PT Telkom Indonesia (Persero) resmi meluncurkan AI Center of Excellence sebagai respons terhadap tumbuh pesatnya kebutuhan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai sektor industri. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pemanfaatan AI secara optimal, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra untuk mencapai penetrasi pasar yang lebih luas.
Sebaran Pusat Pengembangan AI di 9 Kota Strategis
Menurut Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, AI Center of Excellence ini didirikan di sembilan kota utama di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Bali, Aceh, Makassar, Labuan Bajo, dan Papua. Kota-kota ini dipilih karena menunjukkan peningkatan signifikan dalam adopsi AI, mulai dari pemerintahan, perusahaan skala besar, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Fenomena penggunaan AI yang intensif bahkan disebut-sebut sebagai contoh Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan pelaku industri dan pemerintahan.
Faizal menjelaskan, hadirnya pusat pengembangan ini akan menjadi ruang kolaborasi yang strategis, memfasilitasi keterhubungan (link and match) antara produk AI dan kebutuhan pelanggan. Telkom berkomitmen untuk menjadi penggerak utama yang menggandeng berbagai penyedia teknologi, penyedia solusi khusus AI, startup inovatif, serta platform AI lainnya.
Kolaborasi dan Kustomisasi Produk AI
Dalam mengembangkan layanan AI, Telkom tidak hanya mengandalkan produk internal, namun juga melakukan kustomisasi produk dari para mitra bisnis. Hal ini dimaksudkan agar solusi AI yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan spesifik pelanggan. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat menghasilkan aplikasi AI yang relevan dan berdampak luas bagi berbagai sektor.
Potensi Pasar AI Rp56 Triliun hingga 2028
Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menegaskan bahwa pengembangan AI merupakan strategi utama untuk meningkatkan produktivitas pelanggan dari sektor pemerintahan, korporasi, hingga UMKM. Menurut Vera, potensi pasar AI di Indonesia diperkirakan akan mencapai Rp56 triliun pada tahun 2028. Saat ini, kontribusi segmen enterprise masih di bawah 20% dari total pendapatan Telkom Group, jauh dibandingkan negara lain yang sudah mencapai 30-35%.
Fakta ini menunjukkan peluang besar bagi Telkom untuk terus mengembangkan dan memperluas pangsa pasar AI dengan solusi yang tepat guna. Selain itu, pemanfaatan AI memungkinkan analisa data yang lebih akurat dan pengambilan keputusan yang optimal, sehingga produktivitas seluruh sektor dapat meningkat secara signifikan.
Dorongan Efisiensi dan Harga Terjangkau
Vera juga menyoroti pentingnya dorongan efisiensi dalam penggunaan teknologi AI agar harga layanan tetap terjangkau di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan harapan konsumen yang meningkat. Melalui optimalisasi AI, Telkom berupaya memberikan nilai tambah tidak hanya dalam segi teknologi, tetapi juga dari sisi biaya bagi pelanggan.
Peluncuran AI Center of Excellence ini menandai langkah strategis Telkom untuk mengokohkan posisinya sebagai penggerak dan pengembang layanan AI di Indonesia. Dengan ekosistem yang semakin matang dan sinergi antara berbagai pelaku industri, diharapkan penerapan AI dapat mendorong pertumbuhan bisnis nasional serta mempercepat transformasi digital di berbagai lapisan masyarakat.
Berbagai sektor kini mulai melihat AI sebagai solusi penting untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan inovasi. Dengan fondasi pusat pengembangan dan kolaborasi yang kuat, Telkom menyiapkan landasan penting bagi pengembangan kecerdasan buatan yang lebih inklusif dan berdampak jangka panjang.
