Ajaib! Gelandangan AS Jadi Jenius Matematika Usai Cedera Otak Mendadak

Jason Padgett, seorang pria asal Amerika Serikat yang sebelumnya hidup sebagai gelandangan, mengalami transformasi luar biasa setelah mengalami cedera otak traumatis. Kejadian ini memicu kemampuan matematis dan visualisasi pola rumit yang sebelumnya tidak pernah dimilikinya. Kini, Jason dikenal sebagai jenius matematika dengan keahlian unik dalam menggambar pola geometris kompleks seperti fraktal dan kisi heksagonal yang terlihat di berbagai benda di sekitarnya.

Kisah transformasi Jason bermula pada malam 13 September 2002 di Tacoma, Washington. Setelah keluar dari sebuah bar karaoke, Jason diserang dan dipukuli dengan keras di kepala hingga kehilangan kesadaran. Cedera otak yang dialaminya membuatnya dilarikan ke rumah sakit dan harus menjalani perawatan intensif. Meski berhasil selamat, Jason kemudian mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD) dan gangguan obsesif-kompulsif (OCD), yang menyebabkan ketakutan pada keramaian dan serangan panik.

Dalam beberapa hari setelah serangan itu, Jason mulai memperhatikan perubahan signifikan dalam cara ia melihat dunia. Ia mampu melihat aliran air, cahaya, dan pergerakan benda sebagai pola-pola matematis yang rumit. Awalnya, ia mengira hal itu hanya halusinasi. Namun, dua bulan kemudian, Jason mulai melukis pola-pola matematika kompleks yang mencerminkan pola pikir barunya. Setiap hari, ia menggambar sketsa lingkaran dan segitiga yang saling bertumpuk untuk menggambarkan konsep matematika seperti Pi.

Perubahan ini mengundang perhatian para ilmuwan. Seorang fisikawan merekomendasikan Jason untuk mendalami ilmu matematika lebih serius. Selanjutnya, tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Berit Brogaard dari Universitas Miami melakukan pemindaian otak menggunakan fMRI. Hasilnya mengungkap bahwa Jason mengalami sindrom savant, kondisi langka di mana individu menunjukkan kemampuan luar biasa dalam satu bidang tertentu. Diperkirakan hanya ada sekitar 15 hingga 25 kasus savant seperti Jason yang tercatat di dunia.

Berbeda dengan savant pada umumnya yang lebih sering memiliki keahlian di bidang musik atau seni, Jason menonjol dalam matematika dan fisika. Penelitian Professor Brogaard juga menunjukkan bahwa kemampuan matematika yang muncul setelah cedera otak Jason mungkin akan bertahan lama, meskipun ilmuwan belum dapat memastikan apakah perubahan tersebut bersifat permanen.

Menariknya, studi Brogaard juga menemukan bahwa kemampuan tersembunyi semacam ini bisa dipicu sementara pada orang normal menggunakan stimulasi magnetik transkranial (TMS). Namun, kemampuan luar biasa ini juga membawa dampak negatif. Jason harus berjuang menghadapi PTSD dan OCD yang membuatnya sulit tampil di depan umum.

Terlepas dari tantangan tersebut, Jason memilih untuk menekuni bidang matematika secara serius. Secara otodidak, ia mempelajari fisika kuantum dan teori fraktal untuk menjelaskan pola-pola yang dilihatnya secara visual. Ia kemudian menghasilkan berbagai karya seni fraktal yang menggambarkan prinsip-prinsip matematika dengan detail akurat, termasuk model seperti Quantum Hand dan Photon Double Slit.

Pada tahun 2014, Jason menerbitkan buku berjudul “Struck by Genius,” yang mengisahkan perjalanan hidupnya dari korban kekerasan menjadi seorang jenius matematika. Buku ini menjadikannya tokoh inspiratif yang kerap tampil sebagai pembicara dalam konferensi TED dan berbagai acara internasional.

Hingga pertengahan tahun 2025, Jason tetap aktif berkarya dan melakukan riset terkait teori kosmologi. Selain itu, ia juga menjual karya seni fraktalnya melalui situs jason-padgett.pixels.com serta bekerja sebagai pelatih kecerdasan buatan (AI). Jason Padgett kini dikenal sebagai seniman fraktal, penulis, dan pemikir yang berhasil memadukan keindahan seni dengan keakuratan ilmu sains.

Kisah Jason menginspirasi banyak orang karena membuktikan bahwa perubahan drastis dalam hidup seseorang dapat membuka kemampuan terpendam yang luar biasa. Transformasi dari seorang gelandangan menjadi jenius matematika ini juga menjadi studi penting bagi para ilmuwan dan psikolog untuk memahami potensi luar biasa manusia yang terkadang tidak terlihat. Dengan kondisi uniknya, Jason semakin dikenal sebagai sosok yang membawa harapan bagi mereka yang berjuang melawan keterbatasan dan trauma.

Source: www.beritasatu.com

Exit mobile version