Koneksi IoT Seluler Menuju 8 Miliar pada 2031, 5G Menggeser Era 2G dan 3G

Jaringan seluler diproyeksikan menampung hampir 8 miliar koneksi Internet of Things pada akhir 2031. Lonjakan ini menandai pergeseran besar dari jaringan lama 2G dan 3G menuju ekosistem 4G serta 5G yang menopang perangkat terhubung dalam jumlah masif.

Ericsson memperkirakan koneksi IoT berbasis jaringan seluler akan naik dari sekitar 4,5 miliar pada akhir 2025 menjadi 7,8 miliar pada 2031. Pertumbuhan rata-ratanya diproyeksikan mencapai 10% per tahun, didorong perluasan cakupan jaringan dan kebutuhan perangkat terhubung di berbagai sektor.

5G Makin Dominan untuk Kebutuhan IoT

Dalam Ericsson Mobility Report edisi Juni 2026, perusahaan mencatat segmen Broadband IoT dan Critical IoT akan menjadi kontributor terbesar koneksi seluler pada akhir periode proyeksi. Perubahan itu sejalan dengan semakin luasnya pemanfaatan 4G dan 5G untuk aplikasi yang membutuhkan data lebih besar, latensi rendah, dan keandalan tinggi.

Pada akhir 2025, jumlah koneksi Broadband dan Critical IoT berbasis 4G/5G diperkirakan telah mencapai sekitar 2,6 miliar. Segmen tersebut mencakup kebutuhan seperti otomasi industri, kendaraan terkoneksi, hingga layanan digital yang memanfaatkan video.

Jenis Koneksi IoT20252031CAGR
Wide-area IoT4,9 miliar8,3 miliar9%
IoT berbasis jaringan seluler4,5 miliar7,8 miliar10%
Short-range IoT17,5 miliar38,8 miliar14%
Total koneksi IoT dunia22,3 miliar47,1 miliar13%

Data Ericsson menunjukkan pertumbuhan koneksi IoT global tidak hanya bertumpu pada jaringan seluler. Short-range IoT justru diproyeksikan tumbuh paling cepat, dari 17,5 miliar koneksi pada 2025 menjadi 38,8 miliar pada 2031.

Secara keseluruhan, total koneksi IoT dunia diperkirakan melonjak dari 22,3 miliar menjadi 47,1 miliar dalam periode yang sama. Angka itu menggambarkan semakin luasnya penggunaan perangkat yang saling terhubung, baik untuk kebutuhan rumah, bisnis, industri, maupun layanan publik.

Massive IoT Tetap Jadi Fondasi

Pertumbuhan koneksi seluler juga ditopang Massive IoT, terutama melalui teknologi NB-IoT dan Cat-M. Teknologi ini dirancang untuk mendukung perangkat dalam jumlah sangat besar dengan biaya rendah, konsumsi daya hemat, masa pakai baterai panjang, serta kebutuhan data rendah hingga menengah.

Ericsson menyebut Massive IoT terus diterapkan di berbagai wilayah untuk penggunaan skala luas. Pemanfaatannya mencakup sektor utilitas, kota pintar, logistik, dan industri yang membutuhkan banyak sensor atau perangkat terhubung.

Menurut laporan tersebut, teknologi NB-IoT dan Cat-M mendukung perangkat dengan kompleksitas rendah sekaligus biaya yang lebih terjangkau. Karakter itu membuat Massive IoT penting bagi implementasi yang tidak selalu membutuhkan kecepatan data tinggi.

RedCap Membuka Jalur Perangkat 5G yang Lebih Sederhana

Di sisi lain, Ericsson menyoroti perkembangan 5G Reduced Capability atau RedCap yang dirancang untuk menyederhanakan perangkat IoT berbasis 5G dan menekan biaya implementasinya. Teknologi ini mulai diadopsi secara komersial oleh penyedia layanan di sejumlah negara.

Hingga saat ini, sebanyak 14 penyedia layanan telah meluncurkan layanan 5G RedCap secara komersial. Selain itu, 42 penyedia layanan di 27 negara tengah berinvestasi dalam pengembangan teknologi tersebut.

Pengembangan berikutnya hadir melalui Enhanced RedCap atau eRedCap, yang ditujukan untuk kembali mengurangi kompleksitas serta biaya perangkat IoT berbasis 5G. Teknologi ini menawarkan kecepatan data puncak hingga 10 Mbps dengan karakter penggunaan yang serupa LTE Cat-1 dan LTE Cat-1bis.

Ericsson memperkirakan potensi komersial penuh eRedCap baru akan terwujud mulai 2028 dan seterusnya. Sementara itu, perangkat LTE Cat-1 juga semakin banyak digunakan karena kebutuhan aplikasi baru dan migrasi bertahap dari teknologi lama.

Penghentian 2G dan 3G Membebaskan Spektrum

Ekspansi 4G dan 5G berjalan beriringan dengan penghentian jaringan generasi lama. Operator mematikan layanan 2G dan 3G untuk mengalihkan spektrum frekuensi ke jaringan yang memiliki kapasitas lebih besar.

Hingga akhir 2025, Ericsson mencatat 80 penyedia layanan telah menyelesaikan penghentian jaringan 3G. Sebanyak 46 penyedia layanan juga telah mematikan seluruh layanan 2G.

Pengalihan spektrum tersebut dinilai membuat penggunaan frekuensi menjadi lebih efisien untuk layanan generasi baru. Langkah ini juga membuka ruang bagi pengembangan Massive IoT dan perluasan koneksi seluler yang diperkirakan terus meningkat hingga 2031.

Teknologi.bisnis.com melaporkan bahwa mayoritas koneksi IoT berbasis jaringan seluler pada akhir periode proyeksi diperkirakan berasal dari Broadband IoT. Arah pertumbuhan itu menunjukkan peran 5G kian penting ketika perangkat terhubung membutuhkan kapasitas, respons, dan keandalan yang lebih tinggi.

Source: teknologi.bisnis.com
Terkait