aplikasi tembaga dan aluminium yang sudah ada, tanpa perlu desain ulang sistem atau pelatihan baru bagi pekerja yang menangani dan mengeriting material tersebut.

Potensi dampaknya besar di jaringan listrik

Mashal mengatakan pengurangan kehilangan energi di jaringan bisa mencapai 50%. Dampaknya, secara rata-rata sekitar 3% lebih banyak listrik bisa tersedia, dan pada saat jaringan paling padat manfaatnya bisa mencapai 10%.

Di level terendah, tambahan itu setara dengan sekitar satu tahun pertumbuhan permintaan listrik di Amerika Serikat. Bagi jaringan yang sedang kewalahan, tambahan efisiensi seperti itu bisa menjadi pembeda pada periode beban puncak.

Dari garasi ke aplikasi awal

Arcturus selama ini beroperasi secara diam-diam dan mulai dari skala kecil. Mashal merakit dan menyempurnakan materialnya di garasi di Malibu, California, dan saat ini baru bisa memproduksi kawat sepanjang beberapa sentimeter sebagai bukti konsep.

Dengan pendanaan baru, perusahaan ingin meningkatkan produksi hingga puluhan meter. Langkah itu diperlukan agar material nano-infused ini bisa diuji pada berbagai penggunaan, termasuk lilitan di motor listrik dan busbar di peralatan distribusi daya.

Meski target akhirnya adalah jaringan listrik, Arcturus lebih dulu menyasar pasar yang lebih kecil. Perusahaan ini mulai dari drone, robotika, dan pusat data, karena tambahan efisiensi beberapa poin persentase bisa memberi dampak besar di area tersebut.

Mengincar sektor yang sensitif terhadap efisiensi

Material Arcturus disebut bisa membuat drone lebih ringan atau kendaraan listrik lebih efisien. Pada pusat data, berkurangnya panas dari konduktor juga dapat menekan kebutuhan pendinginan, yang sering menjadi biaya dan beban operasional penting.

Mashal menyebut semua industri itu menghadapi hambatan serupa, entah pada drone yang ingin menggandakan waktu terbang atau chip grafis yang terlalu panas. Menurutnya, di area-area seperti itu material Arcturus berpotensi mengubah batas performa yang selama ini dianggap wajar.

Perusahaan ini juga mengungkap telah mengumpulkan dana awal sebesar $8 juta. Putaran seed itu dipimpin Initialized Capital dengan partisipasi Toyota Ventures, Breakthrough Energy Discovery, 1517, dan Wireframe Ventures.

Terkait