Saham Intel Melonjak 23% Setelah Suntikan Dana Nvidia Senilai US$5 Miliar

Saham Intel meroket tajam sebesar 23% setelah Nvidia Corp. mengumumkan investasi sebesar US$5 miliar ke Intel Corp. Kesepakatan ini menandai babak baru kerja sama antara dua raksasa teknologi tersebut dengan tujuan mengembangkan cip PC dan pusat data secara bersama-sama. Nvidia akan membeli saham Intel dengan harga US$23,28 per lembar, sehingga investor menilai kolaborasi ini sebagai dorongan signifikan bagi Intel yang tengah berjuang menghadapi tekanan pasar dan pesaing kuatnya.

Dalam pernyataan resmi yang dilansir Bloomberg pada Jumat (19/9/2025), Intel akan mengadopsi teknologi grafis Nvidia untuk cip PC terbarunya sekaligus memasok prosesor bagi produk pusat data berbasiskan perangkat keras Nvidia. CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan bahwa peluang pasar gabungan dari kerja sama ini diperkirakan mencapai nilai hingga US$50 miliar per tahun. Hal ini muncul saat Intel mengalami tantangan berat akibat menyusutnya pangsa pasar serta kebutuhan investasi tinggi dalam pengembangan cip mutakhir.

Kenaikan saham Intel di bursa New York menjadi yang tertinggi dalam hampir empat dekade terakhir, dengan harga saham menanjak ke level US$30,57 per lembar. Sementara itu, saham Nvidia ikut menguat 3,5% menjadi US$176,32 pada hari yang sama, memperkokoh tren kenaikan sepanjang tahun ini sebesar 31%. Investasi tersebut juga memperlihatkan semakin besarnya dukungan terhadap Intel, mengingat pemerintah AS sebelumnya telah mengambil sekitar 10% saham Intel pada Agustus lalu sebagai bagian dari upaya memperkuat perusahaan domestik di sektor semikonduktor.

Selain Nvidia dan pemerintah AS, SoftBank Group asal Jepang juga menyuntikkan modal senilai US$2 miliar ke Intel pada Agustus 2025. Intel sendiri terus aktif menggalang dana melalui penjualan aset strategis untuk mendukung bisnisnya di tengah persaingan ketat dengan perusahaan lain seperti Advanced Micro Devices Inc. (AMD). Melalui kerja sama dengan Nvidia, Intel diharapkan mampu memperkuat posisi di pasar cip PC, terutama menghadapi agresivitas AMD yang semakin gencar mengambil pangsa pasar.

Pihak Intel dan Nvidia belum mengumumkan waktu peluncuran produk kolaborasi pertama mereka. Selain itu, Nvidia memastikan bahwa kerja sama ini tidak akan memengaruhi rencananya untuk mengembangkan cip berbasis teknologi Arm maupun pemanfaatan fasilitas manufaktur Intel untuk produksi chip. Di sisi lain, saham AMD sempat mengalami tekanan dengan turunnya harga saham hingga 5,9% sebelum berangsur pulih, diiringi optimisme perusahaan untuk terus mendorong inovasi dan memperluas pangsa pasar, terutama di bidang kecerdasan buatan (AI).

Dalam bisnis pusat data yang kini didominasi Nvidia dengan akselerator AI-nya, Intel akan memasok prosesor untuk produk Nvidia, membuka peluang baru bagi Intel memperbaiki neraca keuangan sekaligus kembali menghadirkan produk yang diminati pasar. Kapitalisasi pasar Intel saat ini berada pada level US$116 miliar, dengan Nvidia menguasai kurang dari 5% saham Intel setelah investasi ini. Di saat yang sama, kapitalisasi pasar Nvidia melonjak pesat hingga mencapai lebih dari US$4 triliun.

Kondisi Intel saat ini berbeda jauh dibanding masa jayanya sebagai raksasa silikon yang dominan di pasar PC dan server. Perusahaan kini harus bergantung pada manufaktur cip mutakhir oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC). Di bawah kepemimpinan CEO baru Lip-Bu Tan, Intel tengah menjalankan strategi pragmatis dengan membuka peluang kolaborasi dan membukakan fasilitas produksinya bagi pihak eksternal guna mempercepat pemulihan dan inovasi.

Jensen Huang menuturkan bahwa diskusi teknis antara tim Nvidia dan Intel telah berlangsung selama setahun terakhir dan keputusan investasi ini bukanlah hasil dorongan pemerintahan sebelumnya. Kepala Nvidia juga menginformasikan kesepakatan tersebut kepada Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick yang memberikan respons positif. Kerja sama ini memperlihatkan transformasi lanskap industri semikonduktor yang kian mengedepankan sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan teknologi yang kompleks, terutama di era revolusi AI dan komputasi canggih.

Exit mobile version