Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jakarta mengungkapkan bahwa kecerdasan buatan (AI) menawarkan peluang dan tantangan signifikan bagi dunia bisnis di Indonesia. Dalam acara World AI Show Indonesia 2025 di Jakarta, Arif Ilham Adnan, Co-Chairman/Permanent Committee Association of Digital Leader Indonesia, menyatakan bahwa dampak AI pada efektivitas dan efisiensi bisnis sudah terasa. “Secara umum, pengaruh AI sangat besar dalam industri, meskipun saya tidak memiliki data numerik spesifik,” ujarnya.
Penggunaan teknologi AI saat ini meliputi berbagai sektor, termasuk keuangan, audit, operasional, dan pengawasan yang didukung oleh analitik cerdas. “AI bisa meningkatkan efisiensi, tetapi bukan untuk menggantikan manusia,” tambah Arif. Ia menegaskan bahwa AI seharusnya memperkuat kemampuan karyawan, bukan menjadi ancaman. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara manusia dan AI menjadi kunci untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif.
Tantangan Penerapan AI
Meski AI menawarkan banyak keuntungan, Arif mengakui bahwa ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah biaya penerapan yang tinggi. Organisasi perlu mempertimbangkan aspek pendanaan serta kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi kemajuan teknologi ini. “Litersi dan kecakapan digital di semua lapisan masyarakat sangat penting agar AI dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.
Kesiapan SDM menjadi fokus utama dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis. Tanpa adanya pemahaman dan keterampilan yang cukup, implementasi AI bisa gagal mencapai tujuannya. Arif menekankan bahwa literasi mengenai AI harus ditingkatkan agar semua orang, dari pelaku bisnis hingga masyarakat umum, dapat beradaptasi dan memanfaatkan teknologi ini dengan baik.
Mendorong Ekosistem Digital
Kadin Jakarta berkomitmen untuk mendorong ekosistem digital di kalangan anggotanya melalui pelatihan dan pengembangan kapabilitas. “Kami aktif melakukan advokasi kebijakan yang relevan dengan AI,” ujar Arif. Dengan adanya pelatihan yang baik, diharapkan setiap anggota dapat memahami dan mengimplementasikan AI di bisnis mereka.
Kadin juga mengusung pentingnya kedaulatan dalam pengembangan teknologi AI. Arif menyebut bahwa Indonesia perlu berupaya menciptakan solusi teknologi secara mandiri. “Kami ingin agar ekonomi Indonesia tidak terlalu bergantung pada orang lain, melainkan memiliki kemampuan untuk mengembangkan AI secara internal,” tegasnya.
Proyeksi Masa Depan AI di Indonesia
Melihat ke depan, Arif sangat optimis tentang potensi AI di Indonesia. Ia percaya bahwa dengan investasi dan kebijakan yang tepat, Indonesia bisa menjadi salah satu pusat pengembangan AI di Asia Tenggara. Keinginan untuk memanfaatkan teknologi ini secara lebih optimal diharapkan bisa mendongkrak daya saing bisnis lokal.
Di sisi lain, Arif juga mengingatkan bahwa kolaborasi antara sektor publik dan swasta sangat penting dalam mencapai dan memaksimalkan potensi AI. “Kerjasama yang baik antara pemerintah dan pelaku bisnis diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan segala peluang dan tantangan yang ada, jelas bahwa AI akan terus menjadi bagian integral dari perkembangan bisnis di Indonesia. Upaya kolektif untuk mengatasi tantangan, mendidik masyarakat, dan menciptakan ekosistem yang mendukung adalah langkah penting menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan inovatif di era digital ini.
