Legenda tentang manusia setinggi tiga meter yang berambut merah dan memakan manusia telah lama melekat pada kisah Si-Te-Cah di Nevada, Amerika Serikat. Namun, cerita mengenai raksasa penghuni Gua Lovelock itu tidak ditopang bukti arkeologis kuat.
Klaim paling mencolok menyebut adanya kerangka mumi setinggi 10 kaki atau sekitar tiga meter yang ditemukan di dekat Lovelock. Penelusuran terhadap tulang-tulang yang pernah disebut sebagai “tulang raksasa” justru menghasilkan gambaran yang jauh lebih biasa.
Kisah yang Hidup dalam Tradisi Paiute
Dalam tradisi Suku Paiute di Nevada, Si-Te-Cah disebut datang ribuan tahun silam dari pulau yang jauh. Mereka diyakini menetap di Gua Lovelock, memiliki tubuh lebih tinggi dan kuat daripada kelompok lokal, serta menjalankan praktik kanibalisme.
Nama Si-Te-Cah diterjemahkan sebagai pemakan tule, yakni tanaman air berserat. Dalam cerita tersebut, mereka menenun tule menjadi rakit untuk menyeberangi sisa-sisa Danau Lahontan.
Versi legenda itu menyebut kelompok tersebut melintasi samudra dengan rakit dari alang-alang. Kehadiran mereka kemudian digambarkan sebagai ancaman bagi leluhur Paiute karena dianggap lebih kuat dan lebih kejam.
Kisah mengenai kelompok ini dituliskan pada 1883 oleh Sarah Winnemucca Hopkins, putri seorang kepala suku Paiute. Ia menuturkan bahwa leluhurnya pada akhirnya mengusir kelompok kanibal berambut merah itu ke dalam sebuah gua.
Dalam cerita Sarah Winnemucca Hopkins, para “pemakan manusia” disebut sangat ganas. Mereka bahkan diceritakan mampu melompat, menangkap anak panah yang melintas di atas kepala, lalu menembakkannya kembali kepada lawan.
Klaim Kerangka Raksasa di Nevada
Legenda ini kemudian berkelindan dengan laporan sensasional dari surat kabar lokal Nevada Review-Miner. Media itu pernah mengklaim dua kerangka ditemukan di dasar danau kering di dekat Lovelock.
Kedua sisa tersebut disebut memiliki ukuran 8,5 kaki dan 10 kaki. Laporan itu juga menggambarkan keduanya sebagai mumi dengan metode yang menyerupai praktik pengawetan Mesir Kuno.
| Temuan yang Diklaim | Ukuran yang Disebut | Keterangan |
|---|---|---|
| Kerangka pertama | 8,5 kaki | Diklaim ditemukan di dasar danau kering dekat Lovelock |
| Kerangka kedua | 10 kaki | Diklaim sebagai mumi dengan cara serupa Mesir Kuno |
| Tulang yang dianalisis kemudian | Sekitar 6 kaki | Dinilai besar, tetapi bukan bukti manusia setinggi tiga meter |
Ukuran dalam laporan lama tersebut ikut menguatkan gambaran bahwa Si-Te-Cah adalah manusia raksasa. Meski demikian, tidak ada bukti kuat yang memastikan kelompok dalam legenda itu benar-benar memiliki tinggi hingga 10 kaki.
Studi dari University of Nevada pada pertengahan 1970-an pernah menelaah kumpulan tulang yang disimpan di lemari lama gedung Nevada Historical Society di Reno. Tulang-tulang itu diberi label sebagai “tulang raksasa” dan diduga berasal dari Gua Lovelock.
Hasil Analisis Tidak Menunjukkan Raksasa
Analisis dilakukan oleh mendiang Sheilagh Brooks, yang pernah menjabat sebagai ketua departemen antropologi di UN-Las Vegas. Hasil penyelidikannya menunjukkan bahwa sebagian tulang tersebut berasal dari sapi, bukan manusia raksasa.
Sisa tulang manusia yang ditemukan tampaknya merupakan milik orang Indian. Brooks menilai ukuran manusia dalam temuan itu mungkin sekitar enam kaki, bukan 10 kaki seperti yang ramai dikisahkan.
“Mungkin setinggi enam kaki — besar, tetapi tidak sebesar itu,” kata Brooks. Pernyataan tersebut menempatkan temuan itu sebagai sisa individu bertubuh besar, tetapi tidak mendukung cerita tentang manusia setinggi tiga meter.
Kisah Legenda Si-Te-Cah tetap menarik karena mempertemukan tradisi lisan, cerita kanibalisme, dan klaim penemuan arkeologis yang dramatis. Namun, hasil kajian tulang yang pernah disebut sebagai bukti raksasa menunjukkan bahwa legenda dan bukti fisik tidak berjalan searah.
Menurut kisah yang dikutip inet.detik.com dari Nevadagram, mitos tersebut terus bertahan meski klaim tingginya belum dapat dibuktikan. Daya tarik ceritanya justru terletak pada perpaduan antara sejarah lokal Nevada, tradisi Paiute, dan misteri Gua Lovelock.
