Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) mencatatkan kinerja keuangan luar biasa yang didorong oleh lonjakan permintaan teknologi kecerdasan artifisial (AI). Perusahaan ini memproyeksikan tren permintaan AI akan terus menguat dalam jangka panjang tanpa tanda-tanda melambat.
Chairman dan CEO TSMC, C.C. Wei, menyatakan, siklus permintaan AI biasanya dimulai dua hingga tiga tahun sebelum produksi massal. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan infrastruktur AI akan berkelanjutan selama bertahun-tahun ke depan, terutama didukung oleh adopsi model AI di berbagai sektor. Peningkatan kebutuhan komputasi dari konsumen, perusahaan, hingga sovereign AI menjadi motor utama demand pasar terhadap chip silikon canggih yang diproduksi TSMC.
Lonjakan Permintaan AI yang Konsisten
Menurut C.C. Wei, perkembangan model AI semakin meluas di segmen konsumen dan bisnis, termasuk dengan munculnya sovereign AI yang memperkuat tren teknologi. Ia menegaskan bahwa pelanggan utama TSMC, terutama penyedia layanan cloud, memberikan sinyal kuat soal kebutuhan kapasitas chip yang semakin besar. Wei bahkan melakukan pengecekan langsung ke kondisi keuangan para pelanggan ini dan menemukan bahwa mereka masih dalam posisi keuangan kuat, jauh lebih baik daripada TSMC sendiri.
Rekor Pendapatan dan Laba Sepanjang Tahun 2025
TSMC berhasil mencatat rekor pendapatan terbesar sepanjang sejarah perusahaan pada kuartal akhir 2025. Pendapatan kuartal keempat mencapai US$33,73 miliar atau setara sekitar Rp570 triliun. Angka ini tumbuh 20,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year). Tak hanya itu, laba bersih yang dihasilkan mencapai sekitar Rp270 triliun, juga menjadi rekor baru kuartalan.
Secara keseluruhan, pendapatan tahunan TSMC pada 2025 mencapai Rp2.068 triliun dengan laba bersih tahunan Rp931 triliun. Pertumbuhan ini sangat ditopang oleh dua segmen utama, yaitu High Performance Computing (HPC) dan prosesor AI, yang menyumbang 58% dari total pendapatan atau sekitar Rp1.199 triliun. Kedua segmen tersebut mencatat kenaikan pendapatan sebesar 48% dibanding tahun sebelumnya.
Dominasi Teknologi Proses Canggih
Teknologi manufaktur dengan node proses mutakhir mendominasi pendapatan produk TSMC. Kontribusi terbesar datang dari teknologi 5nm sebesar 36%, diikuti oleh 3nm yang memberikan kontribusi 24%, serta 7nm sebesar 14%. Secara keseluruhan, teknologi proses canggih ini menyumbang 74% dari total pendapatan wafer TSMC, memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam menguasai pasar chip kelas atas yang sangat dibutuhkan untuk aplikasi AI dan HPC.
Strategi Belanja Modal untuk Mendukung Pertumbuhan
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang dipandang sangat fundamental, TSMC merencanakan peningkatan belanja modal dalam tiga tahun ke depan. CFO TSMC, Jen-Chau Huang, menyampaikan bahwa dana investasi perusahaan akan menembus US$52 miliar hingga US$56 miliar (sekitar Rp878 triliun hingga Rp946 triliun) pada tahun 2026. Alokasi dana ini bertujuan memperluas kapasitas produksi dan pengembangan teknologi chip yang lebih canggih.
Manajemen TSMC juga memproyeksikan pendapatan kuartal pertama 2026 akan mencapai antara Rp574 triliun sampai Rp605 triliun, menunjukkan optimisme berkelanjutan terhadap permintaan yang terus tumbuh, terutama dari sektor AI dan HPC.
Faktor-faktor Pendukung Pertumbuhan TSMC
- Adopsi luas AI: Pemanfaatan teknologi AI makin merata di berbagai sektor teknologi, bisnis, dan pemerintahan.
- Kebutuhan komputasi meningkat: AI memerlukan chip dengan performa tinggi, mendorong permintaan wafer canggih.
- Pelanggan kuat secara finansial: Penyedia layanan cloud dan perusahaan teknologi besar menunjukan kapasitas finansial yang mendukung ekspansi pesat.
- Investasi teknologi mutakhir: Pengembangan node prosesor 3nm, 5nm, dan 7nm memperkuat posisi pasar TSMC.
Tingginya permintaan AI yang diproyeksikan bisa menjaga momentum pertumbuhan TSMC selama beberapa tahun ke depan. Perusahaan ini terus memperkuat kapasitas dan inovasi teknologi sebagai jawaban atas kebutuhan komputasi yang semakin kompleks dan intensif di era transformasi digital. Dengan strategi investasi besar dan fokus pada teknologi tinggi, TSMC siap memimpin pasar semikonduktor global yang semakin didominasi oleh aplikasi AI.





