Pizza Index: Pesanan Pizza Diduga Indikasi Operasi Militer AS ke Iran

Media sosial baru-baru ini diramaikan dengan spekulasi tentang meningkatnya pesanan pizza di sekitar Pentagon, yang diduga menjadi sinyal adanya operasi militer Amerika Serikat yang akan dilakukan terhadap Iran. Fenomena ini muncul di tengah ketegangan antara Israel dan Iran, di mana beberapa pengguna internet mengklaim bahwa lonjakan tersebut mungkin berkaitan dengan persiapan pihak AS menjelang operasi militer.

Salah satu akun anonim di platform X, yang bernama Pentagon Pizza Report, memperkenalkan teori yang kini dikenal sebagai “Pizza Index”. Menurut mereka, lonjakan mendadak dalam pesanan pizza di kawasan sekitar Pentagon sering kali terjadi ketika ada rencana operasi militer besar yang sedang dipersiapkan. Teori ini mendapat perhatian luas belakangan ini, terutama setelah lonjakan pesanan pizza tercatat di District Pizza Palace, sebuah restoran dekat Pentagon, tepat sebelum Israel meluncurkan serangan ke Iran.

Data dari Pentagon Pizza Report menunjukkan bahwa lonjakan pesanan pizza terjadi sekitar pukul 19.00 waktu Washington, hanya satu jam sebelum serangan tersebut dimulai. Sementara itu, Dr. Dominic Ng, seorang sejarawan, menegaskan bahwa fenomena ini telah terulang dalam berbagai peristiwa besar, mulai dari Operasi Desert Storm pada tahun 1991 hingga invasi AS ke Panama pada tahun 1989. “Ketika staf Pentagon tidak bisa meninggalkan meja mereka selama situasi krisis, pesanan pizza biasanya meningkat,” ujarnya.

Walaupun teori ini menarik perhatian, banyak analis militer skeptis mengenai keandalan “Pizza Index”. Mereka menekankan bahwa intelijen yang valid bergantung pada data yang lebih substansial, seperti pergerakan pasukan, citra satelit, dan briefing rahasia, bukan data pesanan makanan. Namun, di era digital saat ini, minat terhadap analisis data non-tradisional semakin meningkat. Misalnya, Google Maps dapat digunakan untuk melacak kepadatan pengunjung di toko-toko, memberikan wawasan baru mengenai aktivitas yang mungkin terjadi di sekitar Pentagon.

Selain pesanan pizza, Pentagon Pizza Report также memantau keramaian di bar-bar yang sering dikunjungi oleh staf pertahanan. Selama serangan Israel ke Iran, bar-bar tersebut dilaporkan sepi, yang diinterpretasikan sebagai tanda bahwa para pejabat Pentagon sedang sibuk dengan tugas mereka. Sebaliknya, pada malam pertemuan Dewan Keamanan Nasional AS, bar-bar tersebut justru dipenuhi pengunjung. Pengetatan waktu dan situasi tampaknya berperan penting dalam menciptakan kebisingan dan kekacauan di dunia media sosial.

Bernard Maiks, mantan pemilik beberapa gerai Domino’s Pizza sekitar Pentagon, mengungkapkan pandangannya mengenai fenomena ini. Ia menyatakan bahwa jurnalis terkadang tidak dapat melihat tanda-tanda konflik karena mereka mungkin tertidur saat pengemudi pizza sibuk mengantarkan pesanan ke Departemen Pertahanan. Hal ini menunjukkan seberapa besar pengaruh dan kesadaran akan area di sekitar markas besar militer.

Pertanyaan mengenai apakah “Pizza Index” merupakan anekdot yang menghibur atau indikasi tulus akan datangnya konflik militer masih bergulir. Namun, di tengah agresi digital dan pemantauan yang cermat, bahkan hal kecil seperti pesanan sepotong pizza dapat menjadi petunjuk penting bagi mereka yang peka terhadap sinyal-sinyal dalam dunia maya. Teori ini menggambarkan bagaimana informasi non-tradisional dapat menarik perhatian dalam konteks yang lebih luas dan kompleks, terutama di tengah ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Pada akhirnya, meskipun skeptisisme terhadap “Pizza Index” tetap ada, fenomena ini memperlihatkan bahwa analisis perilaku konsumen dapat memberikan dimensi baru dalam pemahaman tentang geopolitik dan dinamika militer. Ketika data dan algoritma semakin berperan, cara kita melihat informasi dapat berubah secara dramatis, bahkan dalam hal-hal yang tampaknya sepele.

Exit mobile version