Meta Kembali Rombak Divisi AI, Kejar Ketertinggalan dari OpenAI & Google

Meta Platforms Inc. kembali merombak struktur divisi kecerdasan buatannya (AI) dengan membentuk empat kelompok baru di bawah organisasi yang disebut Meta Superintelligence Labs (MSL). Perubahan ini diumumkan melalui memo internal perusahaan pada pertengahan Agustus 2025, sebagai upaya memperkuat posisi Meta dalam persaingan teknologi AI yang semakin ketat dengan perusahaan-perusahaan seperti OpenAI dan Google DeepMind.

Meta Superintelligence Labs dan Pembagian Unit

Di bawah Meta Superintelligence Labs, terdapat empat unit utama yang memiliki fokus berbeda. Unit pusat pengembangan adalah TBD Labs, yang dipimpin oleh Alexandr Wang, mantan pendiri Scale AI dan saat ini menjabat sebagai Chief AI Officer di Meta. TBD Labs fokus mengembangkan foundation models, termasuk seri model Llama yang terbaru dirilis pada April 2025. Foundation models ini merupakan model dasar yang dapat diaplikasikan ke berbagai produk dan teknologi AI.

Tiga kelompok lainnya dibentuk untuk memaksimalkan efisiensi dan inovasi, masing-masing fokus pada riset murni, integrasi produk, serta pengembangan infrastruktur. Pembagian tugas ini dirancang untuk mempercepat kemampuan riset, menciptakan produk AI yang lebih inovatif, sekaligus mengoptimalkan infrastruktur teknologi untuk mendukung operasi AI Meta.

Upaya Mengejar Ketertinggalan dari Pesaing

Perombakan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa Meta mulai tertinggal dibandingkan pesaing utamanya di bidang AI, seperti OpenAI dan Google DeepMind. Mark Zuckerberg dikabarkan turun tangan langsung dalam upaya merekrut para talenta AI terbaik dunia untuk memperkuat tim baru ini. Strategi ini menjadi krusial untuk menjaga relevansi Meta di industri yang berkembang sangat cepat.

Meta mendapat perhatian publik karena berhasil membajak sejumlah peneliti top dari OpenAI. Berdasarkan laporan The Information yang dikutip Reuters, empat peneliti yaitu Shengjia Zhao, Jiahui Yu, Shuchao Bi, dan Hongyu Ren resmi bergabung dengan Meta. Perekrutan ini juga diikuti oleh hadirnya tiga peneliti lain dari kantor OpenAI di Zurich, yakni Lucas Beyer, Alexander Kolesnikov, dan Xiaohua Zhai, sebagaimana yang dilaporkan The Wall Street Journal.

Dinamika Perekrutan dan Persaingan Talenta

Langkah Meta merekrut para peneliti dari OpenAI menunjukkan intensitas persaingan talent di bidang AI. Para ahli ini dinilai memiliki keahlian tinggi yang diperlukan untuk mendorong inovasi dalam pengembangan teknologi AI generasi terbaru, termasuk model-model yang lebih canggih serta aplikasi baru dalam machine learning.

Penggabungan keahlian dari para peneliti ini diharapkan mampu mempercepat penelitian dan pengembangan produk AI Meta, sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam peta persaingan global. Dengan struktur baru yang lebih terfokus dan dukungan talenta kelas dunia, Meta berambisi mengurangi jarak teknologi yang selama ini menjadi keunggulan pesaing seperti OpenAI dan Google DeepMind.

Konteks Industri AI yang Terus Berevolusi

Industri kecerdasan buatan kini melaju dengan kecepatan tinggi, didorong oleh peningkatan kapasitas komputasi dan data yang terus bertambah besar. Perusahaan-perusahaan teknologi besar berlomba-lomba memproduksi model AI yang tidak hanya lebih cerdas, tetapi juga lebih efisien dan mudah diintegrasikan ke berbagai layanan digital.

Meta tampaknya menyadari perlunya restrukturisasi yang signifikan agar bisa bersaing dalam ekosistem AI ini. Pembentukan Meta Superintelligence Labs dan fokus pada foundation models menjadi strategi kunci yang diharapkan membuka peluang pengembangan produk dan solusi baru, mulai dari interaksi manusia-komputer hingga automasi kompleks di berbagai sektor industri.

Implikasi bagi Pengembangan Produk Meta

Dengan struktur divisi AI yang baru, Meta diperkirakan akan mempercepat pengembangan teknologi AI dalam berbagai produknya, mulai dari platform media sosial seperti Facebook, Instagram, hingga teknologi realitas virtual dan augmentasi miliknya. Foundation models seperti Llama menjadi fondasi utama yang mampu memperluas penggunaan AI dalam fitur-fitur cerdas dan personalisasi layanan.

Kehadiran para peneliti AI ternama juga akan meningkatkan riset internal Meta, mengarah pada inovasi produk yang lebih kompetitif dalam jangka panjang. Hal ini penting agar perusahaan tetap relevan di tengah persaingan global yang didominasi oleh perusahaan-perusahaan yang melakukan inovasi cepat dan agresif di bidang AI.

Pembaruan struktur dan perekrutan talenta ini mengindikasikan bahwa Meta benar-benar serius mengejar ketertinggalan di ranah kecerdasan buatan. Dengan investasi yang besar dan penataan organisasi yang lebih strategis, Meta berharap dapat memperkuat kapasitas riset, mempercepat inovasi, serta menghadirkan teknologi AI yang mampu bersaing di tingkat global.

Exit mobile version