Bangkai kapal Quest milik Sir Ernest Shackleton kini terekam jauh lebih jelas setelah tim ekspedisi kembali ke lokasi penemuan dan mengabadikannya dengan kamera video 5,2K. Citra baru itu memperlihatkan detail yang sebelumnya hanya bisa ditebak dari sonar, termasuk portholes yang membantu mengidentifikasi kapal legendaris tersebut.
Penyisiran ulang ini dilakukan tim gabungan Royal Canadian Geographical Society (RCGS) dan Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) di Laut Labrador, dekat pesisir Newfoundland dan Labrador, Kanada. Lokasinya berada pada kedalaman 390 meter, sementara bangkai kapal itu sendiri telah berada di dasar laut selama 64 tahun.
Ekspedisi Kembali dengan Alvin
Penemuan Quest pada 2024 awalnya hanya menghasilkan citra sonar tanpa dokumentasi visual yang detail. Musim panas ini, tim membawa dua kapal selam, yakni kendaraan tanpa awak dan Alvin, kapal selam berawak yang pernah menjadi kendaraan pertama untuk menyurvei bangkai Titanic.
Keduanya diluncurkan dari kapal riset Atlantis dan digunakan untuk memeriksa lokasi dengan teknologi fotogrametri. Hasilnya memberi gambaran yang jauh lebih utuh tentang kondisi kapal yang pernah menjadi saksi terakhir kehidupan Shackleton.
Jejak Terakhir Shackleton
Sir Ernest Henry Shackleton dikenal lewat ekspedisi Antarktika 1914–1916 dengan kapal Endurance, dan pada 16 Januari 1909 ekspedisinya juga berhasil menemukan Kutub Selatan Magnetis. Ia berada di atas kapal Quest ketika meninggal akibat serangan jantung pada Januari 1922, dalam usia 47 tahun.
Saat itu Quest sedang berlabuh di South Georgia, sebuah pulau di Samudra Atlantik Selatan, dalam perjalanan menuju Antarktika. Setelah kematiannya, kapal itu tetap beroperasi selama beberapa dekade hingga akhirnya tenggelam pada 1962 akibat kerusakan es, sementara seluruh awak berhasil diselamatkan.
| Fakta Utama | Quest | Terra Nova |
|---|---|---|
| Status akhir | Tenggelam pada 1962 karena kerusakan akibat es | Tenggelam pada 1942 setelah menabrak es di dekat Greenland |
| Jejak sejarah | Kapal milik Shackleton | Kapal terakhir milik Robert Falcon Scott |
| Nasib awak | Seluruh awak selamat | Beberapa anggota tim Scott meninggal dalam perjalanan pulang |
Kondisi Bangkai Kapal yang Terlihat Sekarang
Survei terbaru mencatat lokasi bangkai kapal dipenuhi karang merah muda serta ikan seperti cod, redfish, dan wolffish. Sebagian besar struktur kapal masih utuh, meski tiang utamanya telah roboh dan sejumlah bagian menunjukkan kerusakan akibat lama terendam laut.
John Geiger, pemimpin ekspedisi sekaligus CEO RCGS, mengatakan, “Melihat kapal Shackleton, dan membayangkan bahwa Shackleton pernah berdiri di geladak itu seabad lalu. Awalnya hanya ada kegelapan, tapi tiba tiba haluan kapal muncul saat kami mendekat. Sungguh luar biasa.”
Ia juga menyoroti adanya jaring-jaring ikan yang mengganggu pengamatan bangkai kapal. Menurut Geiger, kondisi itu menunjukkan masalah yang lebih besar tentang tanggung jawab manusia terhadap laut.
Menuju Terra Nova
Setelah menyelesaikan penyelaman di Quest, tim ekspedisi bergerak ke arah timur laut menuju Greenland untuk menyurvei Terra Nova. Kapal ini juga berasal dari era yang sama dan dikenal sebagai kapal terakhir milik rival Shackleton, Robert Falcon Scott.
Scott berlayar dengan Terra Nova untuk menjadi tim pertama yang mencapai Kutub Selatan. Mereka tiba pada 1912, tetapi kalah cepat dari tim Norwegia yang dipimpin Roald Amundsen, yang sudah sampai lima minggu lebih awal.
Nasib ekspedisi itu kemudian berakhir tragis. Lima anggota tim Scott meninggal dalam perjalanan pulang, dan tiga jenazah mereka yang membeku ditemukan delapan bulan kemudian, pada November 1912, bersama catatan harian mereka.
Kapal Terra Nova sendiri kemudian digunakan sebagai kapal perburuan anjing laut sebelum tenggelam pada 1942 setelah menabrak es di dekat Greenland. Bersama Quest, bangkai kapal ini menjadi dua peninggalan paling bersejarah dari era Heroic Age eksplorasi Antarktika.
Meski banyak kisah tentang kedua ekspedisi tersebut telah ditulis, survei terbaru memberi peluang untuk membuka detail baru dari perjalanan yang selama ini hanya dikenal lewat catatan sejarah.
Detail Singkat Penemuan dan Survei
| Elemen | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi Quest | Laut Labrador, lepas pantai Newfoundland dan Labrador, Kanada |
| Kedalaman | 390 meter |
| Peralatan utama | Kapal selam tanpa awak dan Alvin |
| Teknologi dokumentasi | Kamera video 5,2K dan fotogrametri |
Dengan dokumentasi baru yang lebih tajam, Quest tidak lagi hanya menjadi nama dalam catatan sejarah. Bangkai kapal itu kini menampilkan wujudnya yang masih menyimpan jejak panjang perjalanan Shackleton, dari masa kejayaan eksplorasi hingga tenggelam di perairan Kanada.
