OpenAI baru-baru ini mengungkapkan bahwa ChatGPT kini menerima sekitar 2,5 miliar prompt setiap hari dari pengguna di seluruh dunia. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang signifikan dalam penggunaan teknologi AI tersebut, terutama jika dibandingkan dengan data sebelumnya yang hanya menunjukkan 1 miliar prompt per hari pada bulan Desember lalu. Hal ini menunjukkan bahwa dalam kurun waktu kurang dari delapan bulan, permintaan harian untuk ChatGPT telah meningkat lebih dari dua kali lipat.
Dari total 2,5 miliar prompt harian, sekitar 330 juta di antaranya berasal dari pengguna di Amerika Serikat. Angka ini memberikan gambaran bahwa sebagian besar interaksi dengan ChatGPT datang dari pasar AS. Untuk memberi perspektif, perusahaan induk Google, Alphabet, belum merilis data resmi tentang jumlah pencarian harian. Namun, estimasi dari Neil Patel, seorang peneliti independen, memperkirakan bahwa Google menerima sekitar 13,7 hingga 16,4 miliar pencarian setiap hari.
Pertumbuhan pesat penggunaan ChatGPT ini menunjukkan bahwa meskipun volume penggunaannya belum mendekati skala pencarian Google, adopsi teknologi AI ini sedang mengalami lonjakan yang luar biasa. Pasar menunjukkan minat dan kebutuhan yang tinggi untuk solusi berbasis AI, yang tercermin dalam tingginya jumlah prompt yang diterima.
Dari sisi finansial, OpenAI melaporkan bahwa pendapatan tahunan mereka telah mencapai US$10 miliar, meningkat dari US$5,5 miliar setahun sebelumnya. Lonjakan pendapatan ini mencerminkan keberhasilan OpenAI dalam menarik banyak pengguna serta menciptakan berbagai produk konsumen dan layanan bisnis yang menarik. Juru bicara OpenAI menyatakan bahwa pendapatan tersebut juga mencakup layanan API yang ditawarkan kepada para pengembang.
Saat ini, OpenAI melayani lebih dari 500 juta pengguna aktif setiap minggunya dan memiliki sekitar 3 juta pelanggan bisnis berbayar. Proyeksi ke depan menunjukkan kenaikan yang tajam, dengan estimasi pendapatan sebesar US$11,6 miliar pada tahun 2025, dan target ambisius mencapai US$125 miliar pada tahun 2029.
Namun, perlu diperhatikan bahwa OpenAI menghadapi tantangan besar. Perusahaan ini menghabiskan miliaran dolar setiap tahun untuk merekrut talenta terbaik dan membangun infrastruktur yang diperlukan untuk pelatihan serta pengoperasian sistem AI mereka. Hingga saat ini, mereka belum mengungkapkan besaran biaya operasional secara rinci, termasuk apakah mereka telah mencapai titik impas.
Kemajuan teknologi AI, khususnya ChatGPT, membawa dampak signifikan baik bagi konsumen maupun bisnis. Dengan semakin banyaknya individu dan perusahaan yang mengadopsi teknologi ini, dunia digital akan semakin tertransformasi. Keberadaan AI seperti ChatGPT tidak hanya memudahkan akses informasi, tetapi juga membuka peluang baru dalam berbagai industri.
Meskipun tren pertumbuhan ini positif, tantangan tidak kalah penting adalah kebutuhan untuk mengelola dampak sosial yang mungkin ditimbulkan oleh teknologi AI. Diskusi mengenai etika, keamanan data, dan potensi disinformasi menjadi semakin relevan. OpenAI diharapkan dapat terus berinovasi sambil memperhatikan tanggung jawab sosial dalam pengembangan teknologi mereka.
Dengan meningkatnya interaksi pengguna setiap hari, ChatGPT menunjukkan potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai aplikasi. Dari alat bantu belajar hingga asisten virtual di tempat kerja, penggunaan teknologi AI ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, perkembangan lebih lanjut akan membuka lebih banyak kemungkinan baru bagi pengguna dan pengembang di seluruh dunia.
