Sebagian hewan tidak langsung melahap makanan yang mereka temukan. Ada spesies yang justru memperlakukannya seperti manusia memperlakukan bahan makanan di dapur, dengan membilas, menggosok, atau menyingkirkan bagian yang dianggap kotor.
Perilaku itu menarik karena tidak sekadar soal kebiasaan. Pada beberapa hewan, tindakan membersihkan makanan berkaitan dengan kecerdasan, pembelajaran sosial, dan upaya mengurangi risiko memakan kotoran, pasir, atau bagian yang tidak diinginkan.
Rakun yang terkenal mencuci makanan
Rakun menjadi contoh paling populer ketika membahas hewan yang membersihkan makanan sebelum dimakan. Hewan ini sering mencelupkan makanannya ke dalam air dan menggosoknya dengan kaki depan.
Sebagian ilmuwan menilai kebiasaan itu membantu menghilangkan kotoran atau pasir. Ada juga pendapat bahwa rakun tidak memiliki kelenjar ludah, sehingga makanan yang dibasahi lebih mudah disantap.
Monyet Jepang yang mewariskan kebiasaan mencuci
Monyet Jepang atau Japanese Macaques dikenal memiliki budaya mencuci makanan. Mereka pernah diamati mencuci ubi jalar dalam air sebelum memakannya.
Pada 1950-an, seekor monyet betina bernama Imo terlihat mencuci ubi jalar di sungai untuk menghilangkan pasir. Perilaku itu kemudian diadopsi anggota kelompok lain dan diwariskan antargenerasi, bahkan ada kawanan yang mencuci makanan dalam air garam untuk meningkatkan rasa.
Kapusin yang teliti terhadap kotoran
Monyet kapusin juga kerap mencuci buah dan benda lain sebelum dimakan. Mereka biasa membilas makanan di sungai atau kolam, lalu kadang menggosokkannya di dedaunan atau tanah.
Perilaku ini pertama kali didokumentasikan pada 1990 dalam jurnal Animal Behaviour. Penelitian itu menemukan bahwa semua individu dalam kelompok kecil monyet kapusin mencuci makanan berpasir sebelum mengonsumsinya.
Simpanse yang menyortir makanan
Simpanse menunjukkan kebiasaan yang juga mirip dengan tindakan membersihkan makanan. Di alam liar, mereka terlihat membuang kotoran, daun, atau bagian lain yang tidak diinginkan sebelum makan.
Mereka juga sering mengupas buah atau menyingkirkan serangga dari daun. Langkah sederhana ini membantu mereka mengurangi risiko memakan zat berbahaya.
Berang-berang laut yang sangat teliti
Berang-berang laut dikenal menyukai kerang, tetapi mereka tidak langsung memakannya. Hewan ini sering menggunakan batu untuk memecahkan cangkang, lalu kadang membersihkan makanannya dengan menggosokkannya ke bulu atau membilasnya dengan air.
Cara itu membantu membuang kotoran atau serpihan cangkang sebelum daging dimakan. Setelah makan, berang-berang laut juga membersihkan diri di laut untuk menjaga bulunya tetap kedap air dan membantu melindungi tubuh dari dingin.
Bonobo yang ikut mencuci buah
Bonobo juga tercatat membersihkan makanan sebelum dimakan. Dalam beberapa kasus, primata ini menggunakan air untuk mencuci buah, terutama saat buahnya kotor atau berlumpur.
Bonobo termasuk primata yang sangat cerdas. Perilaku membersihkan makanan pada hewan ini menunjukkan bahwa kebiasaan serupa bisa muncul dari dorongan menjaga kebersihan saat makan.
Kucing yang merawat buruannya
Kucing memang tidak mencuci makanan dalam pengertian tradisional. Namun, banyak kucing memperlihatkan perilaku yang mirip dengan membersihkan makanan setelah menangkap mangsa.
Mereka sering menjilati, mencakar, atau merawat buruannya sebelum dimakan. Tindakan itu dapat membantu menghilangkan bulu, bulu halus, atau bagian tubuh lain yang tidak diinginkan.
Dari rakun sampai kucing, kebiasaan ini memperlihatkan bahwa dunia hewan jauh lebih beragam daripada sekadar naluri makan. Pada banyak spesies, makanan tidak hanya soal rasa lapar, tetapi juga soal cara memilih, menyiapkan, dan menyaring apa yang aman untuk dikonsumsi.
