Fenomena aphelion adalah peristiwa astronomi yang terjadi ketika Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari dalam orbitnya. Kejadian ini berlangsung setiap tahun, umumnya pada awal bulan Juli, dan menarik perhatian publik karena sering dihubungkan dengan suhu yang lebih dingin di beberapa daerah, khususnya saat musim kemarau. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena ini terjadi pada 4 Juli 2025, dengan jarak Bumi ke Matahari mencapai sekitar 152,1 juta kilometer, lebih jauh dibandingkan dengan jarak rata-rata sekitar 149,6 juta kilometer.
Apa Itu Aphelion?
Bentuk orbit Bumi sebenarnya elips, bukan lingkaran sempurna. Hal ini berpengaruh pada variasi jarak Bumi dari Matahari sepanjang tahun, yang dapat bervariasi sekitar 3%. Selama aphelion, kecepatan revolusi Bumi sedikit melambat karena tarikan gravitasi Matahari yang lebih lemah, sesuai dengan hukum Kepler. Ukuran Matahari juga tampak sedikit lebih kecil, sekitar 1,68%, namun perbedaan ini tidak cukup signifikan untuk dapat dilihat dengan mata telanjang.
Suhu dan Penyakit: Apa Hubungannya?
Meskipun banyak orang mengaitkan suhu dingin di Indonesia selama bulan Juli dengan fenomena aphelion, BMKG menegaskan bahwa ini adalah kesalahpahaman. Suhu lebih dingin yang dirasakan lebih terkait dengan pengaruh monsoon dingin dari Australia yang bergerak ke arah Indonesia selama musim dingin di belahan Bumi selatan. Minimnya tutupan awan menyebabkan radiasi panas dari permukaan Bumi cepat hilang ke atmosfer pada malam hari, mengakibatkan suhu turun lebih drastis, terutama di daerah dataran tinggi.
Dampak di Belahan Bumi Utara
Salah satu dampak lain dari aphelion adalah pengaruhnya terhadap durasi musim. Musim panas di belahan Bumi utara biasanya berlangsung 2-3 hari lebih lama dibandingkan dengan musim panas di belahan Bumi selatan. Namun, dampak ini tidak signifikan pada iklim global secara keseluruhan.
Mitigasi Misinformasi
Misinformasi sering kali beredar bahwa aphelion berkontribusi terhadap penyakit seperti flu, demam, dan sesak napas. Namun, BMKG menyatakan bahwa fenomena ini tidak memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Informasi yang mengaitkan aphelion dengan kondisi kesehatan ekstrem merupakan berita yang keliru dan tidak berdasar.
Aphelion adalah salah satu peristiwa menarik dalam astronomi yang menunjukkan keindahan tata surya kita. Namun, pemahaman yang tepat mengenai fenomena ini sangat penting untuk mencegah kesalahpahaman masyarakat mengenai dampaknya terhadap cuaca dan kesehatan.
Kepedulian kita terhadap fenomena alamiah seperti aphelion seharusnya tidak hanya fokus pada aspek suhu, tetapi juga pada persepsi yang benar terkait informasi yang beredar. Pengetahuan tentang fenomena ini dapat membantu masyarakat memahami lebih baik tentang perubahan musim, dampak cuaca, dan pentingnya informasi yang akurat dari sumber terpercaya.
