Kemendag Klaim E-Commerce Tetap Ngebut Meski TikTok Live Dimatikan

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan bahwa penonaktifan sementara fitur siaran langsung (live streaming) pada aplikasi TikTok tidak menghambat aktivitas perdagangan elektronik secara menyeluruh. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menyatakan bahwa meskipun fitur live TikTok dimatikan, kegiatan transaksi dan penjualan melalui platform tersebut tetap berjalan lancar.

Menurut Iqbal, fitur yang dimatikan adalah siaran langsung yang digunakan selama aksi demonstrasi kemarin, bukan keseluruhan fungsi perdagangan pada TikTok. Ia menegaskan bahwa fitur live tersebut bersifat khusus untuk event terkait keamanan dan tidak berpengaruh pada operasional pedagang e-commerce yang berjualan di aplikasi tersebut.

Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan bahwa TikTok sejatinya bukanlah platform e-commerce murni, melainkan social commerce. Platform ini menggabungkan unsur hiburan dan interaksi sosial dengan fitur belanja dalam satu aplikasi, sehingga pembatasan fungsi live streaming tidak serta-merta membatasi aktivitas jual beli online yang ada.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa keputusan mematikan fitur live TikTok dilakukan secara sukarela oleh manajemen platform ByteDance. Tindakan tersebut diambil mengikuti imbauan dari pemerintah untuk mengantisipasi kejadian kericuhan di beberapa lokasi di Jakarta pada akhir Agustus 2025.

Meutya menegaskan bahwa pemerintah terbuka menerima aspirasi masyarakat dan mengambil langkah-langkah selanjutnya sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia juga berharap fitur live streaming TikTok dapat segera diaktifkan kembali agar tidak menghambat aktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergantung pada siaran langsung untuk memasarkan produknya.

Menurut Menkomdigi, penonaktifan fitur ini memang berdampak bagi UMKM yang biasa menjual produk melalui live TikTok. Namun, dia optimis bahwa aktivitas e-commerce tetap bisa berlangsung tanpa fungsi live streaming selama kondisi keamanan membaik dan fitur ini dapat kembali beroperasi.

Pengaruh Penonaktifan TikTok Live pada UMKM dan E-Commerce

  1. Penonaktifan live streaming bersifat sementara dan khusus pada periode kericuhan.
  2. Aktivitas jual beli melalui TikTok tetap berjalan tanpa gangguan signifikan.
  3. UMKM diimbau untuk memanfaatkan fitur lain dalam ekosistem digital guna menjaga kelangsungan penjualan.
  4. Pemerintah berkomitmen mendukung kelangsungan usaha digital, terutama bagi pelaku UMKM.

Pengamat industri digital juga melihat bahwa meskipun live streaming merupakan fitur penting dalam strategi penjualan online saat ini, pelaku usaha di e-commerce memiliki alternatif saluran penjualan lain seperti marketplace dan jejaring sosial lainnya. Hal ini memperkuat resilience atau ketahanan bisnis digital terhadap gangguan sementara.

Kemendag bersama Kementerian Komunikasi dan Digital tetap memantau situasi dan berkoordinasi dengan platform digital untuk memastikan kegiatan perdagangan elektronik berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Selain itu, pemerintah terus memberikan edukasi kepada pelaku usaha untuk adaptasi terhadap perubahan situasi dan teknologi agar mendorong perkembangan e-commerce nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan demikian, meskipun terdapat pembatasan pada fitur tertentu di TikTok, ekosistem e-commerce Indonesia tetap dinamis dan mampu bertahan. Hal ini menunjukkan kematangan dan keuletan para pelaku usaha untuk terus berinovasi dan beradaptasi dalam menghadapi berbagai tantangan.

Exit mobile version