XLSMART Klaim Jaringan 4G Capai 95% Populasi, Komdigi Targetkan 97,5% Cakupan Nasional 2026

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) berhasil memperluas jangkauan jaringan 4G hingga menjangkau 95% populasi di Indonesia. Pencapaian ini menjadi fondasi strategis bagi perusahaan dalam memenuhi target nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Komdigi sendiri menargetkan cakupan layanan mobile broadband 4G/LTE mencapai 97,5% dari wilayah permukiman di seluruh nusantara pada tahun 2026.

Reza Mirza, Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART, menyatakan bahwa layanan 4G milik perusahaan telah tersedia di sebagian besar wilayah dengan penetrasi yang signifikan. Kendati demikian, XLSMART juga telah memulai layanan 5G dengan cakupan penuh di 13 kota/kabupaten, menandai langkah awal menuju transformasi teknologi yang lebih canggih. Perluasan jaringan 4G dan 5G akan terus dilakukan agar mampu memenuhi kebutuhan perkembangan masyarakat dan perubahan teknologi di masa depan.

Komitmen XLSMART dalam Memperluas Cakupan Jaringan

XLSMART tidak hanya fokus pada cakupan yang luas, tetapi juga berupaya melayani daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Perusahaan melihat ini sebagai bagian dari misi sosial yang sejalan dengan tujuan pembangunan nasional digital. Dukungan pemerintah lewat kebijakan Komdigi sangat diapresiasi XLSMART karena menyediakan kerangka kerja yang mendorong kemitraan efektif dalam pengembangan jaringan.

“Kerja sama pemerintah dan operator adalah kunci untuk menyediakan akses broadband yang terjangkau serta inklusif,” tambah Reza Mirza. Hal ini juga mencerminkan visi XLSMART untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses informasi dan komunikasi yang merata.

Target Cakupan Nasional Komdigi 2026-2029

Dokumen Rencana Strategis Komdigi 2025–2029 menetapkan beberapa target berjenjang terkait cakupan jaringan broadband bergerak. Berikut rincian target cakupan mobile broadband yang disusun secara bertahap:

  1. 97,5% cakupan pada tahun 2026
  2. 97,75% cakupan pada tahun 2027
  3. 97,9% cakupan pada tahun 2028
  4. 98% cakupan pada tahun 2029

Catatan penting menunjukkan bahwa pada tahun berjalan, cakupan broadband mobile telah mencapai 97,16%, melampaui target 2025 yang sebesar 97,3%. Meskipun demikian, mencapai target tinggi ini menuntut investasi modal yang besar dan kebijakan pendukung dari pemerintah, terutama untuk daerah 3T yang memiliki tantangan logistik dan ekonomi lebih kompleks.

Tantangan dan Solusi Pembiayaan Infrastruktur

Menurut pengamat telekomunikasi Ian Joseph Matheus Edward dari Institut Teknologi Bandung (ITB), pencapaian target cakupan nasional tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan anggaran investasi dan insentif khusus bagi daerah terpencil. “Operator seluler harus mengalokasikan capital expenditure (capex) lebih besar sekaligus mendapatkan dukungan insentif agar pembangunan jaringan berjalan efisien di wilayah 3T,” jelas Ian.

Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal perlu diimbangi dengan skema pengembalian modal melalui kewajiban pelayanan universal (USO) yang sistem pembayarannya non-tunai. Pemerintah juga diharapkan untuk menyediakan kompensasi yang proporsional dalam bentuk penyertaan modal negara dan dukungan regulasi yang berimbang agar operator tidak terbebani secara berlebihan. Model kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan layanan di wilayah yang secara komersial kurang menguntungkan.

Peran Infrastruktur untuk Transformasi Digital Nasional

Pembangunan jaringan broadband yang maksimal merupakan fondasi penting dalam meningkatkan literasi digital, konektivitas antarwilayah, dan daya saing ekonomi Indonesia. XLSMART dan Komdigi menyadari bahwa peran infrastuktur broadband tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan komunikasi, tapi juga menjadi pendorong penting dalam transformasi digital nasional.

Dengan cakupan yang terus diperluas, diharapkan masyarakat di berbagai daerah dapat menikmati akses internet yang cepat dan stabil untuk berbagai aktivitas mulai dari pendidikan daring, layanan kesehatan, hingga bisnis digital. Hal ini sejalan dengan semangat menuju Indonesia yang semakin terhubung dan inklusif secara teknologi.

Pengembangan jaringan 4G dan 5G oleh operator seperti XLSMART serta target ambisius pemerintah melalui Komdigi membuka peluang besar dalam mewujudkan ekosistem digital yang berkelanjutan. Perjalanan memperluas cakupan broadband nasional memang menantang, memerlukan investasi, teknologi, dan regulasi yang adaptif, tapi hasilnya akan berdampak luas bagi pertumbuhan nasional dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Exit mobile version