5 Burung Penimbun Makanan Paling Tak Disangka, Ada yang Menyimpan Ratusan Ribu Butir

Di alam liar, menimbun makanan bukan sekadar kebiasaan aneh, melainkan strategi bertahan hidup. Pada sejumlah burung, perilaku ini bahkan berkembang menjadi “tabungan” yang bisa mencapai ratusan ribu butir per tahun.

Kemampuan itu penting saat makanan sulit ditemukan, terutama ketika musim berubah. Menariknya, sebagian simpanan yang terlupa justru dapat tumbuh menjadi pohon baru dan membantu penyebaran biji di hutan.

Pipit bertopi hitam dan ingatan yang kuat

Burung pipit bertopi hitam dikenal menyimpan makanan selama bulan-bulan yang lebih hangat. Beberapa perkiraan menyebut seekor burung dapat menyembunyikan hingga 500.000 makanan per tahun.

Pola makannya juga beragam. Saat musim dingin, burung ini memakan biji-bijian, buah beri, dan bahan tumbuhan lain, tetapi juga mengonsumsi serangga, telur dan pupa, laba-laba, lemak hewan, potongan daging, serta lemak.

Tufted titmouse yang rajin menyimpan cadangan

Tufted titmouse adalah burung kecil abu-abu dengan suara menggema yang hidup di hutan gugur bagian timur. Burung ini juga sering mendatangi tempat makan burung.

Dalam setahun, sekitar dua pertiga makanannya berasal dari materi hewan seperti serangga, laba-laba, dan siput. Sisanya terdiri dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan beri, dengan pilihan utama pada biji yang paling besar.

Saat menyimpan makanan, burung ini membawa biji satu per satu ke tempat bertengger yang aman. Biasanya, cangkangnya dibuang lebih dulu sebelum biji disembunyikan di lubang kecil pohon atau di balik kulit kayu.

Blue jay yang cerdas dan suka menyebar biji

Blue jay termasuk burung omnivora yang mudah beradaptasi. Selain kacang dan biji-bijian, burung ini juga memakan beri, serangga, dan katak, bahkan terkadang membongkar sarang tawon untuk memakan larva di dalamnya.

Biji ek, hazelnut, hickory, dan kacang liar lain bisa menyumbang 40 persen atau lebih dari makanannya. Untuk membuka makanan keras itu, blue jay menahannya dengan satu kaki lalu memukulnya menggunakan paruh.

Burung ini punya kantung tenggorokan yang dapat mengembang untuk menyimpan kacang tanah atau biji ek sementara. Blue jay juga mengubur biji dan kacang di tanah, kadang hingga sejauh 2 1/2 mil dari sumbernya.

Elang Cooper yang menyimpan sisa buruan

Tidak semua penyimpan makanan adalah burung pemakan biji. Elang Cooper, burung pemangsa berukuran sedang dari Amerika, juga menyimpan makanan berlebih di cabang dekat sarang selama musim kawin.

Spesies ini hidup di banyak habitat, mulai dari hutan campuran dan hutan gugur hingga hutan pinus dan daerah pegunungan berhutan. Elang Cooper terkenal oportunistik dan terutama memburu burung kecil hingga sedang, tetapi juga bisa memangsa kelelawar, tikus, tupai, katak, ular, ikan, dan burung pemangsa kecil lain.

Burung ini berburu dari tempat bertengger atau saat terbang rendah. Ia menyerang cepat setelah mendeteksi mangsa, lalu kadang mencabut bulu mangsa sebelum dimakan.

Pelatuk perut merah dan gudang makanan tahunan

Pelatuk perut merah punya menu yang jauh lebih beragam. Makanannya meliputi kacang-kacangan, buah-buahan, katak, ikan kecil, anak burung, telur burung kicau, invertebrata, getah, dan nektar.

Salah satu makanan favoritnya adalah biji ek. Burung ini memetik biji ek, membawanya dengan paruh ke pohon atau tiang, lalu menekannya ke celah dan memecahkan cangkangnya dengan paruh.

Pelatuk perut merah sering menyimpan makanan sepanjang tahun, terutama pada musim gugur. Simpanannya mencakup biji ek, kacang-kacangan, biji-bijian, buah, daging buah, biji jagung, lemak, kacang tanah utuh, dan serangga.

Source: www.idntimes.com
Terkait